Mengapung,
tenggelam, dan melayang
Suatu
benda mengapung, tenggelam, atau melayang hayna ditentukan oleh massa jenis rata rata benda dan massa jenis zat cair. Jika
massa jenis rata rata benda lebih kecil daripada
massa benda zat cair, benda mengapung di permukaan zat cair. Jika massa jenis rata rata benda lebih besar daripada massa
jenis zat cair, benda tenggelam di dasar wadah zat cair. Jka massa
jenis rata rata benda sama dengan massa jenis zat cair, benda melayang dalam
zat cair diantara permukaan dan dasar wadah zat cair.

SYARAT MENGAPUNG


KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung
SYARAT TENGGELAM
![]()
![]()
KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung

SYARAT MELAYANG

![]()
KETERANGAN
pb = massa jenis benda
pf = massa jenis fluida
w = berat benda
Fa = gaya Apung
Pada
suatu benda yang tercelup sebagian atau seluruhnya dalam zat cair, bekerja gaya apung (Fa). Pada benda yang tercelup dalam zat cair
bekerja dua buah gaya:
gaya berat w dan gaya apung Fa, sehingga
εF = 0
+
Fa w = 0 atau w = Fa
Pada
benda yang tenggelam , berat w lebih besar daripada
gaya apung Fa.
![]()
Syarat
tenggelam
Syarat
mengapung sama dengan syarat melayang, yaitu berat
benda sama dengan gaya apung (w = Fa). Perbedaannya kalau mengapung hanya sebagian benda
yang tercelup dalam zat cair. Kalau pada melayang seluruh benda tercelup dalam zat cair.
Kita ambil
salah satu gejala fisika yaitu jarum jahit tenggelam jika dicelupkan ke dalam
air, sementara kapal laut yang jauh lebih berat dari jarum, tidak tenggelam,
Mengapa?
Setiap benda memiliki kerapatan tertentu (di fisika kita sebut dengan massa jenis), yaitu perbandingan antara massa dengan volume
benda tersebut. Sebagai contoh bila ada dua kubus yang volumenya sama, yang satu terbuat dari besi dan yang kedua terbuat
dari kayu, samakah kerapatannya? Tentu tidak Massa Jenis kubus dengan volume
yang sama, akan memiliki berat yang berbeda, sehingga
kalau kita bandingkan massa dengan volumenya akan menghasilkan nilai massa
jenis yang berbeda. Artinya semakin kecil massa benda
(semakin ringan), dan semakin besar volume benda tersebut, maka semakin
kecil-lah massa jenisnya.
Ketika benda dicelupkan ke dalam zat cair (dimana zat
cair juga memiliki massa jenis tertentu), maka benda tersebut akan memperoleh
gaya tekan ke atas dari zat cair, sehingga berat di air akan lebih ringan ( yang belum coba silahkan bawa benda yang cukup berat
ketika di udara lalu bandingkan dengan membawanya di dalam air, sama beratnya
kah?)
benda yang memiliki volume semakin besar, maka akan memperoleh gaya
tekan ke atas semakin besar, sehingga kemungkinan benda akan mudah terangkat
oleh zat cair. Jadi ketika memperbesar angka volume bendanya tentunya akan memperkecil nilai massa jenisnya (perhatikan rumus
massa jenis). Berdasarkan konsep Archimedes kita dapatkan tiga buah keadaan
benda dalam zat cair:
1. Benda akan terapung jika massa jenis benda itu lebih
kecil dari massa jenis cairan.
2. Benda akan melayang jika
massa jenis benda dan cairannya sama.
3. Benda akan tenggelam jika
massa jenis benda lebih besar dari massa jenis cairan.
Jadi kapal laut yang begitu volumenya begitu besar, akan memperoleh gaya angkat lebih besar dibandingkan dengan
sebatang jarum. Ini karena massa jenis kapal laut
dibuat lebih kecil (dengan memperbesar volumenya) dari massa jenis air laut
sehingga bisa terapung.
Masalah kuantitatif peristiwa mengapung
Syarat
benda mengapung adalah pada saat peristiwa mengapung, volum benda yang tercelup
dalam zat cair lebih kecil daripada volum benda seluruhnya (
Vbf < Vb )
Massa jenis benda mengapung
Ini
berlaku untuk benda yang mengapung dalam satu jenis fluida
PENERAPAN
HUKUM ARCHIMEDES dalam kehidupan sehari hari
Bunyi
Hukum Archimedes
"Benda di dalam zat cair akan mengalami
pengurangan berat sebesar berat zat cair yang dipindahkan".
Penemu
Archimedes dari Syracusa (sekitar 287 SM - 212 SM)
Sebagian sejarahwan matematika memandang Archimedes sebagai salah satu
matematikawan terbesar sejarah, mungkin bersama-sama Newton dan Gauss.
1)
Hidrometer
Hidrometer adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa jenis cairan. Nilainya dapat
diketahui dengan membaca skala pada hidrometer yang ditempatkan mengapung pada
zat cair.
Supaya tabung kaca terapung tegak di
dalam zat cair, bagian bawah tabung dibebani butiran timbel. Diameter bagian bawah tabung kaca
dibuat lebih besar supaya volum zat cair yang dipindahkan hydrometer lebihi
besar. Dengan demikian, dihasilkan gaya apung
yang lebih besar hingga hydrometer dapat mengapung di dalam zat cair.
Hidrometer terbuat dari tabung kaca dan desainnya memiliki 3 bagian :
Tangkai tabung kaca
Bawah tabung kaca
Diameter kaca
Hidrometer terapung di dalam cairan, sehingga berlaku:
Gaya ke atas =
berat hydrometer
Vbfrfg = w, dengan berat hydrometer w tetap
(Ahbf) rfg = mg, sebab Vbf = Ahbf
Persamaan hydrometer:
![]()
Hidrometer : untuk mengukur berat jenis larutan.

