Tabel Data dan Fakta

 

No

Kabupaten/Kecamatan

(Uraian singkat Kejadian)

Data Korban

Data Kerusakan

(keadaan rusak/ terbakar dalam unit/ buah)

Jumlah Pengungsi

Keterangan

Meninggal dunia

Luka berat / ringan

Rumah

Masjid

Gereja

Sarana Pendidikan

Sarana perkantoran

Toko

Motor / mobil

Hewan piaraan

(Yang Eksosdus)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

A.

Kabupaten Maluku Utara

  1. Kecamatan Makian Malifut
  2. Tahap I

    Menunjuk Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1999 tentang pembentukan dan penataan beberapa kecamatan dalam wilayah Kabupaten Maluku Utara dimaksudkan untuk menetapkan status kecamatan Makain Malifut menjadi kecamatan defenetif dengan menggabungkan 5 desa yang semula berada dalam wilayah kecamatan Kao dan 6 desa dari Kecamatan Jailolo. Dan akibat intervensi dari beberapa elit birokrasi baik tingkat II Maluku Utara maupun tingkat Kecamatan lebih-lebih dengan menempatkan kepentingan ambisius dari kesultanan Ternate dengan tokoh kunci Sultan Ternate, sehingga menimbulkan kerusuhan antara warga eks desa dari Kao dan warga Makian Malifut.

    Pada tanggal 19 Agustus 999, terjadi perkelahian antara warga Desa Tahane dan Matsa dengan warga desa Sosol dan Wangeotak yang mengakobatkan

3

9

201

 

3

           
 

Tahap II

Tanggal 24 Oktober 1999 terjadi penyerangan besar-besaran warga kecamatan Kao dan sekitarnya terhadap warga Kecamatan Makian Malifut dengan kekuatan massa yang cukup besar (15.000 –20.000) dengan menggunakan berbagai senjata tajam, pedang, panah, senjata rakitan dan bahan peledak.

14

206

1.862

19

-

2

3

 

6

9.580

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

 

Tahap III

Tanggal 6 Pebruari 2000 terjadi lagi konflik antara apsukan jihad yang ingin kembali ke kampung halaman Malifut namun di hadang oleh warga nasrani yang selama ini memang antipati, kerusuhan ini menelan korban.

12

38

68

           

340

 
 

  • Kecamatan Tobelo
  • Kerusuhan bernuansa SARA terjadi pada tanggal 27 Desember 1999 hingga awal januari 2000, dimana warga nasrani menyerang kaum muslimin yang hanya berkisar 20.425 jiwa sehingga mengakibatkan korban.

    877

    215

    595

    14

    1

    5

    2

    55

    -

    19.548

     
     

  • Kecamatan Galela
  • Pertikaian warga Islam dan nasrani sejak tanggal 27 Desember sampai dengan tanggal 4 Januari 2000, telah mengakibatkan korban

    197

    355

    949

    13

    8

    3

         

    9234

     
     

  • Kecamatan Jailolo
  • Pertikain terjadi sejak tanggal 31 Desember 1999 hingga 6 Pebruari 2000, Akibat pertikaian tersebut mengalami kerugian

    163

    192

    652

    3

    5

           

    7.800

     
     

  • Kecamatan Sahu
  • Pertikaian terjadi tanggal 6 Januari 2000

    17

    50

    705

    2

         

    3

     

    8.025

     
     

  • Kecamatan Ibu
  • Pertikaian terjadi tanggal 2 januari 2000

    6

    12

    4

                   
     

  • Kecamatan Gane Barat
  • Kerusuhan terjadi pada tanggal 11 Nopember 1999 hingga 30 januari 2000

    22

    30

    340

     

    5

           

    3.000

     
     

  • Kecamatan Gane Timur
  • Kerusuhan sejak tanggal 26 Januari hingga1 Pebruari 2000

    13

    23

    332

    3

    1

           

    6.500

     
     

  • Kecamatan Bacan
  • Kerusuhan di Kecamatan Bacan terjadi sejak tangga 24 Januari hingga 9 Pebruari 2000

    85

    54

    721

    1

    11

    4

    3

     

    3

    3.085

     
                             

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    11

    12

    13

     

  • Kecamatan Obi
  • Konflik terjadi pada hari Minggu, 6 Pebruari 2000, jam 18 sore, awal kejadian penyerangan warga Nasrani dari desa Gala, Tapa dan sekitarnya ke desa Madopolo (muslim), tetapi warga muslim berhasil melumpuhkan, kejadian ini menelan korban.

