Back to Nature
.jpg)
Yang namanya kemah tak pernah kulewatkan di
organisasi yang pernah kuikuti, terhitung banyak sekali, seruuuu !!!! banget
tidur di alam, yang belum ngerasain rugi dech Tuhan nyiptain kita dan alam-alam
sekitarnya, Pasti tiap kemah mempunyai kesan yang berbeda-beda, mulai dari
kejadian yang aneh-aneh (mistis), apalagi pas jadi panitia, wuih.. tugasnya
berat banget !, mulai dari buat surat ke koramil-polsek-kepala desa yang kita
tinggalkan dan juga hal yang sama juga kita lakukan pada pada tempat tujuan kita
camp, ngurus adik-adik, ngurus tamu pengunjung perkemahan yang rada-rada
kebanyakan tamunya orang-orang ga bener, paling-paling tamu tersebut datang
untuk gangguin adek kelas terutama cewek-ceweknya!, jadi aku mesti gimana,
dihalusin dia tambah menjadi-jadi, dikerasin dia bisa berulah. Pusiiing kalo
kemah sebagai status pramuka.
Lebih baik kemah dengan orang-orang yang berpengalaman, pernah juga aku kemah
berangkat dari rumah cuma ber-enam, hebatnya lagi berangkat jam 3 sore ke G.
batur, tahu sendiri kan jam berapa sampai dari Denpasar ditambah hujan yang
lebat sekali, disana sampe jam 7 malam diatas puncak , Na... mau tidur dimana,
terpaksa nyari kayu buat tiang tenda pake senter diatas puncak jam segitu,
nebang pohon sembarangan. Lokasi ga tahu, terpaksa mendirikan tenda secara
sembarang !, Lebih mirip manusia purba yang pada masa nomaden menjelang bercocok
tanam, :). Paginya ga disangka kami mendirikan tenda cuma 3 meter disamping
jurang, baru kelihatan setelah pagi !. Coba kalo angin kencang malam itu,
mungkin blog ini ga akan pernah ditulis. Perkenalkan teman-teman waktu itu yang
ga punya kerjaan, ada Komang, Kadek Maha, Mas Cecep, Mas Devi Christian, Regen,
and Me !!!, Go to Next Camping