SEBAB-SEBAB TERJADINYA TRAGEDI AMBON |
||||||||
1.Latar belakang permasalahan di Maluku |
||||||||
Maluku adalah sebuah kepulauan yang kaya akan rempah-rempah yaitu pala dan cengkeh. Didaerah ini, didiami oleh masyarakat yang heterogen dari berbagai suku, agama dan ras yang berbeda-beda. Toleransi agama yang ada di daerah ini cukup baik namun tak jarang intimidasi dan diskriminasi satu golongan terhadap golongan yang lain sering terjadi. Kaum Muslimin bebas melakukan shalat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya dengan bebas, namun disisi lain kaum muslimin tidak melaksanakan ajaran Islam secara utuh. Hal ini nampak dengan terlibatnya kaum muslimin yang menghadiri acara Natalan, pesta joget dan mabuk-mabukan. |
||||||||
	Disatu sisi perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat muslim mulai membaik dibidang perdagangan dilihat dari kinerjanya. Sementara warga asli Ambon selalu beranggapan bahwa kehidupan ekonominya membaik apabila mereka bisa bekerja di kantor. Dari sinilah Umat Islam mulai menguasai perdagangan di kota Ambon bersama warga keturunan tionghoa. Hal inilah yang mengakibatkan adanya kesenjangan sosial. |
||||||||
	Sementara kehidupan politik di negeri ini sangat kompleks, karena masing-masing kaum berusaha untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu. Sehingga dengan alasan kesenjangan sosial inilah para provokator mengangkatnya menjadi sebuah isu untuk menggembosi kaum muslimin pendatangan di daerah ini. |
||||||||
2. Sebab Tragedi Ambon pertama |
||||||||
	Kerusuhan berawal dari penagihan karcis liar oleh pemuda BatuMerah (Usman ) dari seorang sopir angkot (Yopi) yang kemudian berubah menjadi perkelahian. Skenario yang disusun secara sistimatis inipun berubah menjadi sebuah kenyataan yang terjadi dilapangan. Serangan-serangan dari pihak Nashrani ke berbagai pemukiman Muslim di kota Ambon menghabisi daerah-daerah pemukiman muslim. Tragedi inilah yang dikenal dengan tragedi idul fitri berdarah yang menelan banyak korban, pada tanggal 19 januari 1999. |
||||||||
	Tragedi pertama kemudian direda dengan memakai pendekatan-pendekatan tokoh masyarakat, tokoh agama pemerintahan dan militer. Tokoh agama, masyarakat, pemerintah dan militer dikumpulkan untuk mengadakan kesepakatan bersama dengan menandatangani surat perdamaian. Berbagai perdamaian dilakukan hingga 4 kali perdamaian yang puncaknya hadir menteri pertahanan dan keamanan serta tim 19 yang terdiri dari anak daerah maluku. |
||||||||
	Stabilitas keamanan tidak berlangsung lama, karena setelah tim 1 dan pasukan marinir ditarik dari ambon, masyarakat Ambon kembali menjalani aktivitasnya dengan saling curiga. Hingga ada keributan sedikit saja, berubah menjadi peperangan yang kemudian merembak. |
||||||||
	 |
||||||||
3. Sebab Tragedi Ambon kedua |
||||||||
Peperangan kedua kembali berkobar dengan diawali dari pemukulan tiga mahasiswa Islam didaerah Poka. Dan ini tidak terselesaikan masalahnya karena korban tidak berani lapor. Kerusuhan berkobar pada tanggal 24 Juli 1999, ketika awal magrib mulai terjadi pelemparan rumah Muslim di Perumnas Poka pada Blok I sampai dengan blok V, kemudian disambut oleh pemuda-pemuda Muslim yang ada di perumnas Poka. Dari situlah terjadi saling melempar rumah. |
||||||||
	Kerusuhan kedua bergejolak diperumnas Poka dimana pasukan Nashrani menyerang dan membakar perumahan dosen yang ada di sekitar kampus Universitas Pattimura. Kerusuhan kedua ini mengakibatkan korban yang jauh lebih besar dari kerusuhan pertama baik korban nyawa maupun korban harta. |
||||||||