Nama : Ahmad Mufty
Panggilan : Mufty, Mutti
TTL : Ujung Pandang, 24 Juli 1982
Alamat : Jalan Tanjung Palette No. 43 Makassar
Hobby : bermain sepak bola
Ciri – ciri : orangnya gagah, cerdas, suka tersenyum, kulit hitam manis.
Kampung : Selayar

Halo, saya Mufty.

Aku anak terakhir dari lima bersaudara, sewaktu kecil saya memiliki sebuah kelebihan dibandungkan dengan anak-anak yang lain, mau tahu saya tidak sempat masuk di Taman kanak – kanak. Waktu SD saya sekolah di SDN Matoangin II, di sekolah tersebut saya merupakan anak yang cerdas, karena saya tidak pernah dan tidak mau kalau saya tidak memperoleh peringkat kelas walaupun itu peringkat ke 20 dari 21 siswa.

Setelah enam tahun di SD akhirnya saya berpindah sekolah ke SMP Negeri 1 up. Disekolah ini saya menjalani proses pendidikan selama 3 tahun dan kemudian masuk ke SMU Negeri 3 up. Sewaktu di SMU saya memiliki teman dari berbagai macam karakter seperti peminum, pemakai, preman, dll. Namun mereka semua pada dasarnya mereka semua baik kalau mereka tidak lagi ......

Di sekolah ini saya menyadari arti dari kebersamaan, kekompakan. Sehingga sewaktu aku akan meninggalkan masa-masa SMU, saya meraasa bahwa tiada kenangan yang dapat dilupakan selama bersekolah disana.

Untuk mempersiapkan UMPTN saya bimbel di JILC, disana saya melihat seorang lelaki, dari penampilannya yang gondrong dan tingkah lakunya yang membuat benci, saya seakan ingin memukulnya. Dan tiba waktu UMPTN saya selokasi dengan lelaki tersebut, tapi semakin kagetnya saya ketika lulus di kimia, lelaki tersebut pun masih ku temukan di fakultas MIPA, yang belakangan saya tahu bahwa saya sejurusan dengannya. Tahukah kalian siapa lelaki itu dialah WAHYU RIZANDI yang juga sering membuat teman-teman di jurusan merasa jengkel.

Setelah satu setengah tahun berkuliah (semester 3), orang yang paling kusayangi, paling kucintai, yang sering memberiku pengarahan telah meninggalkanku untuk selama-lamanya, dialah Ayahku tersayang. Sepeninggalnya saya merasa lemah bila aku mengingatnya, atas kebaikan teman-teman yang bersedia menghiburku saya pun merasa tegar kembali.

Sebelum Ayahku meninggal dia sangat ingin melihat anaknya menjadi sarjana, dan keinginannya itupun telah terpenuhi dengan di wisudanya kakakku yang di fakultas teknik jurusan elektro. 3 hari kemudian beliaupun jatuh sakit dan dirawat di RSU Haji, pada hari Rabu pukul 00.00, yang pada akhirnya ia meninggal pada hari Ahad di RSU Wahidin, pukul 13. 30.

Sampai saat saya mengetik profil ini, kini saya telah semester 9 dan sementara menyiapkan apa yang perlu disiapkan untuk dapat segera memperoleh gelar S.Si kalau belum berubah menjadi Drs (kata orang).

Dan pada akhirnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya ke profil saya, dan semoga sukses di dunia dan akhirat.

Sebelumnya saya ingin menyampaikan sedikit pesan “jangan lah pernah mengucapkan kata seandainya, janganlah pernah melihat kebelakang biarkanlah apa yang telah terjadi menjadi pelajaran bagi kita, sekarang saatnya kita memandang, melangkah kedepan untuk masa depan yang lebih baik. Oh iyaa jika kalian ingin merasa puas maka memandanglah ke bawah (pandangilah orang-orang yang kurang beruntung di banding kalian) dengan demikian kalian akan merasa puas dengan apa yang kalian peroleh.

Wasassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1