|
Sejarah dan Perkembangan Gitar |
|
Introduction Gitar adalah alat musik petik yang terbuat dari kayu dengan beberapa bagian dari logam / Metal dan terdapat 6 tali / senar untuk dimainkan. Bagian atas dan bawah dari badan gitar berbentuk angka 8. 6 senar terikat pada Pegs atau pemutar senar yang ditarik sepanjang badan gitar. Pegs / pemutar senar digunakan untuk Tuning. Instrumen ini sangat dikenal. Hanya dengan memetik senarnya, orang orang langsung bergabung bersama. Pada sebuah pesta anda bisa bermain gitar untuk bernyanyi dan berdansa. Disaat sendiri suara yang dihasilkan bagai sebuah Orchestra kecil. Suara gitar mempunyai sifat romantis. Oleh karenanya, lagu “Romansa” paling cocok bila dibawakan dengan gitar. Selain gitar-gitar tradisional, maka ada beberapa jenis gitar lainnya. Misalnya gitar Hawaiian yang menggunakan sistim slide; kemudian ada gitar yang menggunakan dawai nylon (gitar klasik dan gitar folk), serta ada pula yang menggunakan dawai logam (steel guitar). A.
Sejarah Gitar Keaslian
gitar tidak dapat dilihat dari keantikannya. Beberapa ahli merasa alat ini
berasal dari benua Afrika,
dimana banyak Replika modern
dalam bentuk
kotak bulat seperti
kulit kerang dengan Gut / benang
benang sutera, di banyak daerah benua itu. Ahli lain menemukan alat ini
dalam bentuk kaca di relief relief batu
tua di zaman Asia Tengah dan Asia Kuno.
Bahan pemikiran lain juga timbul dengan ditemukannya vas vas Yunani
Kuno yang bercorak. Greek
Strings mungkin adalah alat pertama yang dikatagorikan sebagai gitar. 1265
Juan Gil dari Zamora menyatakan
sejarah awal gitar dimulai dari “Ars
Musica”. 1283
–1350
Guitarra Latina dan Guitar
Moresca terdapat pada puisi “Archpriest
of Hita”. 1306
Seorang pemain gitar bermain pada sebuah tempat religius (The
Feast of Westminister) di negara Inggris. 1487
Johannes Tinctoris berpendapat bahwa instrumen gitar
ditemukan oleh bangsa Catalans. 1546
Alonso Mudarra menciptakan komposisi “Tres Libros de Musica
en Cifras Para Vihuela” yang melibatkan gitar didalamnya. 1551
– 1555
Sembilan buku tablatur gitar diterbitkan oleh Adrian
Le Roy. 1600
– 1650
Berbagai jenis tablatur untuk gitar dipublikasikan. Popularitasnya
mulai menyaingi Lute (sejenis
instrumen gitar juga). 1674
Buku “Guitarre
Royal” yang diterbitkan oleh F.
Corbetta yang menaikkan popularitas dari gitar. Buku ini didedikasikan
kepada Raja Louis XIV. 1770
– 1800
Senar ke 6 ditambahkan pada gitar dan semuanya menjadi Single
String. 1800
– 1850
Gitar mengalami puncak kepopulerannya dalam hal penampilan dan
publikasi. Fernando Sor, Mauro Guiliani,
Matteo Carcassi dan Dioniso
Aguado adalah para komposer terkenal yang menulis, mengajarkan dan
menerbitkan komposisi mereka. 1850
– 1892
Seorang produsen gitar Manual
Torres mengembangkan generasi yang kita ketahui sekarang ini. 1916
Segovia mengadakan konser di Ateneo,
yang merupakan gedung konser yang paling terkenal di Madrid pada saat itu. Sebelumnya instrumen gitar dikenal belum bisa
ditampilkan pada even sebesar ini. I.
Perkembangan gitar di Timur dalam kuno
Dipercayakan
bahwa sejarah gitar berasal dari belahan Timur Dalam. Disana para
archeolog menemukan instrumen dan benda benda yang bersangkutan dengannya
sebagai patokan dalam dunia asalnya gitar yang belum begitu dikenal.
