19 November 2004, 09.01 AM

Lebaran dan Tradisi Pulkam

"Horee, dah mau Lebaran nih, pulkam lagi deh!", demikian celutukan riang yang lumrah terdengar kala menjelang Lebaran. Dan kuliah pun digenjot sekencang mungkin agar pulkam bisa sesegera mungkin, malah gerombolan mahasiswa gundul tega meninggalkan praktikum demi niatan pulkam terlaksana, "Libur ndak libur tetap pulkam!!!", begitu semboyan mereka.

Pulang kampung (mudik), bagi sebagian mahasiswa sudah menjadi tradisi wajib ketika Idul Fitri tiba. Namun mungkin hanya sebagian orang yang tahu bahwa antara Idul Fitri dan Lebaran adalah dua hal yang 'berbeda'. Idul Fitri, seluruh Muslim pasti tahu, sedangkan Lebaran merupakan tradisi yang tumbuh dan berkembang dari budaya Melayu yang sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, dan di setiap daerah tradisi Lebarannya pun berbeda. Tradisi sungkeman tumbuh di masyarakat Jawa, suku Sasak (P.Lombok) mengenal tradisi Lebaran Tupat yang dilaksanakan satu minggu setelah Idul Fitri. Suku Bugis, Makassar, Mandar, Bima dan suku-suku lain pasti mempunyai tradisi yang berbeda.

Begitu kuatnya kebudayaan ini mengakar pada kehidupan masyarakat Melayu (Indonesia umumnya) sehingga berlebaran sebisa mungkin dilaksanakan bersama keluarga di kampung halaman. Hal inilah yang mendorong mahasiswa rantauan menjadikan Lebaran sebagai agenda wajib pulang kampung tiap tahunnya.

Syafaa pulang ke Palopo, Innah ke Kolaka, Anto ke Unahaa, Sofyan kamu pulang kemana???

27 Agustus 2004, 01.49 PM

Semester Baru

Ups!, tak terasa sudah mau masuk semester IX nih, semester injury time buat anak 2000. Tapi masih beruntung karena ada yang menjadi penyelamat, Yani dan Nini semester ini bakal diwisuda. Dan anak-anak yang lain pun kebanyakan sudah habis kuliahnya, "Sisa persiapan kompre", katanya. Meski harus diakui selain itu masih ada beberapa orang yang kondisinya menyedihkan, jumlah SKS minim, IPK jeblok dan motivasi ndak nambah-bambah (demi nama baik yang bersangkutan, namanya dirahasiakan).

Terlepas dari semua itu, cepat tidaknya seseorang selesai tergantung dari orientasi yang bersangkutan. Ada yang berpendapat bahwa ada dua type selesainya seseorang, selesai tepat waktu dan selesai pada waktu yang tepat. Semua orang mungkin bisa mengejar untuk selesai tepat waktu, namun apakah dia selesai pada waktu yang tepat?, belum tentu. Hal ini mungkin yang mendasari kalau ada anak-anak yang masih mengulur-ulur waktu selesainya, "Masih mau menunggu waktu yang tepat" katanya.

Yang jelas, kesuksesan seseorang tidak ditentukan oleh cepat atau lambatnya seseorang diwisuda. Kuliah adalah hal yang sangat gampang, yang susah adalah cari kerja, dan yang lebih susah lagi adalah.... dapat kerja dengan gaji tinggi ditemani oleh istri cantik dan hidup bahagia selamanya, setuju ndak? (mimpi kali ye?).

16 Agustus 2004, 03.16 PM

Happy Marry

Beberapa pekan yang lalu, ketika tengah berbincang-bincang dengan seorang teman (akhwat), saya merasa ada yang sedikit berbeda tentang topik yang kami bicarakan. Kali ini kami seperti terjebak dengan pembicaraan yang mengarah kepada segala sesuatu tentang pernikahan. Tetapi hal ini saya anggap sesuatu hal yang wajar mengingat kami biasa berbagi cerita tentang banyak hal.

