BANDA ACEH

Dari 14 gunung api di Pulau Sumatera yang aktif dengan kategori tipe A (termasuk Gunung Sinabung di Tanahkaro), tiga di antaranya berada di Aceh. Masing-masing Gunung Api Seulawah Agam di Aceh Besar, Gunung Peuet Sagoe di Pidie, dan Burni Telong di Bener Meriah. Selain itu, Aceh juga masih memiliki satu gunung api tipe C, yakni Gunung Jaboi di Kota Sabang yang juga aktif.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh yang juga geolog, Ir Said Ikhsan MSi mengatakan kepada Serambi, Selasa (31/8), Aceh memiliki tiga gunung api tipe A dan satu gunung api tipe C. Keempat gunung api itu berada pada level satu, tingkat aktif normal. Ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan para ahli geologi, dari hasil visual kegempaan dan gejala vulkanik yang masih belum menunjukkan adanya kelainan dari aktivitas gunung tersebut.

Menurutnya, di setiap daerah gunung api tipe A, telah didirikan pos-pos pengamatan untuk memantau dan mengamati kegiatan semua gunung api di tiga kawasan tersebut. Di Gampong Lambaro Tunong, Aceh Besar, misalnya, demikian pula Gampong Mane, Kecamatan Mane, Pidie, serta Gampong Kuta Lintang, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, telah didirikan pos pengamat. Di tiga lokasi tersebut, menurut Said Ikhsan, ditempatkan dua tim pemantau.

"Pemantauan pada semua gunung api yang aktif ada yang dilakukan sebulan sekali, ada juga yang tiga bulan sekali. Selain pengamatan dan pemantauan, kita juga membuat peta kawasan rawan bencana serta melakukan bimbingan dan pemberian informasi tentang gunung api kepada masyarakat sekitar," ujar Said. Selama tiga bulan sekali, tim geologi dari Distamben Aceh datang ke lokasi gunung api untuk memantau aktivitas gunung api tipe A maupun tipe C dari dekat.

GUNUNG MERAPI DI ACEH

Gunung api adalah lubang kepundan atau rekahan dalam kerak bumi tempat keluarnya cairan magma atau gas atau cairan lainnya ke permukaan bumi. Matrial yang dierupsikan ke permukaan bumi umumnya membentuk kerucut terpancung. Gunungapi diklasifikasikan ke dalam dua sumber erupsi, yaitu::

(1) erupsi pusat, erupsi keluar melalui kawah utama;
(2) erupsi samping, erupsi keluar dari lereng tubuhnya;
(3) erupsi celah, erupsi yang muncul pada retakan/sesar dapat memanjang sampai beberapa kilometer;
(4) erupsi eksentrik, erupsi samping tetapi magma yang keluar bukan dari kepundan pusat yang menyimpang ke samping melainkan langsung dari dapur magma melalui kepundan tersendiri.

Sumber : http://serambinews.net/news/printit/38223