Diantara benda benda bersejarah yang ditemukan di Babylonia,
yang paling relevan adalah Plaques
yang terbuat dari tanah liat (1900-1800 B.C.), dimana diperlihatkan sosok
sosok bugil yang sedang bermain instrumen instrumen musik. Beberapa dari
instrumen instrumen itu mempunyai persamaan umum yang mirip dengan gitar.
Analisa lebih lanjut membuktikan bahwa ada perbedaan antara body dan neck gitar.
Bagian belakang dari gitar itu sangat datar; dimana bagian belakang gitar
tersebut menempel pada dada seorang pastur. Ini cukup membuktikan bahwa
tidak ada kemungkinan instrumen tersebut berbentuk Bowl-Shaped / mangkuk. Sangat jelas terlihat bahwa tangan kanan
sedang memetik senar / tali tali. Sayangnya jumlah senar senar tersebut
tidak terlihat jelas. Tetapi
di Plaques lainnya terdapat
sedikitnya ada 2 senar. Bukti bukti dari instrumen instrumen yang
menyerupai gitar telah terlihat; Syria, Susa (sebuah kota kuno di Utara
Teluk Persia : ibukota dari kerajaan Persia). II.
Mesir dan Romawi
Pada
awalnya, satu satunya instrumen musik yang bersenar di Mesir adalah Harpa
yang berbentuk busur / Bow-Shaped.
Beberapa lama kemudian, instrumen yang mempunyai leher yang ditandai
dengan Frets, dan mungkin
terbuat dari benang benang sutera / Gut
yang digantungkan dileher. Pada akhirnya beberapa bagian dan karakteristik
yang akan menjadi sebuah instrumen yang berhubungan dengan gitar dan juga
semua instrumen instrumen bersenar yang mempunyai leher, dengan metode
memetik dan menundukan kepala. Perkembangan selanjutnya membuat instrumen
ini lebih menyamai bentuk gitar. Instrumen
instrumen dari zaman Romawi (30 B.C – 40 A.D) semuanya terbuat dari kayu
yang sebelumnya terbuat dari kulit kambing. Instrumen ini memiliki 5
bagian lubang suara yang kecil. Ciri ciri ini berlaku sampai abad 16.
Sebuah instrumen ditemukan dikuburan Coptic
di Mesir, dimana diperlihatkan bentuk dasar gitar, terdapat lekukan
lekukan yang cukup dalam pada kurva kurva disampingnya dengan bagian
belakang yang sangat mendatar. Permukaan depan dan belakangnya disatukan
oleh potongan potongan kayu yang membentuk bagian samping instrumen ini.
Ciri khas ini dapat ditemukan sampai sekarang. III.
Pertengahan Abad di Eropa
Instrumen pertama eropa yang bersenar dimulai pada abad 3 A.D. Analisa dari abad ke 3 membuktikan bahwa instrumen ini mempunyai kotak suara yang bulat menyambung ke leher yang lebar. Instrumen tipe ini berlanjut digunakan sampai masa yang lama. Ada juga deskripsi instrumen lainnya bermula di Zaman Dinasti Carolingian yang mungkin berasal dari Perancis atau Jerman. Instrumen dari Carolingian ini berbentuk persegi empat, kira kira mempunyai panjang yang sama dengan lehernya, ujung lehernya sedikit melebar dan mempunyai pengikat senar senar yang kecil / Small Pegs. Dalam ilustrasi lainnya, instrumen instrumen ini mempunyai 4 Pegs dan 5 Pegs diinstrumen lainnya. Jumlah senar senar ini bersamaan dan dipetik dengan 2 cara : Dengan jari atau menggunakan Plectrum / alat pemetik senar. Instrumen Carolingian ini tidak berubah sampai abad 14. Guitarra
