Roman Anak Bangsa
Oleh :Ahmad Hidayatullah
“Dalam era globalisasi, demokrasi, dan modernisasi dewasa ini, watak bangsa yang unggul dan mulia adalah menjadi kewajiban kita semua untuk membangun dan mengembangkannya. Character building penting, sama dengan national development yang harus terus menerus dilakukan. Marilah kita berjiwa terang, berpikir positif, dan bersikap optimistis. Dengan sikap seperti itu, seberat apapun persoalan yang dihadapi bangsa kita, insya Allah akan selalu ada jalan, dan kita akan bisa terus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia”. Kutipan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada suatu waktu.
Generasi muda sebagai pewaris bangsa dan negara dimasa yang akan datang, dewasa ini dilema oleh problema yang sangat besar dalam menata masa depannya. Indonesia masih mencari jati dirinya untuk membangun sebuah karakter bangsa. Sebuah identitas yang mengandung unsur-unsur penting dalam pembentukan karakter telah terkikis oleh zaman, keganasan macan Asia ikut melayu karenanya. “Kami membutuhkan kalian, kami butuh jiwa muda kalian, dan idealisme kalian, untuk membantu kami mengoreksi kesalahan-kesalahan,” ucap Presiden Amerika Ronald Seagan. Kata-kata tersebut setidaknya dapat membangkitkan sebuah motivasi yang tinggi bagi kaum muda dalam membentuk kepribadian yang sedianya berorientasi kesebuah kepribadian bangsa. Dari kepribadian tersebut maka terciptalah karakter yang dibutuhkan oleh bangsa.
Kaum muda adalah kompenan penting yang dibutuhkan oleh negara untuk mengembalikan citra dari nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ideologi. Sebagai kaum muda kita dapat memulai kembali membangun karakter dari bangsa kita, bangsa indonesia. Untuk melaksanakan hal tersebut kita dapat memulainya dengan membuat sebuah fondasi yang kokoh. Fondasi itu ialah wujud dari rasa kecintaan kita terhadap ibu pertiwi.
Rasa cinta tanah air dapat disalurkan dengan cara membela dan mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa dan negara. Megharumkan nama bangsa Indonesia dikanca dunia merupakan salah satu perwujudannya, prestasi adalah salah satu tolak ukur untuk mengharumkan bangsa. Cinta tanah air adalah hal utama dalam membentuk karakter warga negara dengan menumbuhkan cinta tanah air maka akan menimbulkan rasa bangga menjadi warga negara Indonesia.
Indonesia mempunyai banyak karakter dalam kehidupan masyarakatnya. Religius atau sikap dimana orang-orang patuh untuk melaksanakan ajaran agamanya terlihat sangat mencolok. Sifat yang sangat sulit untuk dipegang yaitu kejujuran walaupun hal ini sangat sulit tapi sifat ini masih bisa dipegang teguh oleh seorang yang memiliki sikap kepemimpinan sejati. Tanggung jawab adalah perilaku dasar yang melandasi seseorang atas kesadaran akan kewajibannya. Selanjutnya yaitu demokratis, setiap orang dituntut untuk bersikap demokratis dalam mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Karakter lainnya dari masyarakat Indonesia seperti : toleransi, kerja keras, kreatif, mandiri, dan cinta damai. Semua karakter diatas akan menjadi terwujud apabila kita memiliki sikap Disiplin. Disiplin adalah kunci menuju kesuksesan dari segalanya, karena disiplin merupakan sikap dimana kita patuh pada ketentuan dan peraturan.
Lebih jauh lagi, pendidikan adalah salah satu faktor terpenting dalam pembangunan bangsa karena pendidikan mengajarkan kita akan dasar membangun karakter manusia. 21 mei 2011 dalam kunjungan Presiden ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan beberapa poin cara menjadi manusia yang berkarakter dan unggul :
1. Manusia Indonesia yang bermoral, berakhlak dan berperilaku baik.
2. Mencapai masyarakat yang cerdas dan rasional.
3. Manusia Indonesia ke depan menjadi manusia yang inovatif dan terus mengejar kemajuan.
4.. Memperkuat semangat “Harus Bisa”, yang terus mencari solusi dalam setiap kesulitan.
5. Manusia Indonesia haruslah menjadi patriot sejati yang mencintai bangsa,Negara dan tanah airnya.
Pendidikan bukan hanya prasarana dimana orang-orang hanya mendapatkan ilmu pelajaran semata. Melainkan orang-orang juga dapat membangun karakternya. Sesungguhnya pembentukan karakter bangsa sangatlah dibutuhkan untuk menciptakan sebuah identitas negara terutama negara berkembang seperti negara kita.
Di sisi lain faktor yang menghambat perkembangan dari karakter bangsa adalah globalisasi. Globalisasi merupakan masalah besar yang dihadapi oleh Negara berkembang karena faktor ini sangat mempengaruhi karakter dari seseorang. Fenomena ini menyebabkan seseorang memiliki sifat individualisme yang tinggi dan apatisme yang akan berujung pada bergesernya karakter bangsa, dan pada puncaknya kesatuan negara pun dipertanyakan.
Namun jangan sampai kita tenggelam dalam westernisasi yang bisa mengikis karakter pembangunan yang telah ada. Globalisasi hanyalah segelintir kecil masalah yang pasti bisa kita atasi. Oleh karena itu sebagai kaum muda yang cinta tanah air, kita harus bangkit membangun karakter bangsa