Bila terjadi di lautan dalam, tsunami bisa bergerak tanpa disadari dari
permukaan laut. Ia bisa bergerak dengan kecepatan hingga 800
kilometer/jam, melintasi seluruh lautan hanya dalam satu hari atau kurang. Para
ilmuwan bisa memperhitungkan kedatangannya di berbagai tempat di dunia
berdasarkan data-data waktu terjadinya gempa, kekuatannya, kedalaman air, serta
jaraknya.
Tsunami bisa jadi hanya setinggi kurang dari 30 cm di
permukaan lautan terbuka, sehingga gelombang ini sering tidak disadari para
nelayan. Namun gelombang energi amat kuat bergerak bersamanya secepat pesawat
jet komersial. Bila mencapai perairan dangkal dekat pantai, ia akan melambat.
Bagian atas gelombang bergerak lebih cepat dibanding bagian bawah sehingga
menyebabkan permukaan laut meningkat drastis.
Halangan-halangan geologi seperti karang, teluk, aliran
masuk sungai, dan formasi bawah laut bisa menurunkan tenaga tsunami. Di beberapa
lokasi, tsunami menyebabkan kenaikan permukaan laut hanya beberapa sentimeter
saja. Namun di tempat lain tsunami bisa mencapai tinggi 30 meter. Rata-rata
tsunami menyebabkan naiknya permukaan laut hingga 3 meter.
Tsunami di Aceh telah menghadirkan gelombang setinggi 9 meter di beberapa
tempat, menurut laporan. Di tempat lain, para saksi mata melukiskan gelombang
itu hadir secara cepat di lautan.
Tsunami dapat membanjiri daratan hingga jauh. Kekuatannya bisa mengangkat
tembok-tembok besar, kendaraan, menghancurkan rumah dan lainnya. Mengetahui
sejarah tsunami di suatu daerah akan bisa digunakan sebagai indikator mengenai
apa yang mungkin terjadi bila bencana serupa terjadi lagi.
Ketika mencapai daratan, tsunami tidak selalu tampak
sebagai rangkaian gelombang raksasa. Ia bisa terlihat seperti gelombang pasang
yang amat cepat. Kedatangan gelombang sering pula disertai turbulensi bawah air,
menyedot benda-benda ke dalamnya dan melemparkan benda yang ada di sekelilingnya.
Beberapa saksi mengatakan tsunami ini bergemuruh seperti suara kereta api.
Tsunami Aceh bisa digolongkan sebagai yang paling
mengerikan dalam sejarah. Laporan berita sejuah ini menyebutkan sekitar 150.000
orang telah menjadi korban, banyak di antaranya terseret ke laut, atau
tersangkut di puing-puing bangunan dan sampah yang diangkut gelombang.
Tsunami paling menghancurkan sebelumnya adalah yang menewaskan 40.000 orang
tahun 1782, menyusul gempa bumi di Laut Cina Selatan. Tahun 1883, sekitar 36.500
orang menjadi korban tsunami di Laut Jawa bagian selatan akibat letusan Gunung
Krakatau. Di utara Chile, lebih dari 25.000 orang terbunuh oleh tsunami tahun
1868.
Wilayah Pasifik sejauh ini merupakan wilayah tsunami
paling aktif, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA),
AS. Namun tsunami mungkin juga timbul di berbagai perairan termasuk Karibia dan
Mediterania, serta Lautan Hindia dan Atlantik. Tsunami di Atlantik utara adalah
termasuk yang diakibatkan gempa bumi Lisbon tahun 1775, yang menewaskan 60.000
orang di Portugal, Spanyol, dan Afrika Utara. Gempa ini mengakibatkan tsunami
setinggi 7 meter di Karibia.
Wilayah Karibia telah digempur oleh 37 kali tsunami sejak
1498. Beberapa terjadi karena peristiwa lokal, dan lainnya sebagai akibat
kejadian di tempat jauh, seperti gempa bumi dekat Portugal. Keseluruhan korban
tewas akibat peristiwa-peristiwa itu sekitar 9.500 orang.