Beberapa pekan kemudian, saya mendapat kabar dari salah satu teman dekatnya bahwa dia akan segera walimahan. Dan ini baru saya anggap suatu surprise karena hal ini belum pernah terbayangkan sebelumnya. Dan teman-teman seangkatan pun sempat terkaget-kaget begitu mengetahui hal ini seraya mengucapkan selamat buat si empunya berita.
***
Detik-detik pernikahan merupakan saat-saat terindah dalam kehidupan seseorang. Biasanya calon mengantin menyiapkan dirinya secara fisik maupun mental, lahir maupun batin untuk menghadapi momen terindah dalam hidupnya. Di benaknya tergambar sejuta pesona keindahan hidup bersama tambatan hatinya dalam mahligai rumah tangga yang tenteram. Tentunya akan lebih indah dan mengesankan bila proses pernikahan itu seluruhnya diatur dengan tuntunan yang benar.

Pernikahan adalah sebuah hal yang agung yang memiliki banyak keutamaan dan pelajaran berharga. Di dalamnya ada kasih sayang, cinta dan ketenangan. Sebagaimana terkandung pula bentuk-bentuk tanggung jawab dan penunaian amanah yang indah. Terlebih, ia adalah bentuk ibadah bagi seorang muslim kepada Rabbnya.

Selamat buat Irianti, semoga impian indahnya tentang pernikahan dapat terwujud***.

5 Agustus 2004, 03.15 PM
Happy 4th Anniversary

Masih ingat tanggal 21 Agustus 2000? Hari tersebut adalah hari pertama angkatan 2000 kuliah secara formal di Unhas. Memang sih, sebelum itu kita pernah masuk kuliah, tapi namanya Stadium General yang disajikan buat mengganti penataran P4. Lagipula mahasiswanya campur aduk satu Unhas.

Pada hari itu suasana kelas serba kaku dan dibuat-dibuat. Di kelas 3A, waktu itu jadwalnya Kalkulus Dasar I, karena dosennya ndak masuk, anak-anak berinisiatif untuk mengisinya dengan acara perkenalan. Dan dengan mimik yang dibuat-buat, satu persatu pun maju memperkenalkan dirinya masing-masing. Ndak ada gap kelompok, semuanya saling berusaha untuk saling akrab satu sama lain.

Momen itu terjadi empat tahun yang lalu, dan sekarang hal tersebut ndak perlu dilakukan lagi setiap kali kita masuk kelas karena kita sudah sangat mengenal pribadi kita satu sama lain.

Adalah sesuatu yang sangat wajar jika dalam interaksi kita sehari hari, kita membutuhkan seorang sahabat (bukan sekadar teman) yang 'sejalan' dengan kita, yang dalam keseharian selalu diharapkan ada di sisi kita. Namun jika hal tersebut menyebabkan kita membuat jarak dengan teman yang lain, kita mesti berpikir ulang tentang arti sebuah persahabatan.

Empat tahun kebersamaan kita ndak perlu dirayakan, namun satu hal patut kita renungkan, akankah dengan semakin bertambahnya usia kebersamaan kita, kita semakin menjauh?***

5 Agustus 2004, 03.16 PM

S e m i n a r


Seminar, tiba-tiba kata ini sekarang menjadi ngetrend terutama di kalangan anak-anak yang punya rencana selesai akhir tahun ini. “Eh, kapan kau mau seminar?”, pertanyaan ini menjadi sangat lazim didengar tiap harinya, sebagian meresponnya dengan anggukan mantap pertanda bahwa dia sedang atau sudah melaksanakannya, sebagian lagi menganggap pertanyaan itu lebih cocok sebagai hinaan, karena jangankan mau seminar, judul penelitian saja belum ketemu, atau bahkan masih berkutat dengan masalah indeks prestasi yang masih jeblok.

