KRONOLOGIS KEJADIAN PEMBANTAIAN DI MASJID TUGU LIHUWA |
||||||||||||||||||||||||||||||||
TEMPAT PENGUNGSIAN : POSKO LAPANGAN TENIS KALUMPANG |
||||||||||||||||||||||||||||||||
HARI RABU TGL. 21 DES ?99 |
||||||||||||||||||||||||||||||||
JAM 09.00 WIT |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Desa dikepung oleh pasukan Obet gabungan dari KAO, URSI, DARU,dll. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Ibu Nursiah bersama muslim yang lain mengungsi di masjid. Kemudian masjid dibom dan dipanah, kurang lebih 50 orang laki-laki dicincang termasuk suami ibu Nursiah. Ibu Nursiah sendiri belakang kepalanya dipotong dan telapak tangan tembus anak panah. Muslim lain banyak terkena bom dan panah. Alhamdulillah Ibu nursiah dan tiga muslim lainnya diselamatkan aparat. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Seperti yang dituturkan oleh : Ibu Nursiah umur 40 tahun, pengungsi asal Maluku Talaga. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Korban kena panah terdapat pada panggul bagian kirinya dari Ibu Nurain dilihat sendiri dari dalam masjid Al-Ikhlas temapat ia mengungsi bersama muslim lainnya. Sudah banyak sekali orang terbunuh di dalam masjid terutama kaum lelakinya. Kondisi ibu dan anak saat itu sangat ketakutan hingga tubuh mereka lemah bahkan ada yang pingsan, dengan kondisi yang seperti itu dilihat walau samar-samar banyak sekali anak-anak usia balita yang diambil oleh OBET tanpa diketahui oleh ibu mereka karena kondisi yang sangat parah. Ibu Nurain sendiri ketika akan dibunuh oleh OBET dengan lemah memohon agar ia jangan dibunuh karena anaknya masih kecil (3 bln).dan bersama kurang lebih 6 orang lainnya yang akan dibunuh dibawa keluar dari masjid dan semuanya diikatkan kain merah di kepala, diangkat dengan mobil truk, mereka pergi ke desa kupa dan mampir sebentar didesa Hususia. Disini anaknya yang berada digendongannya diambil dan diserahkan kerumah pendeta, kemudian mereka semua diantar ke polres . dipengungsian polres semua baru menyadari bahwa anak yang telah diambil berjumlah kurang lebih 40 orang dan ditampung di rumah kepala dasa kupa-kupa dan yang meninggal kurang lebih 391 orang . ibu Nurain ini juga menyaksikakan seorang wanita yang masih gadis dibakar hidup-hidup karena tidak mau dijadikan istri oleh obet setelah ditarik keluar mesjid . |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Seperti yang dituturkan oleh ibu Nurain usia 20 tahun, suaminya Asnan Sawah telah terbunuh. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Dari kesaksian keseluruhan muslimin yang berlindung di mesjid AL_Muhajirin tinggal kurang lebih 500 orang. Mesjid digempur hari Rabu tanggal 21/12/99 dengan memakai bom, panah, batu, tombak. Bom yang pertama dilempar ke dalam masjid langsung menewaskan suami ibu Ida dan langsung dicincang-cincang oleh OBET, disaksikan sendiri oleh ibu Ida, juga Al-Qur?an dipotong-potong. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Menurut ibu Ida kurang lebih 60 orang yang terdiri dari wanita dan beberapa orang anak dipaksa menyerah supaya selamat dan dipaksa keluar masjid dan diharuskan berkata "Yesus, Yesus" dan langsung pada kepala mereka diikat kain merah. Samar-samar terdengar teriakan bersahut-sahutan "Hidup Belanda, Hidup Australia". Sedangkan yang sisanya kurang lebih 440 orang sudah terbantai. Bayi ibu Ida yang berusia 2 tahun diambil sewaktu ibu Ida masih di dalam masjid. Sedangkan yang perempuan (11 tahun) dan laki-laki (5 tahun) sudah menghilang entah kemana. Dan yang bersama ibu Ida sekarang adalah anak laki-lakinya berusia 6 tahun terpotong di bagian depan kepala dan telapak tangan. Dan ibu Ida sendiri di bagian punggung terdapat 2 luka kena panah. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Catatan : sudah diambil gambar. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
