Kalimat itu
Karya : Fradina Agustin
Firasat hati,pedihnya luka kemarin
Rangkaian kata-kata yang berhenti diujung jalan
Akibat goresan demi goresan yag tajam
Dalam ikatan suci yang telah terikat
Inilah kalimat yang tak pernah aku dengar
Naungan,matahari di ufuk barat tak mau tenggelam
Akan gemparkan dunia dalam kacau balaunya kehidupan
Angin,semilir,dingin menyapa tetesan air yang membasahi pipinya
Gerakan,tatapan mata,bibir yang tak bergerak,tak dapat berkata
Untuk apa,untuk apakah hidup jika bagaikan mawar yang tak harum
Seruan harapan bagikan semangat
Tetaplah bertahan hai kau wanita tangguh
Indahkan kelak kan kau jelang
Nyayikan kisah bahagia diakhir cerita
Cintamu palsu
Karya: Fradina
Canda itu,mengenalkanku awal munculnya perasaan ini
Isyarat tubuhnya,membuatku mengejarnya untuk dapatkan dirinya
Nyatakan nama dan cerita tentang dirinya
Tentang sosoknya yang begitu berbeda
Awan putih mengiringiku agarku mampu menjadi pelengkap hidupnya
Menyanyikan sebuah lagu indah agar dia tersenyum
Ungkapan dari hati,awalku untuk butuhkan dirinya dan menunggu disini
Perasaan ini terkadang buatku hilang arah demi dia dan cintanya untuk hatiku
Aku tak dapat membakar catatan harapan dan penantianku untuknya
Lemparan puing-puing bola api menyentuh tubuhku
Seraya aku masih disini menunggu balasan darinya
Untukmu dan biarkanmu bersama dirinya,hingga aku rapuh dengan sendirinya

Kau tak peduli
Karya : Fradina
Rembulan malam terdiam kutinggalkan
Ombak dilautan berhenti untuk pasang
Biar-binar cahaya mulai redup
Iriskan mimpi belahkan harapanku
Jangankan satu atau dua warna yang mulai kabur
Untaian kata yang tak dapat dibayangkan lagi
Lilin-lilinku ku kini mulai habis
Ini,aku butuhkannya,aku selalu sendiri
Angan-anganku terbang tinggi tak dapat ku gapai
Nyawa ku relakan untuknya,demi cinta dan citaku
Demi hati yang ingin cepat terobati
Antara hidupku,tanpamu aku tak bisa