Latina dan Guitarra Moresca Ada perbedaan antara Guitarra Latina dan Guitarra Morisca. kata Morisca dibawa oleh orang orang keturunan Arab. kotak suaranya berbentuk oval dan mempunyai banyak lubang suara. Pada waktu perjalanannya melewati mesir, sebagian besar orang dari Afrika dan Spanyol menyebarkan ciri ciri utama dari desain gitar ini kepada pembuat instrumen instrumen di Eropa Barat. Kemungkinan yang sama adalah bahwa gitar Spanyol yang pertama adalah buatan Eropa. Hanya yang pasti yaitu pengaruh Arab di Spanyol merupakan awal dari munculnya gitar. The Guitarra Latina mempunyai sisi yang melengkung, yang diperkirakan datang ke Spanyol dari beberapa negara di Eropa. Bentuk tersebut adalah tipe yang dikembangkan menjadi gitar modern. Pencapaian kesuksesan gitar ada hubungannya dengan sifat sifat para pengembara suku Troubadours. Dalam perjalanan gitar menuju Catalonia melewati Spanyol melalui suku Troubadours. Suku Troubadours dibagian Eropa mengadakan wisata dan pertunjukan, serta memperkaya kebudayaan musik secara luas dan memberikan pengaruh besar dalam menyebarluaskan gitar di benua ini. IV.
Abad ke-16 Sampai pada abad pertengahan informasi informasi yang penting mengenai gitar dan silsilahnya telah dilukiskan dalam angka angka dan gambar pada relief relief. Itu menjadi sebuah keyakinan atas fakta yang tidak langsung dan tidak dapat dihindarkan. Dimulai pada abad ke 16, bentuk instrumen instrumen yang ada sekarang ini merupakan fakta fakta langsung. Gitar gitar pada abad 16 didistribusikan sebagai The Vihuela dari zaman Luis Milan, Rizzio Guitar dari Perancis dan Guitarra Battente dari Italia. The
Vihuela The Vihuela berasal dari Spanyol, dimana instrumen ini merupakan 4 Vihuela kecil yang disatukan dan bersenar 5 Guitarra. Pada waktu yang sama munculah alat baru yaitu Lute. Instrumen yang digemari oleh kaum bangsawan dihampir seluruh daratan Eropa. Spanyol adalah pengecualian khusus. Lute juga telah menjadi satu dengan orang orang keturunan Arab yang menentukan aturan aturan main sendiri. Karena demikian kaum bangsawan merasa terhina karena instrumen tersebut juga digunakan oleh bangsa pendatang. Kemudian kaum bangsawan mempopulerkan Guitarra dengan 4 senar yang sama / Double-Strings. Seiring dengan perkembangannya, gitar dengan 4 senar itu diperbesar dan diberikan 6 senar yang sama / Double-Strings. Aturan permainannya sama dan dengan pengecualian dari senar ke tiganya, yang tone-nya turun setengah. Salah satu pemain Vihuela yang terkenal adalah Luis Milan, lahir pada tahun 1500. Pada tahun 1535 Luis Milan menerbitkan sebuah buku yang berjudul Libro de Musica de Vihuela de Mano Intitulalo “El Maestro”. Buku ini merupakan karya yang terpenting bagi Milan. Data terakhir Vihuela tahun 1700 yang mewakili akhirnya perkembangan pentas instrumen. Instrumen ini terbuat dari ukiran logam, Vihuela memiliki lengkungan sepanjang sisi yang dalam dan lubang suaranya berbentuk oval. Kepopularitasan instrumen ini adalah bukti dari kuantitas musik yang masih ada. Tertulis dalam tablatur instrumen ini, setiap baris mewakili senar dan pada tablatur Spanyol dan Italia, senar teratas mewakili senar yang paling dalam. Sementara di Inggris dan Perancis senar senar Vihuelanya pada tablatur, nilai not-nya menunjukan bermacam macam tipe not dan berada dibaris paling atas. Macam macam not ini mirip dengan not yang ada saat ini. Pertama kali dipublikasikan karya tablatur Vihuela Spanyol oleh Luis de Milan tahun 1535, Luis de Narvaez tahun 1538, Alonso de Mudarra tahun 1546. Koleksi Tablatur ini terdiri dari komposisi instrumen terbaik pada zaman Renaissance pada abad 16, yaitu masa keemasan bagi musik Vihuela Spanyol. Gitar
