Computer game" sudah muncul sejak awal komputer pribadi masuk ke pasaran, dimulai dari zaman Atari, dan Apple II dengan Space Invader (yang dibuat oleh Taito Jepang dan dipasarkan oleh Atari), Hang Man, Pac Man, sampai mainan yang paling populer di zaman Apple II, seperti Lode Runner, Karateka, Flight Simulator II, Bard's Tale, Ultima, dan Sargon.
Sejarah berlanjut dengan diperkenalkan IBM PC pada tahun 1981, komputer jenis ini lebih meningkatkan kreativitas pembuat program mainan di komputer, karena semakin lama komputer IBM Compatible ini semakin cepat, grafiknya semakin baik, dan tempat penyimpanannya semakin besar.
Dengan berkembangnya teknologi, selain kecepatan proses maupun fleksibilitasnya, komputer juga bisa digabung dalam satu jaringan yang memungkinkan kita untuk bekerja secara bersamaan dalam satu komputer yang biasa disebut server. Program-program yang diletakkan di server bisa dijalankan dari semua komputer sehingga tersentralisasi menjadi satu ide dalam pengembangan aplikasi perkantoran yang akhirnya juga berkembang ke dalam dunia hiburan, yaitu dengan banyaknya pembuatan program mainan untuk dipasang dalam jaringan komputer.
Pada komputer yang berdiri sendiri, kita hanya bisa bermain melawan komputer atau maksimum dua orang dengan menggunakan joystick. Dengan sistem jaringan komputer, dalam satu sistem bisa lebih dari tiga orang bermain, dan bahkan kemajuan teknologi jaringan Internet, memungkinkan ribuan orang bermain di satu server komputer.
Perangkat
Untuk membuat jaringan di rumah, kita membutuhkan perangkat jaringan komputer seperti: ethernet card di setiap komputer, kabel UTP dengan konektor RJ-45, hub atau switch untuk mendistribusikan sinyal, dan satu server kalau memang ingin bermain di dalam rumah.
Ethernet card diperlukan untuk mengubah sinyal digital di dalam komputer menjadi sinyal digital yang dipancarkan melalui kabel ke komputer lain. Dengan menggunakan ethernet card ini, satu komputer dapat berhubungan dengan komputer lain, kecepatan pemindahan datanya sampai 100Mbps (mega bit per second) atau bahkan nantinya dapat mencapai 10Gbps (giga bit per second).
Kabel yang digunakan untuk menyambung dua atau lebih komputer adalah jenis UTP (Unshielded Twisted Pair) yaitu kabel yang dipintal dan berisi empat pasang kawat sambungan, setiap pasangnya mempunyai fungsi yang berbeda, bisa sebagai pengirim atau penerima sinyal.
Biasanya kita menggunakan kabel UTP dengan Catagory 5, yaitu satu standar yang dibuat oleh EIA/TIA (Electronic Industries Association/Telecommunications Industry Association) di mana spesifikasinya adalah untuk melewatkan data dengan kecepatan sampai OC-3 (155.52 Mbps) atau fast ethernet dengan kecepatan 100Mbps.
Kabel UTP yang dipasang memerlukan RJ-45 (Registered Jack-45), yaitu konektor berisi delapan kawat untuk disambung ke kabelnya dan biasa dipakai untuk pemasangan jaringan komputer. Konektor sejenis yang banyak dipakai di rumah, adalah RJ-11 yang terdiri dari empat kawat dan dipakai untuk sambungan ke pesawat telepon.
Sambungan yang berasal dari komputer-komputer bermuara dalam satu perangkat yang dikenal sebagai hub atau switch. Hub harganya lebih murah, tetapi hanya cocok untuk jumlah komputer yang tidak terlalu banyak, karena akan menyebabkan terjadinya tabrakan data (domain collision) yang akibatnya adalah penurunan kecepatan pemindahan data. Switch mempunyai kecepatan yang lebih stabil dan konsisten untuk setiap sambungan, sehingga cocok untuk dipakai dalam game perang-perangan seperti Counter Strike.
Biaya yang dibutuhkan untuk membangun jaringan komputer ini adalah bisa dirinci ethernet card sekitar Rp 125.000, kabel UTP dan konektor RJ-45 Rp 100.000, hub 8 port seharga Rp 350.000. Jumlah total bisa mencapai Rp 700.000 dengan asumsi menggunakan dua buah ethernet card. Biaya tersebut bisa bertambah mahal jika kita menggunakan teknologi nirkabel sebagai pengganti sambungan kabel UTP, di mana satu PCMCIA harganya bisa mencapai Rp 1 juta.
Membangun server
Setelah membangun di sisi perangkat keras, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah dengan membuat server dengan memilih beberapa sistem operasi yang berbeda, karena ada dua pilihan yang sekarang sekarang tersedia di pasaran Microsoft Windows atau sistem operasi Linux.
Server aplikasi atau game yang jalan di Microsoft Windows relatif lebih mudah pemasangan dan perawatannya, tetapi komputer yang dipakai harus tinggi spesifikasinya, mulai dari RAM (Random Access Memory) yang besar, prosesor yang cepat, sampai harddisk yang penyimpannya harus besar juga. Sedangkan, jika menggunakan sistem operasi Linux, komputer yang disediakan relatif tidak terlalu tinggi spesifikasinya, dengan keunggulan berbagai pengaturan dapat dilakukan sendiri tanpa harus mengikuti batasan-batasan yang disediakan oleh sistem operasi itu sendiri.