NAMA SAKSI	: MUFLI M. YUSUF |
||||||||||||||||||||||||||||||||
UMUR		: 15 THN / KLS.III SMP AL KHAIRAT TOGELO DI DESA POPILO |
||||||||||||||||||||||||||||||||
LOKASI KEJADIAN DI DESA TOGOLIHUA , TOBELO |
||||||||||||||||||||||||||||||||
	Sebelumnya telah beredar isu di masyarakat bahwa akan ada penyerangan orang kristen dekat lebaran. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
RABU, 21 DES ?99, PUKUL 09.00 WIT |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Telah bergabung masyarakat kao kristen, koa Islam, kampung kusur dan telaga paca melakukan penyerangan ke desa togolihua, ribuan masyarakat berkumpul/ ngungsi ke masjid Al-Ikhlas. Masjid dikepung lalu dibom ( bom pipa rakitan masyarakat ?menunjukkan pihak sebelah sudah mengadakan persiapan sebelumnya ), tetapi masjid tetap utuh. Kemudian mereka pihak merah memanah ke dalam masjid dengan panah-panah babi sebagian dari mereka melempari masjid dengan batu-batu besar sampai tembok-tembok masjid banyak yang bolong. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Sejam kemudian dari masjid / pihak putih menyerah. Setelah menyerah pihak penyerang masuk ke masjid, kurang lebih 500 orang pengungsi masjid lari keluar, menurut saksi sebagian lari masuk ke hutan dan sebagian yang menyerah diangkut 1 truk ke polsek oleh camat dari kupa-kupa seorang polisi. Dalam perjalanan ke kapolsek menurut ibu Musriah (40 thn) saksi yang ikut diangkat , melihat berjejeran mayat di jalan yang jumlahnya sangat banyak. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Saksi Mufli mengatakan bahwa yang tetap bersikeras / tidak mau menyerah jumlah kurang lebih 600 orang yang semua itu meninggal, kecuali saksi yang dikira sudah meninggal karena badannya kena darah saat penyerangan terjadi. Berikut tindakan penganiayaan yang disaksikan. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
PEMERKOSAAN |
||||||||||||||||||||||||||||||||
	Wanita-wanita yang diperkosa bajunya dirobek lalu ditarik keluar halaman masjid sambil si wanita meminta ampun-menyerah tetapi tetap ditarik, (jumlahnya puluhan menurut saksi, perbuatan keji itu ia lihat sendiri, wanita-wanita yang diperkosa itu dikerumuni banyak sekali laki-laki. Setelah itu dipaksa ikut dibawa dengan anak-anak entah dibawa kemana ( katanya anak-anak itu dipelihara oleh mereka) Wallahu?alam?. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Yang tidak mau ikut akan dibunuh, seorang wanita yang tidak mau ikut akhirnya digantung lalu dibakar. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
DIPANAH DAN DICINCANG HIDUP-HIDUP |
||||||||||||||||||||||||||||||||
	Para laki-laki dewasa maupun anak-anak semua dibunuh. Sebelumnya dipanah, kalau langsung meninggal dibiarkan kalau belum dicincang hidup-hidup. Ada beberapa wanita disuruh ikut mereka / pihak merah karena tidak mau, langsung dicincang hidup-hidup, mereka (pihak merah) saling berebutan mencincang bagaikan orang mencincang ular. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Semua mayat berjumlah kurang lebih 600 orang itu dibakar sekalian dengan membakar masjid ( pukul 13.00 WIT) |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Saksi sendiri menyelamatkan diri sendiri keluar lewat tembok masjid yang bolong tetapi dalam keadaan sudah terluka bakar. Keluar mencari orang-orang yang masih hidup (Islam) tetapi tidak ketemu satupun di luar. Saksi juga mencari rumah ?rumah penduduk muslim yang terbakar. Dalam pencarian itu, dia menemukan seorang polisi (jam 16.00 wit) dari ternate (aku polisi itu) dan dia diselamatkan ke kapolsek dan dirawat di sana selama 1 minggu bergabung dengan korban yang lain. Menurut yang melayani mereka yang Islam itu adalah polisi-polisi Islam. Karena keluarganya ada di kompi, saksi ke kompi tentara Tobelo dan langsung ada ???.., ke TTE dan langsung ke TTE bersama 5 saudara orangtuanya dengan pengungsi yang lain dengan kapal perang. Sekarang saksi di tampung di posko penampungan di lapangan tennis Kalumpang. Sambil merawat lukanya karena terkena bom di kaki dan luka bakar. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