4 Senar Gitar 4 senar asalnya dari Mesir, salah satunya datang dari eropa dan mengalami banyak perubahan bentuk serta bervariasi; bersenar 3, 4 dan 5 senar. Gitar bersenar ini paling populer sampai akhir abad pertengahan. Gitar 4 senar di Italia mempunyai nada G, C, E, A. Dan berbeda di Spanyol notasi nadanya adalah G, D, F#, B. Gitar
5 Senar Dipertengahan Zaman, eksistensi gitar bersenar 3, 4, dan 5 secara bersamaan mulai terlihat. Pada abad 15, instrumen dengan senar 4 double-strings melejit popularitasnya. Gitar 5 senar double-strings yang pertama ditemukan pada sebuah ukiran di Italia. Sebutan dan jenis dari gitar 5 senar ini adalah Guitarra Battente yang mempunyai ciri khas bagian belakangnya melengkung keluar. Tuning untuk instrumen ini adalah A, D, G, B, E. V.
Abad ke-17 Raja Louis XIV dari Perancis dapat memainkan gitar dan mengakuinya gitar sebagai instrumen favoritnya. Guru beliau adalah salah satu pemain gitar Perancis yang terkenal; Robert de Visee (1650-1725). Jean Baptise Lully adalah seorang komposer yang terkenal pada saat itu. Dia memainkan gitar dan mengkomposisikan musik untuk instrumen tersebut. Nama nama dari pemain gitar dalam masa Baroque di Perancis telah tercatat dalam sejarah, contohnya Rene Voboam yang mewakili puncak pembuatan instrumen Perancis di abad 17. Dia membuat gitar pada tahun 1641 yang memperlihatkan pembuatan instrumen gitar yang lebih beronamen. Alexandre Voboam dan anaknya Jean juga membuat gitar yang bernuansa abad ke-17. VI.
Pengaruh di Jerman Di
Eropa Utara tepatnya di Jerman, instrumen gitar mencapai puncak
popularitasnya; Heinrich Schutz (1585-1672), Samuel
Scheidt (1587-1654) dan Johann
Hermann Schein (1586-1630). Contoh dari sebuah gitar pertama Jerman
yang masih eksis sampai hari ini dibuat oleh Jacobus
Stadler pada tahun 1624. Ia mempunyai lengkungan yang khas dan bagian
belakangnya polos dan juga memperlihatkan pengaruh besar desain Itali.
Sebuah gitar abad 17 yang dibuat oleh seorang pendeta, John dari Apsom mempunyai
desain yang sangat berbeda dari gitar lainnya. Bagian belakang gitar ini
dihiasi dengan gambar gambar “Crucifixion”. Pembuat gitar eropa yang paling menonjol adalah Joachim Tielke dari Hamburg (1641-1719). Gitar buatannya dihiasi oleh bahan bahan ivory, tortoise shell, ebony, gold dan silver, mother-of-pearl, jarcanda wood. Hasil karyanya selalu mempunyai kualitas tertinggi dan konsisten. Bagian sampingnya terdapat hasil karyanya yang terbuat dari ivory dengan ukiran gambar Genesis. VII.
Pengaruh di Eropa Timur Di Cekoslovakia, Czech ‘Luthier’ mencoba untuk beradaptasi dengan gitar tipe Battente. Selain adanya 5 double-strings seperti gitar Battente yang asli, gitar Czech ada tambahan satu single-string yang digunakan untuk memainkan ‘Melodic Line’. Gitar gitar yang dibuat oleh Andrees Ott, seorang pakar pembuat instrumen dari Prague memperlihatkan pengaruh dari Italia. Sejarah gitar Polandia diwakili oleh Jakob Kremberg, penyair, penyanyi, dan komposer dari Warsaw. Pentingnya hasil karya Kremberg juga memberikan kita informasi yang penting mengenai tuning instrumen gitar, adalah 1 tone lebih rendah daripada tuning dari instrumen instrumen masa kini. VIII.