2) Kapal Laut
Massa jenis
besi lebih besar dari pada massa jenis air laut,tetapi
mengapa kapal laut yang terbuat dari besi dapat mengapung diatas air?hal ini
dapat di jelaskan melalui konsep gaya apung dan konsep massa jenis. Badan kapal
yang terbuat dari besi dibuat berongga.ini menyebabkan volum air laut yang di
pindahkan oleh kapal menjadi sangat besar.gaya apung sebanding dengan volum air
yang di pindahkan ,sehingga gaya apung menjadi sangat besar.gaya apung ini
mampu mengatasi berat total kapal sehingga kapal laut dapat mengapung di
permukaan laut.jika di jelaskan berdasarkan konsep massa jenis maka massa jenis
rata-rata besi rongga dan udara yang menempati rongga masih lebih kecil
daripada massa jenis air laut.itulah sebabnya kapal mengapung. BAGAIMANA KAPAL LAUT BISA TENGGELAM? Kestabilan sebuah kapal
yang menapung ketika kapal miring bergantung pada posisi relative titik berat
kapal G-titk di mana berat kapal W bekerja-dan titik berat dari air yang di
pindahkan , disebut pusat gaya apung (buoyancy) B-titk dimana gaya apung U
bekerja. Kapal pada posisi stabil,B dan G terletak pada garis vertical yang
sama.jika kapal miring, bentuk air yang digantikan oleh badan kapal berubah
menyebabkan B bergerak dan karena itu menimbulakan suatu kopel yang cenderung
kepada salah satu hal:mengembalikan kapal pada posisi stabil asalnya atau
membuat kapal justru lebih miring lagi.titik perpotongan garis vertical dari B
dengan garis pusat kapal di sebut metapusat M.jika M diatas G maka akan
menghasilakn torsi yang berlawanan arah jarum jam.torsi ini akan
bertindakmengurangi kemiringan kapal,dan keseimbangan adalh stabil.jika M
dibawah G akan menghasilkan torsi yang searah jarum jam,maka akan membuat kapal
lebih miring lagi,dan keseimbangan tidak stabil.
3) Kapal Selam
Kapal selam
mengikuti konsep gaya apung yaitu kapal selam memiliki tangki pemberat yang
terletak diantara lambung sebelah dalam dan sebelah luar.tangki ini dapat diisi
dengan udara atau air.mengatur isi tangki pemberat berarti mengatur berat total
kapal,berat total kapal selam akan menentukan apakah
kapal akan mengapung atau menyelam.
4) Balon Udara
Seperti zat cair ,udara
termasuk fluida.pada balon udara di gunakan prinsip gaya apung. Sebuah balon
udara yang diisi gas panas .prinsip kerjanya adalah mula-mula balon diisi gas
panas sehingga balon menggelembung dan volumnya bertambah.bertambahnya volum
balon berarti bertambah pula volum udara yang dipindahkan oleh balon.ini menunjukkan
gaya apung bertambah besar lalu menyebabkan balon mulai bergerak naik.setelah
ketinggian yang diinginkan tercapai maka gas panas mulai di kurangi(gaya apung
=berat balon)pada saat ini balon dalam keadaan melayang.apabila balon ingin
diturunkan ketinggiannya maka gas panas di keluarkan dari balon lalu volum
balon berkurang(gaya apung lebih kecil daripada berat balon)pada saat ini balon
dalam keadaan bergerak turun. B.TEGANGAN PERMUKAAN ZAT CAIR DAN VISKOSITAS
FLUIDA Pada kehidupan sehari-hari kita sering melihat tetes air berbentuk bola
dan serangga yang dapat hinggap di permukan air,pada
subbab ini akan dijelskan masing-masing peristiwa.
B. Tegangan
Permukaaan Zat Cair dan Viskositas Fluida
1. APAKAH TEGANGAN PERMUKAAN ZAT CAIR ITU?
Tegangan
permukaan zat cair adalah kecenderungan permukaan zat cair untuk menegang,sehingga permukaanya seperti ditutupi oleh suatu lapisan
elastis
2. MENGAPA TERJADI TEGANGAN PERMUKAAN
PADA ZAT CAIR?
Tegangan terjadi karena adanya gaya kohesi
yaitu gaya tarik-menarik antara partikel sejenis.kita dapat memisalkannya A
mewakili partikel di dalam zat cair sedangkan B mewakili partikel di permukaan
zat cair.partikel Adi tarik oleh gaya yang sama besar ke segala arah oleh
partikel-partikel yang ada di dekatnya.sebagai hasilnya resultannya adalah sama
dengan nol. Sedangkan partikel B di tarik oleh partikel-partikelyang ada
disamping dan dibawahnya dengan gaya yang sama besar.sehingga resultannya
adalah berarah ke bawah.resultan ini menyebabkan lapisan atas seakan tertutup
selaput elastis inilah yang disebut dengan tegangan permukaan. Akibat dari tegangan permukaan kita sering melihat tetesan air dari
kran dan tetesan embun berbentuk bola karena dengan itu terbentuk permukaan
yang sempit untuk memudahkan tegangan. Serangga dapat berjalan di atas
air karena berat serangga dapat diatasioleh kulit yaitu saat cairan membentuk
kulit penutup .