DAERAH RAWAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR


Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terdiri dari dataran rendah, perbukitan pegunungan sampai dataran tinggi. Sehingga membuat Propinsi ini daerah Rawan Banjir dan longsor. Kerusakan vegetasi didaerah hulu dapat memperburuk keadaan sehingga dapat memicu/mempercepat terjadinya banjir dan longsor. Jika kita melihat intensitas bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Aceh memiliki Banjir sering terjadi diaceh selama tahun 2006 saja tercatat ada 46 kali banjir yang menyebabkan ada sekitar 179 orang meninggal dan 200 orang hilang. Sedangkan angka pengungsi yang cukup tinggi 255.163 orang.


13 Kabupaten di NAD Rawan Bencana TSUNAMI


Setelah Tsunami melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, membuat propinsi ini menjadi daerah rawan akan gempa bumi, Secara geologis Aceh sangat rawan terhadap bencana gempa dan tsunami, antara lain dipengaruhi oleh:

a)Adanya gempa-gempa disebabkan pergerakan yang saling bertemu antara lempeng samudera Hindia dan lempeng Asia yang terdapat di bagian barat (Samudra Hindia).
b)Adanya gempa-gempa yang disebabkan oleh pergerakan patahan aktif Sumatera segmen Aceh yang melalui sekitar Banda Aceh.

Daerah rawan terjadinya tsunami di Aceh meliputi beberapa daerah mulai dari Pantai Utara, Pidie, Banda Aceh serta Pantai Barat Selatan secara keseluruhan. Daerah yang rawan Tsunami Adalah :


1. Aceh Utara/Lhoksemawe
2. Bireuen,
3. Pidie,
4. Aceh Besar,
5. Banda Aceh,
6. Aceh Jaya,
7. Aceh Barat,
8. Nagan Raya,
9. Aceh Barat Daya,
10. Aceh Selatan,
11. Aceh Singkil,
12. Sabang dan
13. Simeulue.


Sumber : http://gayoaceh.wordpress.com/2009/11/10/analisis-daerah-keritis-di-aceh/