TAMBAHAN !!!! |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Catatan : saksi mata sudah diambil gambar |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Masyarakat Kao Islam saat penyerangan ditempatkan paling depan dan mereka menyerang sambil bertakbir, ini suatu tindak yang mengelabui. Mereka ini selalu diperalat dalam setiap penyerangan karena kondisi mereka sudah terpepet, semua kebutuhan dipenuhi oleh pihak merah bahkan kalau mereka sampai sudah makan daging babi kalau tidak maka dibunuh. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Sebagian masyarakat yang lari ke hutan itu sebagian sudah terbunuh dan sebagian lagi sempat diselamatkan oleh aparat sampai ke TTE, demikian kata ibu Asmi ( saksi yang selamat ). |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Di desa Togolihua, banyak ibu-ibu yang kehilangan anak-anaknya, menurut saksi anak-anak yang diambil kurang lebih 30 orang laki-laki & perempuan. Ibu-ibu dari anak-anak tersebut dalam keadaan kasakitan kena potong atau panah, lalu anaknya diambil tanpa ada daya untuk mempertahankannya. Korban ini rata-rata berasal dari dari desa Togolihua yang merupakan lokasi kejadian paling tragis dan korban terbanyak. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Yani Latif ( 17 THN ) |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Anaknya Nita (1,1thn) dirampas dalam keadaan ibu yang telah terpotong, suaminya juga sudah dibunuh. Ibu Yani ini dibawa oleh pihak merah ke desa Kupa-kupa (TOBELO), kemudian ia melarikan diri kembali ke Togolihua ke masjid Al-Ikhlas yang tinggal puing-puing sisa kebakaran, bangunan masjid dan tumpukan mayat terbakar di lokasi itu 2 hari_2 malam, diselamatkan oleh aparat kemudian diungsikan ke TTE. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Syahnain (25 THN) |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Saat kena panah di belakangnya, anaknya Sutradia (6 thn) diambil, Awi (2 thn) dibunuh, anak bungsunya Sutiadi diambil juga. Menurut saksi Syahnain , Bahrul Fahri (32 thn) dibunuh lalu kemaluannya ditalikan di mulut (Naudzubillahi min zalik??) Istrinya dan 4 orang anaknya ikut dibunuh |
||||||||||||||||||||||||||||||||
# melihat Saddam (5 thn) digantung lalu dibelah seperti ikan |
||||||||||||||||||||||||||||||||
# Habiba (*) thn) seorang nenek yang digantung di pohon jeruk diikat dengan rambutnya di pohon, lalu dicincang. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
KISAH LARI |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Hamidah Sambiki (18 thn) dari Popilo |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Dari masjid An Anshar Popilo oleh pihak merah di tarik/ dipaksa suruh ikut, bapaknya berusaha untuk menahan ternyata gagal dan langsung dibunuh. Mereka berencana mau kawinkan dengan anak pendeta di Tobe sehingga dilayani dengan baik di rumah pendeta itu. Tetapi diselamatkan oleh seorang yang katanya kelurga di pihak merah, lalu dibawa ke polsek. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Saksi yang juga melihat sendiri : |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Munir (25 thn) 	: dibakar hidup-hidup dan dimulutnya ditaruh kotoran wc |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Hj. Mau (70 thn)	: kepalanya diputus, lalu ditikam dengan panah dan dibuat mainan diputar-putar di dalam masjid. |
||||||||||||||||||||||||||||||||
Malang (50 thn)	: dibunuh, jantungnya diambil _ dimakan katanya hadiah lebaran. |
||||||||||||||||||||||||||||||||