Allah SWT menciptakan di alam semesta ini dengan segala keteraturan. Keteraturan ini membuktikan kekuasaan Allah yang abadi, yang menciptakan alam semesta dari ketiadaan lalu memberibentuk.

            Ketika menjelajahi alam semesta, kita memukan banyak contoh keteraturan. Dunia yang kita tempuh ini hanyalah salah  satu darinya. Dengan segala keistimewaanya yang luar biasa stabil, yang membuat cocok bagi berlangsungnya kehidupan makhluk hidup.

            Jarak bumi dari matahari, kemiringan sumbu bumi terhadap orbit, keseimbangan dalam atmofernya, kecepatan rotasi bumi pada sumbunya, kecepatan mengelilingi matahari, fungsi laut dan gunung bumi, Sifat-sifat interaksi diantara makhluk hidup, semua ini hanyalah beberapa unsur dari keseimbangan ekologis yang terdapat di bumi.

 

MATAHARI dan BULAN

1.Matahari itu, tiap hari terbit dari timur kebarat.

Artinya:

      “Apakah kamu tidak memperhatikan orang (yaitu Raja Namrudz, raja babilonia) yang medebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan : Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan, orang itu mengatakan : Saya dapat menghidupkan dan mematikan. Ibrahim berkata : Sesungguhnya Allah  menerbitkan matahri dari timur, maka terbitkanlah ia dari barat, lalu heran terdiamlah orang kafir itu, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

(QS. Al-Baqarah : 258).

 

2.Bulan itu, pertama kecil, lantas menjadi bulat, lalu kembali kecil lagi.

3.  Setahun matahari berputar sebanyak 365 hari kalau tahun Basithah, dan kalau tahun kabisah sebanyak 366 hari.

4.  Setahun bulan  berputar sebanyak354 hari kalau tahun basithah dan kalau tahun kabisah sebanyak 355 hari.

5.  Setahun matahari dengan setahun bulan ada selisih 11 hari seperti keterangan dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 25 yang artinya 300 tahun masehi = 309 hari Qamari.

     Artinya:

            “Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan di tambah sembilan tahun”.

6.  Setahun matahari dengan setahun bulan dari segi jumlah bulannya adalah sama yaitu 12 bulan, seperti keterangan dalam surat At-Taubah ayat 36.

     Artinya:

            “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu……

                                                (QS. At-Taubah : 36   

7.  Sebulan Qamariyah ada yang 30 hari, ada yang 29 hari. Rasullah saw. Bersada :

     Artiya :

            “Bulan itu begini-begini, kemudian beliau menekuk jari (jempol) yang ketiga, maka puaslah karena melihat hilal (tanggal bulan pertama), dan berbukalah karen melihat hilal (pula) dan  jika tertutup mendung bagimu, maka tentukan (cukupkan) 30 hari.

     Maksud sebualan itu, ada yang 29 hari dan beliau juga pernah menunjukan jari 10 tiga kali, berarti sebulan ada 30 hari.

8.  Kata-kata yang singkat (ganjil, genap, genap, ganjil) yang artinya bahwa bulan muharram-bulan ganjil-terdiri dari 30 hari. Sedangkan bualn safar-bulan genap-umurnya 29 hari. Safar itu bulan genap, umurnya 29 hari.

9.  Kalau bulan Dzulhijjah-tahun kabisah umurnya 30 hario.]

10.Perbedaan umur bulan Masehi dan bulan Qamari.

 

Halaman 52

            Ada siang lebih panjang dari pacd malam. Ada malam malam lebih panjang dari pada siang.

Matahri kalau di selatan pada bulan Oktober sampai Maret itu  lintan selatan berarti panjang siang, dan matahari kalau di utaa pada april sampai Septermber Lintang Selatan bewrarti panjang malam.

(QS. Al-Hadid : 6 dan Al_hajj : 61)

 

Artinya :

            “Dialah yang memasukkan malam ke dalm siang dan memsukkan siang ke dalam malam (maksudnya,memasukakn malam kedalam siang adalah menjadikan malam lebih panjang lebih  panjang dati siang, dan memasukkan siang ke dalam malam, ialah menjadika siang lebibih panjang dari pada  malam; seperti yang terjadi pada musim panas dan dingin-pen).”(QS. Al-Hadid : 6)”.

 

Artinya :

            “Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah kuasa memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang kedalam malam, dan bahwa sanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Hajj : 61)

 

                                                      

Hosted by www.Geocities.ws

1