Dari : Aldi Herbanu
Dari keluarga saya yang saya sukai adalah ibu saya karena ibu adalah segalanya buat saya, ia bisa mengerti perasaanku dan ia juga merupakan tempat aku berbagi baik itu masalah maupun kesenangan, saya sangat bersyukur terhadap allah karena Engaku telah anugrahakan seorang wanita yang tegar dan berpndidikan seperti dia. Selain itu juga saya senang kepada ayah saya walaupun ia terkadang membuat saya dan saudara bahkan ibu saya kesal kepadanya karena sikapnya buruknya seperti tidak memberi uang belanja ibu saya, tetapi saya sadar itu bukan salah ia tetapi kami juga karena kami membuat mereka kesal terhadap kami.
Karena kami hanya bisa membuat mereka susah saja, maka dengan itu dan saudara � saudara saya ingin terus maju tidak ingin di hina oleh tetangga karena kekurangan keluarga kami. Disini Saya tinggal bersama kelima saudara kandung dan saya adalah anak yang ketiga. Sekian lama kami membuat kedua orang tua saya susah Disini kedua kakak ku kuliah semua sedang berkuliah di universitas sriwijaya indaralaya dengan mendapatkan suatu Bidikmisi. Maksudnya adalah suatu beasiswa khusus untuk pelajar yang kurang mampu namun berprestasi baik itu didalam akademi maupun luar akademi.
Karena tadinya kedua kakak saya berprestasi di sekolahnya merka tidak pernah terlepas dari juara 3 besar di kelas bahkan pernah juga mndapatkan juara umum di sekolah, dengan sangat bangganya kedua orang tua saya bangga terhadap anak-anaknya yang mampu membuat mereka bangga atau bisa membuat derajat mereka bisa dipandang oleh orang lain, karena keterbatasan itulah kami mampu maju seperti orang � orang lainnya.
Bukan mainnya kedua orang tua saya bangga karena kedua orang tua saya sudah dapat membuat anak � anaknya maju tidak seprti mereka.Pernah suatu pngalaman ketika ayah saya memberiakan uang belanja yang sangat pas-pasan dimana disaat itu, kedua kakak saya sedang membutuhkan uang untuk keperluan tugas kuliah mereka Dengan sangat ringannya ibu saya memberikan uang tersebut kepada mereka walupun ada rasa berat sedikit yang ia rasa, namun karena demi anak-anaknya untuk maju ia rela merelakan Segalanya meskipun itu nyawanya Sendiri.
Terkadang aku sempat betapa tulusnya hati seorang ibu, aku bangga punya ibu seperti dia. Demia kebutuhan anak-anaknya ia rela untuk mengutang kesana � kesini untuk mencari uang untuk berbelanja. Terkedang ibu ku sempat mendapatkan cemoohan dari tetanggga karena sering meminjam uang terus menerus Dengan tempo pembayaraan yang agak lama. Tetapi ibuku selalu berusaha untuk secepatnya untuk mengembalikan uang tersebut. Terkadang aku sempat menangis sendiiri tak jelas karena sering mengingat Semua itu, tapi aku sendirinya yang tidak pernah bersyukur atas rahmat allah yang ia berikan kepada ku disini, karena aku telah diberikan kesempatan untuk melanjutkan sekolah yang lebih tinggi lagi yaitu di sekolah yang bertaraf international ini ialah SMAN sumatera Selatan.
Dimana sekolah ini Sekolah menengah keatas yang menawarkan beasiswa dan Sekolah yang berkualitas yang sangat baik, disini aku bisa membuat perasaan mereka bangga walupun sedikit, maka Dengan itu aku disini haru smembuktikan bisa berprestasi. Aku ingin membuat mereka bangga atas usaha ku sendiri, Tujuan aku disini tidak ingin membuat mereka kecewa lagi.
.