
Saat kita
belajar.. terkadang apa yang kita pelajari itu tidak sepenuhnya masuk ke otak
atau ingatan kita.
Setelah seminggu atau beberapa hari kemudian akan lupa lagi..
Nah.. disini saya akan memberitahu Tehnik belajar agar mudah diserap oleh otak..
Bagai mana caranya? Cekidoottt...
Tehnik
belajar agar mudah diserap oleh otak
1. Belajar itu
memahami bukan sekedar menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita
boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah
kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum
menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
2. Membaca
adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni
sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah
materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama
di otak kita.
3. Mencatat
pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari
setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti
berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
4. Hapalkan
kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak.
Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan,
supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk
nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning,
hijau, biru, nila dan ungu.
5. Pilih waktu
belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang
tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi
hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk
mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang
pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
6. Bangun
suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu
yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau
sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai
aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
7. Bentuk
Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah
banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian
materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara
bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya.
Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk
mengantuk.
8. Latih
sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab
pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu
instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh
mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke
guru.
9. Kembangkan
materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan
langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa
pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk
menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau
internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
10. Sediakan
waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap
jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit
waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah
suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan
otak pun siap menerima materi baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan
kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal
latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau
belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah
dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu
detail, berarti kita sudah paham.