LAPORAN 3 FEBRUARI 2000

12 WARGA MUSLIM TEWAS DAN 2 LUKA BERAT DITEMBAK  APARAT

Kondisi pasca kerusuhan di kabupaten  Maluku Tengah, khususnya di kota Masohi dan sekitarnya dewasa ini aman dan terkendali  yang sering dikumandangkan ole Dandim 1502 Malteng Letkol.CHR. SIDABUTAR,yang dinilai umat Islam sebagai slogan belaka.Penilaian tersebut bukanlah mengada-ada,melainkan didukung oleh fakta kondisi riil di lapangan , dengan  kembali merebaknya pertikaian antar warga Kristen dan Islam di kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah.

Pertikaian terjadi pada dua lokasi pemukiman warga yang berbeda masing-masing di kelurahan Halo yang berlangsung pada tanggal 26 Januari 2000 M dan desa Amahai 27 Januari 2000 M. Kerusuhan tersebut berawal dari penyerangan warga Kristen terhadap warga Muslim yang mengakibatkan tewasnya 12 warga Muslim dan 2 lainnya luka berat karena ditembak oleh aparat keamanan atas perintah Dandim 1502 Malteng, salah seorang korban yang meninggal dari pihak muslim ditembak oleh Serka Alex de Fretes anggota Polres Maluku Tengah.

Sedangkan korban meninggal dunia pada desa Amahai, Soahuku (tempat kelahiran Pangdam Pattimura Brigjen Max Tamaela) dan Rutah berjumlah 11 orang, salah satu anggota DPRD Tingkat II Maluku Tengah Drs. M. Rumatiga dari Fraksi PPP. Semua korban tersebut ditembak secara membabi buta oleh aparat keamanan dari Yonif 731 Kabaresi dan Polres Maluku Tengah, 9 orang korban diantaranya termasuk Drs. M. Rumatiga setelah ditembak oleh aparat kemudian kepalanya dipenggal dan dipajang di Baileo (rumah adat) Amahai, sedangkan badannya dibakar untuk menghilangkan jejak tembakan aparat keamanan.

Menurut saksi mata dari peristiwa yang terjadi pada dua tempat tersebut, saat peristiwa terjadi, di tengah-tengah kelompok penyerang (Kristen) terlihat Dandim 1502 Maluku Tengah, Kasdim Kapten Wairata dan Wadanyon 731 Mayor Herman Assaribab. Kehadiran ketiga pejabat teras Angkatan Darat ini bukannya mengamankan kedua kelompok yang bertikai, melainkan memerintahkan para prajuritnya untuk menembak secara membabi buta terhadap kelompok Islam yang dalam posisi mempertahankandiri (tidak menyerang).

Data lain yang berhasil dihimpun di lapangan bahwa sehari sebelum penyerangan warga Kristen tersebut sudah didahului dengan penyerangan sebelumnya, Anggota Yonif 731 yang menjaga keamanan di lokasi tersebut, mencoba menghalau massa penyerang dengan melepaskan tembakan. Namun atas perintah Wadanyon 731 Mayor Herman Assaribab, anggota Yon 731 tersebut yang kebetulan beragama Islam, diperiksa oleh polisi Militer Sub Detasemen XVI/2.

Menyikapi sikap dan tindakan ketiga tokoh tersebut, baik MUI Maluku Tengah maupun Tim Advokasi MUI menyatakan rasa penyesalannya atas ketidaknetralan serta tidak profesionalnya mereka dalam menjalankan tugas untuk melindungi serta menjaga keselamatan warga. Menurut Tim Advokasi MUI perbuatan kelompok Kristen yang didukung oleh Dandim tersebut adalah perbuatan di luar nilai-nilai kemanusiaan dan melanggar HAM.

Sementara itu Ketua DPRD Tingkat II Malteng Hasbullah Selan, beberapa kali dihubungi via telepon namun tidak berada di tempat. Sedangkan Ketua Fraksi PPP ketika ditanyakan tentang upaya pengambilan kepala mayat tersebut tidak bersedia memberikan penjelasan dan hanya menyatakan belasungkawa atas musibah yang menimpa rekannya tersebut.

Umat Islam Maluku Tengah melalui MUI menghimbau MUI Tingkat I Maluku dan MUI Pusat serta petinggi TNI dan Polri dan KPP HAM agar mrnyikapi sikap dan tindakan aparat tersebut yang dalam mengembang tugas bermoral tidak terpuji selaku Bhayangkari Negara.

Adapun korban tersebut adalah sebagai berikut :

NO

N A M A

1.

Abu Lewenussa

40

Desa Rutah

MD

2.

Nurdin Latarissa (Ayah)

64

Desa Rutah

MD

3.

Abidin Lewenussa

42

Desa Rutah

MD

4.

Syaiful Latarissa (Anak)

25

Desa Rutah

MD

5.

Amin Watimena

40

Desa Rutah

MD

6.

Syamsul Watimena

39

Desa Rutah

MD

7.

Wahyudi Abubakar

40

Desa Rutah

MD

8.

Abd. Rauf Kuniyo

-

Dusun Aira

MD

9.

La Taro

-

Dusun Aira

MD

10.

Odin La Pani

-

Dusun Aira

MD

11.

La Dewa

-

Dusun Aira

MD

12.

Seseorang

-

Dusun Aira

MD

13.

Drs. Ahmad Rumatiga

38

Desa Rutah

MD

14.

Punggul Watimena

23

Desa Rutah

Luka

15.

Seseorang

Keterangan

MD  = Meninggal Dunia

= Anggota Dewan dari Fraksi PPP

DATA KORBAN SONGA KEC. BACAN

(25 JANUARI 2000)

================================

NO.

N A M A

UMUR (TAHUN)

KETERANGAN

SONGA PANTAI

1.

Karim H. Bada

55

2.

Paluseri

55

3.

Ade Kurdi

39

Suami

4.

Kurdi

30

Istri + 3 orang anak

5.

Hasan

37

6.

Sahmal

50

7.

Jabir

22

Jumlah

10 Jiwa

TABA JAYA KECAMATAN BACAN

Manaf Usman

48

Abjan

13

Hj. Suraju

60

Juhria

40

Afis

16

Jufri

14

Thalib Hi. Madi

45

Ismail Kasim

35

Suami

Ati Hi. Latif

25

Istri

Juwaeda

5

Anak

Abdurahman Kamir

38

Afia Kasim

25

Asmir

7

Dahri Salamad

30

Munawar Halek

32

Hosted by www.Geocities.ws

1