Deused
Without Friends, we're nothing !!!
Surat dari Tuhanmu
photo
Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau

akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta

pendapatKu atau bersyukur kepadaKu atas suatu hal indah yang terjadi

dalam hidupmu kemarin. Tapi aku melihat engkau begitu sibuk

mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.

Aku kembali menanti

Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu

bagimu untuk berhenti dan menyapaku. Tapi engkau terlalu sibuk. Di

satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama 15 menit tanpa

melakukan apapun. Kemudian aku melihat engkau menggerakkan kakimu.

Kukira engkau akan berbicara kepadaKu. Tapi engkau berlari ke

telepon dan menelepon seseorang teman untuk mendengarkan gosip

terbaru.

Aku melihatu ketika engkau pergi bekerja dan aku menanti

dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatankmu. Aku berpikir

engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaku.

Aku melihatmu ketika engkau pergi berkerja dan aku menanti

dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, aku berpikir

engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaku.

Sebelum makan siang aku melihatmu memandang ke sekeliling,

mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaku, itulah sebabnya

mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga

atau empat meja disekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara

kepadaku dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak

melakukannya. Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan aku

berharap engkau akan berbicara kepadaku, meskipun saat engkau pulang

ke rumah kelihatannya banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan,

emgkau menyalakan televisi, aku tidak tahu apakah kau suka menonton

televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu ke sana dan

menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan

apapun, hanya menikmati acara yang ditampilkan. Kembali aku menanti

dengan sabar saat engkau menonton tv dan menikmati makananmu, tetapi

kembali kau tidak berbicara kepadaku.

Saat tidur kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah

mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat

tidur dan tidak lama kaupun tertidur. Tidak apa-apa karena mungkin

engkau tidak menyadari bahw aku selalu hadir untukmu.



Aku lelah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku

bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain.

Aku sangat mengasihimu, setiap hari aku menantikan sepatah kata,

doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah….engkau bangun kembali dan kembali aku menanti

dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiku sedikit waktu.

Semoga harimu menyenangkan.



-yang selalu menyertaimu setiap saat-

TUHANmu
2006-07-10 05:31:33 GMT
Hosted by www.Geocities.ws

1