Kelemahan pemakaian sistem operasi Linux adalah sistem ini terlalu teknis, sehingga bagi pemula atau pemakai yang pengetahuannya terbatas akan sangat sulit melakukan pengaturan yang sebagian besar harus dilakukan dengan cara manual. Bahkan, dalam beberapa kondisi harus menggunakan prompt text.
Bahasa yang dipakai untuk mengembangkan game server ini sangat bervariasi, kebanyakan program yang dibuat disesuaikan dengan sistem jaringan Internet, sehingga penanganannya menjadi lebih sederhana dan bisa dijalankan di berbagai kondisi. Di pasaran, banyak game yang bisa dijalankan dalam jaringan komputer, sehingga jumlah pemainnya bisa banyak dan menarik.
"Game" di Internet
Jika kita memiliki akses Internet dengan kecepatan tinggi, kita dapat bermain di dalam jaringan Internet, mulai dari permainan sederhana dan tidak memerlukan kecepatan tinggi, seperti Othelo sampai game berat sejenis Counter Strike.
Server game di Internet baik yang offline, artinya kita harus men-download programnya terlebih dahulu sebelum menjalankannya, dan game yang on-line di mana kita bisa langsung bermain, jumlah server-nya sangat banyak. Mulai yang gratis sampai yang harus berlangganan dan bayar setiap bulannya. Beberapa situs yang banyak mengumpulkan berbagai game seperti pada beberapa situ sini, http://games.yahoo.com, http://www.dnagames.net, atau http://www.fileplanet.com.
Meningkatnya penggunaan Multiplayer Role Playing Game (RPG) di jaringan Internet muncul sejak diperkenalkannya game Nexia oleh Boleh-Net, lalu diikuti oleh Kurusetra yang merupakan hasil produk anak-anak lulusan ITB. Dan dalam waktu dekat akan lebih banyak variasi game lainnya, mengikuti Korea Selatan yang sudah demam RPG sejak tiga tahun lalu, dan kelihatannya berkembang menjadi satu komoditas yang benar-benar membuat bisnis Internet di Korea Selatan sedemikian maju. Permainan RPG adalah satu game yang memungkinkan kita mengatur karakter yang akan dimainkan, mulai dari muka sampai kakinya, kemudian kita sekaligus dapat bermain dengan banyak orang.
Usia pemain RGP ini berkisar antara delapan sampai 30 tahun, atau bahkan ada kakek-kakek yang meluangkan waktunya untuk main di Internet, karena interaksinya sangat menyenangkan ketimbang main game di komputer standar yang sudah bisa ditebak jalan ceritanya.
Game Avatar buatan Korea Selatan, yang jalan di Internet, tapi belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia (aslinya berbahasa Korea), memungkinkan kita untuk bisa berkhayal di dunia maya, bertemu dengan wanita atau pria idaman, lalu membelikan sesuatu, mengajak makan, mengajak kencan, dan mengajak menikah. Walaupun semuanya bisa di alam khayal, tetapi bisa direalisasikan segera di layar monitor komputer PC yang digunakan. Permainan ini sangat cocok untuk pribadi yang malu untuk mengungkapkan segala sesuatunya dengan perkataan dalam dunia nyata.
Positif
Menyediakan perangkat komputer di rumah, sebagai sarana hiburan dan belajar bagi anak-anak usia sekolah merupakan satu dilema yang tidak mudah, karena anak-anak dengan mudah terlena menyelami teknologi komputer, sehingga lupa belajar, lupa makan, dan bahkan lupa bersosialisasi.
Banyak keluhan yang disampaikan oleh orangtua, tentang bagaimana susahnya mengatur putra-putrinya untuk tidak nongkrong terus di depan layar monitor, atau yang lebih parah nongkrong di warnet atau game centre terdekat seharian.
Pengalaman penulis dalam mengelola warnet dan game centre menunjukkan, cukup banyak orangtua yang terlalu khawatir dengan putra-putrinya yang sedang main di depan komputer. Padahal kalau mereka terlalu dilarang, dikhawatirkan akan mengarah ke kegiatan yang tidak positif.
Pada kenyataannya, mereka akan bosan dengan permainan yang mereka gandrungi, sehingga akhirnya bisa menghentikan semua kegiatan yang berhubungan dengan komputer. Atau, mereka mencari sesuatu yang baru lagi di bidang lain, misalnya membuat program kecil untuk membongkar game-nya, membuat modifikasi game-nya, dan seribu satu kegiatan yang pada akhirnya akan membuat anak-anak tersebut menjadi orang yang kreatif dan punya banyak akal.
Jadi, kalau anak-anak Anda sudah terlihat terlena dengan game komputer, arahkan mereka ke segi positifnya, karena memang mereka masih ingin mencari jati diri dan mencoba segala sesuatu yang baru. Sehingga, komputer yang ada di rumah bisa dipakai sebagai sarana hiburan, pendidikan, dan pusat informasi jika tersambung ke Internet.
Ir Michael S Sunggiardi Managing DirectorPT Bonet Utama, Bogor.