Spanyol dan Portugal Salah
satu gitaris yang prominent pada waktu itu adalah Francisco
Corbera. Ia mendedikasikan hasil karyanya yang bernama Guitarra y sus differencias de sonos untuk Philip IV, raja Spanyol dari tahun 1621 sampai 1665. Tetapi gitaris
Perancis yang paling menonjol di abad 17 adalah Gasper Sanz. Sanz mempelajari gitar di Italia dan juga organ dan sejarah musik. Dia menjadi organisator di King’s Chaples di Naples. Pada saat dia kembali ke Spanyol, dia menerbitkan 3 buku musik mengenai gitar di tahun 1674, 1675 dan 1697. Buku buku ini memuat ajaran ajarannya yang ekstensif dalam improvisasi dan performa, dengan menggunakan 2 metode main : Strumming dan Plucking. Dia percaya tehnik Strumming sangat cocok untuk musik dansa. Tuning yang digunakan adalah A, D, G, B, E. IX.
Pengaruh di Italia Faktor utama yang mempopulerkan gitar di Italia dan yang memperkaya literatur gitar adalah diperkenalkannya gaya petik gitar dari Spanyol. Karena itu gitar Di Italia juga dikenal sebagai Chitaria Spagnuola. Gaya petik diwariskan dari tehnik Vihuela yang diadaptasikan oleh orang orang Spanyol untuk gitar mereka. Chitaria Spagnuola adalah tehnik umum pada abad 17 dan pemakaian “Spanish Guitar” berlanjut sampai hari ini sebagai lanjutan pemakaiannya dari abad 17. Dua tehnik permainan gitar ini sangat berbeda pada tehnik Strumming dan Plucking dan eksis bersamaan di Italia pada abad 17. Tehnik petik ini diekspresikan dalam bentuk notasi tablatur. Strumming of Chords didedikasikan oleh notasi spesial yang dikembangkan oleh komposer komposer Italia dari abad 16 dan abad 17. X.
Abad ke-18 Pada abad 18, kenaikan jumlah gitaris sama dengan jumlah komposer. Adapun beberapa komposer yang terkenal pada saat itu antara lain; Johann Arnold (1773-1806), Friedrich Baumbach (1753-1813), dan Johann ChristianFranz (1762-1814). Aspek terpenting dalam musik gitar di Jerman pada abad ini menggunakan instrumen gitar dalam variasi kombinasi “ensemble”. Contohnya; gitar dan Flute, gitar dan bass, gitar, biola dan bass. Pemain pemain dan komposer komposer abad 18 Salah
satu komposernya adalah Trille Labarre, dia mengarang komposisi untuk
gitar solo, gitar dan biola, gitar dan nyanyian. Komposer lainnya adalah;
Antonie Lemoine (1763-1877) seorang “Virtuoso”
terkenal yang mengkomposisikan dan memainkan dengan biola. B. Vidal
berperan berperan sebagai pemain, guru dan komposer. Dia menulis Nouvelle
Methode. Gitar
bersenar 6 Gitar bersenar 6 merupakan inovasi yang berasal dari abad ke-18. Gitar tersebut berasal dari Italia dan sangat digemari serta sangat populer. Alasan alasanya adalah; 1. Guitarra Battente dari Italia, yang muncul di akhir abad 17 dan di awal abad 18, mengalami perubahan menjadi 6 senar. Dimana setiap senarnya terdapat 2 senar (double-strings). 2. Tahun 1732, J.B.F.K Majer menciptakan tunning pada gitar bersenar 6. 3. Gitar bersenar 6 yang berasal dari Jerman, dibuat oleh Otto, dibuat berdasarkan metode Italia. XI.
