|
|
Index > Home > Musik > Iga Mawarni
|
Prestasi puncak ia raih ketika Iga menyabet juara II Bintang Radio Televisi Tingkat Nasional tahun 1989. Ketika ia menyanyi di sebuah acara -- sebelum mengikuti Festival Bintang Radio dan Televisi -- seorang produser kepincut dengan suaranya. Ketika itu ia masih SMA di Solo. Sulung dari tiga bersaudara ini lantas ditawari rekaman.Tapi, dia cuek beibeh saja. ''Waktu itu saya cenderung tidak menanggapi karena yang ada dalam pikiran saya saat itu, saya kan masih sekolah dan nggak punya cita-cita jadi penyanyi. Di samping itu saya juga mikir, ah orang ini pasti bohong. Biasa... orang dari kota besar, dalihnya ingin mengajak rekaman,'' katanya. Eh, saat akan lulus SMA, tawaran itu datang lagi. Kebetulan, cerita Iga, ia berencana melanjutkan kuliah di Jakarta. Meski menjadi penyanyi tak pernah tebersit dalam pikirannya, akhirnya tawaran itu diterima. ''Saya terima tawaran membuat album rekaman itu karena saya suka lagu-lagunya yang berirama jazz dan bosanova yang kebetulan cocok dengan karakter vokal saya,'' tuturnya. Album perdana Iga itu -- dengan hit Kasmaran -- diluncurkan pada 1991 dan sukses. Album kedua Iga Iga Lagi diluncurkan tahun 1999. ''Selama delapan tahun kemarin justru banyak yang saya pelajari dan dalami dari dunia musik. Setelah saya merasa matang dan siap, akhirnya saya kembali lagi ke dunia yang memang sudah dekat dengan saya sejak kecil,'' tutur Iga. Selain menyanyi, Iga juga getol menimba berbagai disiplin ilmu. Ia pernah kuliah di fakultas psikologi salah satu universitas swasta di Jakarta, D3 Jurusan Sastra Belanda UI, Program Pendidikan Advertising di UI, Public Relation dan Diploma Design Grafis di Interstudi. Saat ini, selain sibuk dengan menyanyi, Iga juga bekerja di sebuah perusahaan advertising, hasil kerja bareng Iga bersama teman-temannya. Apa yang membuat Iga tertarik pada musik jazz? "Buat saya jazz itu unik. Bagi saya musisi jazz itu brilian, tingkat musikalitasnya tinggi. Bukannya saya mengecilkan musisi lain. Mereka masing-masing bisa berimprovisasi sebebas-bebasnya, seruwet-ruwetnya tapi jalurnya tetap sama. Menyanyi lagu jazz membuat saya lebih hidup." DISKOGRAFI Iga (1991) |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Design By �
2002 AM - NJ All Right Rreserved.
Please send comment to [email protected]