    70

    120

               

    5

     

    Penyerangan lewat laut

    B.

    Kabupaten Halmahera Tengah

    1. Kecamatan Tidore
    2. Konflik yang terjadi di Tidore merupakan imbas dari Konflik malifut dan Kao, pemicunya adalah beredarnya isu-isu dan selebaran gelap yang bernada provokatif dari Dewan Pengurus Sinode Maluku tanggal 29 juli 1999 tentang rencana serangan Balik Sosol Berdarah yang ditandatangani oleh Semy Titaley. Oleh masyarakat meminta penjelasan dari beberapa pendeta tentang kebenaran selebaran tersebut, akan tetapi penjelasan yang disampaikan tidak memuaskan, sehingga terjadilah amuk massa pada tanggal 3 Nopember 1999, yang mengakibatkan korban jiwa dan harta.

    35

    5

    19

    3

           

    19

    879

     
     

  • Kecamatan Oba
  • Kerusuhan terjadi pada tanggal 6 Nopember 1999 sampai dengan 9 Januari 2000 yang mengakibatkan kerugian.

    46

    15

    337

     

    7

     

    1

    10

    12

    146

    Motor laut 2 buah

    Mesin traktor 1 buah

     

     

     

     

     

     

    1

    2

    3

    4

    5

    6

    7

    8

    9

    10

    11

    12

    13

     

  • Kecamatan Wasiley
  • Warga nasrani yang melarikan diri ke hutan dari kecamatan Oba kemudian bergabung dengan warga nasrani di kecamatan Wasiley menyerang warga muslim pada desa-desa; Binaraga, Tabanalou, Nusaambo, Dodaya dan Lolobata pada tanggal 4 sampai 14 Januari 2000 sehingga mengakibatkan korban.

    Tahap II

    Terjadi penyerangan warga nasrani ke pasukan jihad di desa pintato, namun penyerangan ini berhasil di halau oleh pasukan jihad dan menguasai pintato, namun korban tidak bisa dihindari.

    106

     

     

     

     

     

     

     

    16

    25

     

     

     

     

     

     

     

    20

    259

     

     

     

     

     

     

     

    230

               

    625

     

     

     

     

     

     

     

    700

     
     

  • Kecamatan Weda
  • Pertikaian terjadi pada tanggal 11 Nopember 1999 hingga 30 Desember 1999, mengakibatkan korban jiwa.

    113

    56

    174

     

    2

     

    2

     

    1

       
     

  • Kecamatan Patani
  • Kerusuhan terjadi pada tanggal 17 Desember 1999 mengakibatkan korban.

    7

    -

    -

         

    -

     

    -

    -

     

    C.

    Kota Ternate

    Tahap I.

    Kerusuhan massal di Kota Ternate terjadi pada tanggal 6 Nopember 1999, dimulai dari pengusiran warga nasrani, pengrusakan dan pembakaran rumah-rumah penduduk yang ditinggalkan, kerusuhan ini akibat rasa simpati emosional warga muslim Makian Malifut yang terusir dari kampung Halaman dan mengungsi ke Ternate, akibat kerusuhan menimbulkan korban kerugian.

    31

    35

    353

     

    6

         

    28

    12.763

     

     

    Tahap II.

    Kerusuhan kembali terjadi di kota Ternate pada tanggal 26 Desember 2000 yaitu dilakukan oleh kelompok adat Sultan Ternate yang di boncengi oleh warga nasrani terhadap wilayah warga muslim di kelurahan Tanah tinggi, Kampong Pisang dan Maliaro kejadian ini mengakibatkan kerugian.

    18

    42

     

    5

     

    3

       

    67

       
     

    Jumlah

    1.841

    1.502

    4.224

    69

    43

    17

    11

    68

    141

    82.225

     

    Ternate, 14 Pebruari 2000

    Tim Investigasi

    Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) Ternate

    Hosted by www.Geocities.ws

    1