Abad ke-19 Pada
awal pertengahan abad 19, minat baru untuk instrumen ini dipusatkan di
kota Vienna. Kota Vienna sendiri menjadi pusat alat musik dan para musisi
dari seluruh eropa. Pertujukan pertunjukan musisi tersebut memberi
dorongan awal yang mana gitar menjadi suatu alat instrumen yang serius.
Seperti Mauro Giuliani (1780-1840) yang menginisiatifkan trend tour gitar
untuk para gitaris. Kemudian Fernando Sor gitaris asal Spanyol yang
terkenal di era Romantic Spanyol
dan satu satunya serta gitaris pertama yang diundang oleh London
Pihlharmonic Society. XII.
Abad ke-20 Adalah abad dimana kita menjadi saksi terhadap perkembangan gitar yang tak terduga drastis sebagai instrumen artistik untuk berekspresi. Juga sebagai satu satunya abad yang menyambut gitar dipanggung konser. Ada 2 alasan dasar kepopularitasan gitar; 1. Diakari oleh fenomena yang terdapat di abad 20. Perkembangan teknologi revolusioner dan perkembangan komunikasi media massa dan transportasi yang lebih cepat serta efisien adalah aspek aspeknya terlihat. Radio, TV, industri rekaman, satelit komunikasi, transportasi jet telah membantu memperlihatkan instrumen ini secara global. Musisi dapat mengadakan konser diseluruh dunia dalam waktu yang singkat. Mereka bisa mencapai penonton penonton yang jumlahnya besar, bukan hanya penonton dipanggung konser tetapi juga penonton dirumah untuk menyaksikan lewat televisi, mendengarkannya lewat radio dan melalui rekaman rekaman (piringan hitam, kaset dan CD), juga melalui internet. Para komposer, pemain atau pendengar, menciptakan banyak kesempatan untuk membangkitakan minat bermain gitar. 2. Walaupun tidak sedramatis sebelumnya bukan berarti tidak signifikan. Ini adalah perluasan, konsekuen alami dari perkembangannya yang telah terjadi diabad abad sebelumnya. Abad 19 diingat sebagai abad dimana Francisco Tarrega (1852-1909) membawa teknik gitar pada sebuah titik seni yang murni, yang telah siap menyambut kedatangan teknik modern. Para pembuat gitar yang terkenal seperti Luthier Antonio Torres (1817-1892) mengembangkan sebuah instrumen dengan sedikit variasi yang sampai hari ini mampu diakui sebagai gitar. Even even yang penting ini telah merealisasikan pentingnya peranan gitar diabad 20. B.
Jenis Gitar
Kegunaan
amplifier pada gitar belum dipakai pada zaman ini. Amplifikasi mulai
diperkenalkan pada gitar “Dobro”
/ gitar Resonator yang dimulai
oleh Dopyera brothers, imigran Slovakia
di Amerika. Mereka menemukan
inovasi pada gitar apabila bahan gitar dibuat dari bahan metal dan
ditambahkan lempengan logam (Pie
Plate) dengan ketebalan tertentu
maka akan meningkatkan resonansi suara yang 2 kali lebih besar dan 2 kali
lebih keras suaranya. Jenis gitar ini diproduksi untuk dimainkan dengan
musik orchestra dan menjadi sangat populer pada tahun 1920-an dan 1930-an
dikalangan musisi Blues dan Jazz. Kemudian
pada saat perang dunia ke-2 bahan dasar gitar “Dobro”
diganti menjadi kayu, untuk menggantikan bahan logam yang sangat mahal
harganya, hanya resonatornya saja yang masih menggunakan bahan metal. Seiring
dengan perkembangannya, gitar terus
mengalami banyak inovasi sesuai dengan tuntutan penggunaannya. Akan
tetapi musisi Country, Blues
, dan Jazz mulai menciptakan
berbagai jenis Tone dan Sound yang dapat dihasilkan oleh gitar dari tehnik seperti Bend,
Sustain dan lain lain. Variasi
dari sound tersebut juga mendorong perkembangan dari musik Rock and Roll yang timbul di tahun 1950-an. Les Paul adalah orang pertama yang bereksperimen dengan sound gitar
elektrik pada sekitar tahun 1940. Gitar elektrik pertama adalah berupa hollow-body
/ gitar kopong, kadang berupa 2 buah lubang suara berbentuk huruf S-Shaped
pada bagian depan badan gitar. The
Pick Guitar dan
The Finger-Style Guitar. I.
