Mengapa Gunung Api Seulawah Jadi Bangkit?

Pasca meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dan terjadinya rangkaian gempa bumi di kawasan itu, Gunung Seulawah di Kabupaten Aceh Besar, sejak Jumat 3 September 2010 dinyatakan berstatus Waspada. Gunung Seulawah memiliki ketinggian 1.726 meter dari permukaan laut merupakan salah satu dari tiga gunung api strato aktif tipe A di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tepatnya, Seulawah terletak pada posisi 05, 26, 50 Lintang Selatan dan 95, 39, 54 Bujur Timur, secara administratif masuk di wilayah Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar.

Meningkatnya status Seulawah, dalam pandangan DR.Danny Hilman, peneliti Geoteknik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Seulawah memang gunung api yg sangat aktif. Ada catatan sejarah pernah meletus di abad 17 dan tahun 1839. Tapi diperkirakan waktu itu letusannya bukan dari cerobong magma yg utama, hanya dari cabangnya saja atau baru. Posisi Seulawah itu juga dilintasi jalur gempa patahan Sumatera. potensi letusan besar sangat tinggi. "Dalam catatan yang diperoleh politikindonesia.com, masa istirahat ter pendek dari Seulawah selama 136 tahun dan terpanjang adalah 239 tahun.Erupsi terakhir terjadi pada kawah parasit pada tanggal 12 - 13 Januari 1839 kawah Heutz berupa erupsi freatik.

Sementara pada April 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 66 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian. Untuk gempa Vulkanik Dangkal terekam 70 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian dan gempa Tektonik Lokal terekam 4 kali kejadian serta gempa Tektonik Jauh terekam 137 kali kejadian atau rata-rata perhari 5 kejadian per hari. Begitu juga yang terjadi pada Juni 2010. Gempa Vulkanik Dalam terekam 53 kali kejadian atau rata-rata perhari 2 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 83 kali kejadian rata-rata perhari 3 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 30 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 164 kali kejadian atau rata-rata perhari 6 kali kejadian per hari.

Sementara pada Agustus 2010, gempa Vulkanik Dalam terekam 80 kali kejadian atau rata-rata perhari 3 - 4 kali kejadian, gempa Vulkanik Dangkal terekam 99 kali kejadian atau rata- rata perhari 5 - 6 kali kejadian, gempa Tektonik Lokal terekam 7 kali kejadian, dan gempa Tektonik Jauh terekam 40 kali kejadian atau 1 - 2 kejadian per hari. Dari Institut Teknologi Bandung (ITB), fenomena Seulawah bisa jadi akibat adanya gempa Aceh-Nias sehingga mengubah pressure system atau stress statik pattern. Menggeliatnya aktivitas vulkanik atau land fault di Sumatera plate margin sangat berhubungan dengan aktifitas gempa bumi di zona subduksi."Adalah hal yg wajar jika re-aktivasi volkanik maupun aktifitas sesar aktif akan muncul setelah serentetan gempa bumi subduksi. Mustinya kita punya banyak volcano expert, karena gunung api aktif maupun yg tidur dan mungkin bangun lagi oleh aktivitas tektonik banyak sekali.