Hebatnya lagi, gaung seminar bukan hanya dirasakan oleh anak 2000 saja, anak 2001 bahkan 2002 ikut-ikutan latah ‘menyukseskan’ hajatan tersebut. Tendensinya pun macam-macam, ada yang memang berniat tulus menggali ilmu dari hasil presentase pembawa seminar, ada yang sekedar mendapatkan tanda tangan buat kartu kontrol seminar, memberi motivasi buat sang pembawa seminar, sampai sekadar mencari menu sarapan yang cocok.

Pembawa seminar pun seketika menjadi orang penting, ketika seminar usai, dia langsung dikerubungi layaknya seorang selebritis yang diuber-uber oleh fansnya. Juga dengan tendensi macam-macam, ada yang berburu tanda tangan, memberi ucapan selamat atau menanyakan apakah masih ada makanan yang tersisa.

Eh, tentang kartu kontrol, agak mengherankan juga bila anak-anak begitu antusias untuk mengisinya, padahal kalau orang mau seminar tidak pernah pihak jurusan mengecek kartu kontrolnya. Saya jadi teringat ketika waktu SD rajin sekali shalat Tarwih hanya untuk meminta tanda tangan Imam di buku Imsakyah Ramadhan. Namun itulah jurusan Kimia, terkadang kebijakan keluar tanpa pertimbangan efektifitas.***

11 July 2004, 21.30 PM
S a t u - s a t u . . . . .

Seiring perputaran waktu, tak terasa sudah hampir empat tahun kita bersama-sama sebagai anak Kimia 2000. Sudah tak terhitung kisah yang kita ceritakan selama kebersamaan itu ada. Semua terasa seperti terjadi dengan tiba-tiba, padahal serasa baru kemarin jadi maba, koq sekarang sudah mau pisahan ya.

Seandainya sekarang bisa pinjam mesin waktunya Doraemon, yang pertama ingin dilakukan adalah kembali ke saat-saat kita baru kenal. Saat-saat yang menggelikan dimana tutur kata dan mimik muka dibuat sesopan dan sehalus mungkin, saat suasana kelas terasa sangat kaku karena belum saling kenal, saat senyuman menjadi bahasa yang paling dominan, saat cowok-cowoknya saling berkompetisi secara diam-diam menarik hati teman ceweknya, saat….

Kalaupun mesin waktunya Doraemon ndak bisa dipinjam, kita masih bisa mengingatnya sambil tersenyum. Dan sampai kapanpun semoga, lembaran-lembaran cerita itu masih akan tersimpan rapi dalam file-file otak sebagai bahan cerita yang tak lekang oleh perputaran bumi.

Selamat buat Ros, Yani, Siar, Nini, dan teman-teman yang Insya Allah selesai bulan September***

12 July 2004, 01.34 AM
M a t a h a r i

Pernahkah menyaksikan matahari tenggelam di cakrawala? Nuansa warna jingga menyeruak diantara awan tipis lembayung menghamparkan mahakarya lukisan sang maestro pemilik semesta. Sinar lembutnya membelai pantai dan lembah seraya berujar "Sudah waktunya". Angin yang luar biasa sejuk berhembus mengalunkan dendang ninabobo bagi seluruh alam. Sementara rembulan yang terlihat kecil terlihat mengintip dari jauh, sembari tersenyum malu-malu dia berkata pada matahari, "Saya akan menggantikanmu".

Semuanya dirasakan sangat indah. Namun sayangnya berlalu dengan begitu cepat. Rasanya ingin menghentikan perputaran bumi untuk sejenak saja agar saat-saat itu masih bisa dinikmati.

Kehidupan seperti matahari dan sisi bumi.

Perpisahan selalu menghadirkan nuansa lain dalam sisi kehidupan. Saat-saat dimana kita akan terkenang pada romantika masa lalu yang telah mewarnai kehidupan kita sekarang. Dan seketika kesemuanya menjadi terlalu indah untuk membiarkannya terlepas menjauh.
Kehidupan seperti matahari dan sisi bumi.

Namun yakin saja, matahari masih akan menyapamu esok pagi***

 

 

 

 

 

Hosted by www.Geocities.ws

1