The Pick Guitar
The
Pick guitar
dimainkan dengan memetik senar dengan sebuah pick,
dimana pick ini bentuknya bulat
pipih seperti buah Almond yang
terbuat dari tempurung penyu atau plastik. Perbedaan
gitar jenis ini
adalah terdapat 2 buah lubang suara yang berbentuk S-Shaped
pada badan bagian depan gitar. Senarnya terbuat dari kawat dan tersambung
pada Tailpiece / ujung pengikat
senar. Fingerboard / leher gitar
berdekatan dan ditandai dengan garis besi / namanya Frets.
Frets merupakan tempat dimana
jari tangan sebelah kiri menekan senar. Gunanya untuk mempermudah bagi
pemain untuk mencari not not dan bermain dengan irama. Sejak
pertengahan dekade 30-an, Pick
Guitar telah dibuat / diubah menjadi
Electric Guitar
dengan memasang Contact Microphone dibawah senar atau Pickups. Pada umumnya, gitar mempunyai jumlah dawai 6; lalu muncul gitar dengan 12 dawai yang lebih lazim digunakan dalam kancah musik country. Pada dekade 50-an, muncul gitar dengan dua neck (fretboard); yang satu berdawai 6 dan satunya berdawai 12 (seperti yang sering digunakan oleh John McLaughlin). Kemudian muncul pula gitar berdawai 7 (seperti yang biasa dipakai oleh Bucky Pizzarelli), bahkan muncul pula gitar berdawai 10. Elektrik gitar lalu berkembang; Solid-Body (seperti yang sudah dijelaskan diatas tanpa bunyi resonansi, hingga benar-benar suara elektrik) jenis gitar hollow-body dan semi-hollowed. Jenis elektrik gitar seperti itu lazim digunakan dalam kancah musik rock / pop. Jenis elektrik gitar tersebut pun berlanjut dengan penggunaan aneka macam sound effect. Bagian
dari Electric Guitar Gitar adalah unsur terpenting dalam sebuah band. Gitar yang kita kenal di zaman sekarang ini mempunyai jenis dan bentuk yang beraneka ragam. Tetapi yang akan kita bahas kali ini adalah inti dari bagian-bagian guitar. II.
The Finger-Style
Guitar The
Finger-Style Guitar
dimainkan dengan memetik senar dengan jari jari. Senar senarnya terbuat
dari Nylon, Sutera dan kawat. Gitar ini mempunyai satu lingkaran lubang
suara. C.
Bagaimana cara gitar dimainkan ? Cara
memegang gitar yang baik bagi pemula dapat diuraikan sebagai berikut; 1. Letakan gitar pada pangkal paha. Pegang gitar diantara jempol dan telunjuk tangan kiri. 2. Tangan kanan diletakkan secara melingkar pada badan gitar, membawa jari jari dekat ke senar. Tekan senar gitar pada papan pijit-leher gitar / FingerBoard sesuai dengan nada yang akan dibunyikan. 4. Latihlah kemampuan jari jari tangan kita untuk menekan senar (sesuai dengan nada yang diinginkan) sehingga nada yang dihasilkan terdengar sempurna. Nama
nama dari senar senar dimulai dari yang paling tebal (terendah dalam
tangga nada) dan menuju ke yang paling tipis (tertinggi dalam tangga nada)
yakni E, A, D, G, B, E. Pada
permainan gitar kita mengenal tiga buah nada atau lebih yang dibunyikan
secara bersamaan, yaitu Akor.
Yang biasa dikenal dengan Grif.
