TABRAK LARI DI DESA BATU MERAH
KOTAMADYA AMBON
1 MARET 2000
Sekitar pkl 12 00 BTWI saat anak-anak sekolah berangkat sekolah siang tiba-tiba kondisi desa Batu Merah (desa Muslim yang berbaasan dengan Mardika (desa Kristen) menjadi riuh dan mengundang konsentrasi massa karena terjadi penabrakan sebuah mobil penumpang milik warga muslim oleh sebuah mobil truk milik warga Kristen. Mobil penumpang yang bermaksud mengangkut anak-anak sekolah dan warga tujuan Kebun Cengkeh. Saat membelok di pertigaan Batu Merah tiba-tiba ditabrak oleh mobil truk yang bergerak dari desa Galala tujuan Mardika. Mobil truk yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi ini, setelah menabrak mobil penumpang tersebut kemudian lari meninggalkannya. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian tersentak kaget dengan insiden ini namun tidak bisa bertindak karena lokasi kejadian terdapat dua anggota aparat keamanan dari kesatuan Polisi Militer (POM) yang berjaga dan turut menyaksikan peristiwa penabrakan tersebut.
Namun sangat disesalkan oleh masyarakat setempat, karena aparat keamanan tidak bisa berbuat sesuat terhadap mobil truk tersebut bahkan membiarkannya menuju desa Mardika.
Menurut seorang ibu (saksi mata) aparat hanya mencata nomor polisi mobil tersebut karena merasa kesal atas tindakan aparat yang membiarkan mobil meluncur ke arah Mardika begitu saja. Langsung ibu bersama beberapa masyarakat menghadap pos jaga di lokasi TKP meminta kepada kedua aparat yang berjaga untuk menghentikan mobil truk tersebu. Tandas ibu, mobil tersebut tidak bisa berhenti di lokasi TKP karena menghindari amukan massa mengingat kondisi belum relatif aman. Tapi stidaknya aparat harus menghentikannya di daerah perbatasan guna meminta keterangan dan meminta pertanggungjawaban terhadap mobil yang ditabrak. Lanjut ibu bersama masyarakat setempat agar setiap mobil milik warga Kristen melewati daerah tersebut, harus lari dengan kecepatan rendah.
Masyarakatpun mengakui bahwa dalam insiden tersebut tidak terdapat korban jiwa tapi mobil penumpang tersebut mengalami kerusakan pada dinding mobil. Sehingga untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan menodai kondisi keamanan Kota Ambon yang berangsur-angsur aman ini, mereka meminta agar aparat keamanan bertindak secara tegas terhapa oknum-oknum yang berusaha memicu pertikaian baru.
Massa muslim pun semakin bertambah sehingga aparta keamanan dari kesatuan Kostrad 303 Jawa Barat yang bertugas di sektor Batu Merah segera membentuk barikade bahkan mengeluarkan tembakan peringatan guna menghalau massa yang bergerak menuju Mardika. Namun massa tidak menghiraukan tembakan tersebut bahkan mereka semakin bersemangat untuk menuju Mardika karena disana massa Kristen pun mulai berdatangan dari Karang Panjang dan Belakang Soya (desa Kristen). Keadaan memanas sekitar dua jam sejak pkl 12.00 hingga pkl 14.00 BTWI. Namun akhirnya berhasil diredakan oleh pihak aparat keamanan dari TNI dab pihak POLRES P. Ambon & PP Lease dengan mengusir massa Kristen agar tidak boleh menampakkan diri agar tidak terlihat oleh massa Muslim, karena menurut massa Muslim merekalah yang bersalah dalam insiden ini dan aparat mengaku bersedia untuk menangkap pelaku penabrakan tersebut untuk dihadapkan pada pihak yang berwajib.
Dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak aparat ini meyakinkan massa Muslim sehingga massa pun bubar dan disuruh kembali kerumah masing-masing. Namun sebelum massa beranjak dari TKP mereka berharap kepada aparta agar jalan sementara di barikade agar mobil warga Kristen tidak boleh lewat sebelum masalah ini dituntaskan dan masyarakat Muslim Leihitu dan Salahutu memasuki kotamadya Ambon sampai berita ini dikrim sementar dalam keadaan aman walaupun sana-sini terdapat pos-pos aparat yang melakukan patroli siaga satu.