Laporan 26 Des 1999 ? 3 Januari 2000

Cuplikan peristiwa yang mengenaskan

Ahad, 26 Desember 1999

Keterangan sejumlah saksi mata saat ditemui mengatakan bahwa, aparat yang terluka ini ditembak oleh warga kristen yang berada digedung berlantai 3. Warga sipil ini menggunakan  pakaian beridentitas marinir serta beersenjata organik. Indikasi ini cukup kuat karena pada tanggal 16 Desember 1999  disita sejumlah pakaian marinir palsu dan ratusan amunisi dari KM Dobon Solo yang diselundupkan  oleh 3 warga Kristen.

Selasa, 28 Desember 1999

Masih terjadi bentrok antara kedua belah pihak, korban sudah berjumlah 13 orang yang sempat diketahui. Menurut saksi mata kelompok merah yang menyerang dengan menggunakan senjata lengkap berupa parang, tombak, panah-panah, bom molotov, senjata, bahkan granat. Kondisi kaum muslimin saat itu makin parah karena persediaan yang dimiliki sudah tidak ada lagi.

Menurut saksi mata  bahwa sebelumnya yaitu hari Jum?at, melihat masyarakat mengangkut panah-panah ke dalam gedung gereja dan mengatakan bahwa natal kali ini adalah natal berdarah.

Pembantaian 400 muslim pada hari Rabu tanggal 29 Desember 1999 di Desa Togolihua, Kabupaten Tobelo, Halmahera Utara. Kebanyakan mereka adalah wanita dan anak-anak yang mengungsi akibat kaum nasrani di tiga desa muslim.

Juga penyerangan dan pengusiran terhadap dokter, perawat dan pasien Muslim di Rumah Sakit Umum Masohi di Maluku Tengah. Tak ada belas kasihan dan sifat kemanusiaan .               Pasien-pasien sekarat dipaksa untuk berlari keluar dengan botol infus masih melekat di badan.

3 Januari 2000

Pengungsi berjumlah 25.266 jiwa kebanyakan anak-anak dan wanita sementara berjumlah 520 jiwa.

Di Masjid Al Ikhlas (Komplek PAM) tempat diungsikannya para ibu dan anak-anak menjadi sasaran empuk (terjadi pembantaian yang sangat menyayat hati kaum muslimin) karena disana terdapat sekitar 400 jiwa dibantai habis-habisan tidak ada satupun yang dapat meloloskan diri.

Ada beberapa wanita yang dibawa ke Desa Tobe (sekitar 9 Km) dari Desa Togolihua ,mereka dikembalikan dengan tidak menggunakan busana sehelaipun (telanjang). Pada saat yang sama juga menurut penuturan saksi mata, korban dicincang dan kepala mereka dijejerkan di ruas jalan.

Modus Operasi yang dilakukan oleh kelompok merah mula-mula melakukan pemboman, kemudian dilanjutkan dengan pembakaran, dengan demikian tidak ada satupun yang lolos dari sasaran mereka.

3 Januari 2000

Adhan Bakari, Jasadnya Disalib, Kemaluannya Dipotong serta Disumpalkan ke Mulut Jenazah.

Satu lagi kader da?wah syahid mengenaskan, sebuah gambaran kebiadaban tentara kafir di Maluku Utara (Tobelo, Halmahera Utara). Berita ini datangya dari Kru Pos Keadilan Galela, bahwa Adnan Bakri Aktivis Pos Keadilan Simau, gugur sebagai syahid diantara ratusan syuhada di Halmahera Utara. Hal yang sama juga diceritakan oleh pasukan yang baru datang dari pertempuran, ditambah kabar dari pihak Nasrani.

Pada tanggal 29 Desember 1999, terjadi pertempuran dahsyat di Desa Simau antara mujahidin denagn pasukan nasrani dari desa tetangga Ngidiho. Adhan Bakri gugur dalam pertempuran itu. Jasadnya jatuh ketangan pihak nasrani. Kemudian mereka membawanya ke Gereja Ngidiho. Disanalah jasad beliau dipermainkan, disalib, kemaluannya dipotong dan potongannya disumpalkan ke mulutnya.

Terjadi penyerangan oleh kelompok Salibis ke Dusun Rumalat ? Liang Awaia PTP 27 orang meninggal dan menurut sumber Pos Keadilan Peduli Ummat terjadi pemerkosaan terhadap 17 wanita muslim oleh kaum salibis. Beberapa wanita dipenggal lehernya dan kepalanya diletakkan di samping pinggang. Beberapa anak menjadi korban tanpa bisa dikenali lagi, antara lain tubuh dan kepala terpisah. Dan masih ada 15 mayat hingga berita ini diturunkan belum ada yang dimakamkan.

Modus Operasi yang dilakukan oleh kelompok merah mula-mula melakukan pemboman, kemudian dilanjutkan dengan pembakaran, dengan demikian tidak ada satupun yang lolos dari sasaran mereka.

JUMLAH SEMENTARA HINGGA 10 JANUARI 2000, KORBAN JATUH DI PIHAK MUSLIM SEBANYAK 688 + 1500 = 2188.

RATUSAN ORANG DIKRISTENKAN SECARA PAKSA DALAM GEREJA. ANAK-ANAK 1-5 TAHUN DIAMBIL PAKSA .

Hosted by www.Geocities.ws

1