Biasanya Akor digunakan untuk
mengiringi lagu atau melodi. Setiap Akor mempunyai bentuk dan corak yang
berbeda sesuai dengan unsur unsur nada yang membentuknya. Untuk
mempermudah membaca Akor pada sebuah tablatur, perhatikan dan hafalkan
keterangan keterangan berikut ini; Lambang
Akor
M
: Mayor m
: Minor Dim(0):
Diminished 7
: Dominant Seven Aug/+
: Augmented Sus
: Suspended Kode
jari tangan kiri;
jari jari yang digunakan untuk menekan unsur nada sebuah Akor 1
: Telunjuk 2
: Jari tengah 3
: Jari manis 4
: Kelingking Tanda
Kromatik
b
: Nada diturunkan setengah nada, dibaca Mol
atau Plat. #
: Nada dinaikkan setengah nada, dibaca Kruis
atau Sharf. Tanda
pada Senar
Kotak
hitam
: Nada dasar (Root). Lingkaran
: Senar dibunyikan tanpa dipijit. Lingkaran
hitam :
Senar dibunyikan dengan dipijit. Tanda
silang
: Senar mati, tidak dibunyikan (Dead
String). Angka
Romawi; (I, II,
III, IV, V dan seterusnya) menunjukkan kolom gitar. Penggunaan akor pada sebuah lagu harus disesuaikan dengan nada nada atau melodi lagu yang akan dimainkan. Biasanya, seorang pemula akan menghadapi kesulitan mencari akor yang sesuai dengan nada atau melodi sebuah lagu. Untuk melatih keterampilan penggunaan akor pada tangga nada mayor, sebagai berikut; 1 2 3 4 5 6 7 1 : Tangga nada I II III IV V VI VII VIII : Kode penggunaan akor C Dm Em F G Am B C : Jenis akor Jika akor C, Dm, Em, F, G, Am, B0 dan C dibunyikan secara berurutan, akan menghasilkan nada nada yang sesuai dengan tangga nada C = do. Jenis akor yang digunakan sebagai berikut; C 1 : akor mayor Dm 2 : akor minor Em 3 : akor minor F 4 : akor mayor G 5 : akor mayor Am 6 : akorminor B0 7 : akor diminished C 8 : akor mayor Akor pokok adalah akor yang selalu digunakan untuk mengiringi sebuah lagu. Pada tangga nada mayor diatas, yang termasuk kedalam akor pokok adalah akor I, IV dan V (C, F dan G). Buktinya akor C yang digunakan pada lagu lagu yang bernada dasar C = do, selalu disertaidengan akor F dan akor G. Akor Bantu dapat disisipkan untuk memperindah komposisi sebuah lagu. Akan tetapi, keberadaannya tidak mutlak. Penggunaan akor bantu disesuaikan dengan kebutuhan keindahan sebuah lagu. Berikut ini akor Bantu pada tangga nada mayor dengan nada dasar C = do; II III VI VII : Kode penggunaan akor Dm Em Am B0 : Jenis akor Untuk melatih keterampilan penggunaan akor pada tangga nada minor, sebagai berikut; I II III IV V VI VII VIII : Kode penggunaan akor Am Bo C Dm Em F G Am : Jenis akor Jika
akor Am, Bo,
C, Dm, Em, F, G dan Am dibunyikan secara berurutan, akan menghasilkan nada
nada yang sesuai dengan tangga nada Am. Jenis akor yang digunakan sebagai
berikut; Am I : akor minor Em V : akor minor B0 II : akor diminished F VI : akor mayor C III : akor mayor G VII : akor mayor Dm IV : akor minor Am VIII : akor minor Seperti
pada tangga nada mayor, untuk mengiringi sebuah lagu dengan nada dasar Am,
pemakaian akor akor di atas dibedakan berdasarkan fungsi akornya, yaitu
akor pokok dan akor Bantu. Akor pokok tangga nada minor di atas adalah Am,
Dm dan Em, sedangkan akor bantunya adalah B0, C, F dan G. Selamat berlatih !!
|