Gelombang tsunami raksasa pernah muncul di laut Marmara,
dekat Turki setelah gempa bumi Izmit tahun 1999.
Tanda-tanda peringatan
 |
| Gelombang tsunami mendaparkan sebuah kapal ke daratan di Thailand (Reuters) |
|
Gempa bumi adalah peringatan alami mengenai datangnya
tsunami. Bila Anda merasakan gempa kuat, janganlah berada di lokasi yang mungkin
terkena terjangan tsunami. Bila Anda mendengar adanya gempa bumi, waspadalah
dengan kemungkinan datangnya tsunami. carilah informasi di radio atau televisi
mengenai hal itu. Ingat bahwa sebuah gempa bisa memicu terjadinya tsunami ribuan
kilometer jauhnya pada waktu beberapa jam.
Para saksi mata melaporkan bahwa tsunami Aceh didahului
dengan turunnya permukaan air secara tiba-tiba yang kemudian berbalik menjadi
gelombang dahsyat. Bila Anda menyaksikan permukaan laut turun secara tiba-tiba,
waspadalah karena itu tanda gelombang raksasa akan datang. Larilah ke daerah
tinggi dengan segera.
Sebagian korban tsunami Aceh tewas karena mereka justru pergi ke pantai untuk
melihat bagaimana air menghilang dan dasar laut menjadi tampak. Banyak yang
tidak sadar hal itu merupakan awal hadirnya malapetaka. Para ahli memperkirakan,
penyusutan permukaan laut akan memberi waktu sekitar lima menit bagi orang-orang
untuk segera meninggalkan wilayah itu.
Karena tsunami bisa mendekati pantai dengan kecepatan 160
kilometer per jam, maka seringkali terlambat bagi kita untuk menyingkir saat
kita melihat kehadirannya. Ingat! Gelombang tsunami yang mendekat bukanlah
sesuatu untuk dikagumi, kecuali Anda berada di dataran tinggi yang aman.
Ingatlah pula bahwa tsunami adalah rangkaian gelombang,
dan gelombang pertama mungkin bukan yang paling berbahaya. Bahaya dari tsunami
bisa berlangsung selama beberapa jam setelah kedatangan gelombang pertama.
Rangkaian gelombang tsunami bisa datang berurutan dengan jeda antara lima menit
hingga satu jam. Hindarilah lokasi kejadian sampai benar-benar aman.
Mereka yang selamat dari tsunami lalu menceritakan bahwa laut surut secepat
dan sekuat ketika ia menerjang daratan. Beberapa orang terseret ke laut saat
gelombang itu berbalik.
Terjangan tsunami bisa saja hanya kecil di satu titik
namun sangat besar di titik lain. Jangan beranggapan karena tanda-tanda tsunami
hanya kecil di suatu tempat, maka gejalanya akan sama seperti itu di tempat
lain.
Tsunami bisa menjelajah cepat lewat sungai dan aliran yang
berhubungan dengan laut, Menjauhlah dari sungai atau aliran air yang menuju ke
laut, seperti halnya Anda sebaiknya menghindari pantai dan laut bila ada
tsunami.
Adalah gagasan yang baik untuk selalu mempersiapkan bahan
persedian guna menghadapi kondisi darurat, termasuk obat-obatan, air, dan
kebutuhan pokok lain setidaknya untuk 72 jam. Tsunami, gempa bumi, badai, dan
bencana lain bisa muncul dengan sedikit tanda atau sama sekali tanpa peringatan.
NOAA menyarankan, karena aktivitas gelombang tsunami tidak
terlalu terasa di lautan terbuka, kapal-kapal sebaiknya tidak kembali ke
pelabuhan bila mereka sedang berada di laut dan mendengar adanya peringatan
mengenai tsunami di area tersebut. Tsunami bisa menyebabkan perubahan permukaan
laut sangat cepat dan menghasilkan gelombang dahsyat di pelabuhan dan tepi
pantai. Orang-orang sebaiknya tidak naik ke kapal yang berada di pelabuhan
karena tsunami bisa menghancurkannya. (nationalgeographic.com/wsn)
Sumber: KCM, Rabu, 05 Januari 2005