REGULASI
Walau tak dilahirkan dari sebiji daging
tapi riak ilalangpun tak pernah mengenalnya
takdir, pasti, regulasi lagi tapi apakah
mungkin masih bisa kita tinggali?
Pentingkah berlumuri mencuci
kutukan dengan caci?!
Rusakkan peradaban, membentangkan ubahan
dingin pencaripun sulit untuk dipahami
takdir mungkin demonstrasi lagi apa mungkinkah
harus masih terus begini?
** Tidak cukupkah, tambah semua
beban menggayuti Cekik siksik, cekik siksik, dan semua tersisih?.
Tak ada yang sembunyi, dibawah satu matahari
!!
Walaupun
Aku tak bisa marah pada dirimu,
Tuan! Ku tak bisa-bisa marah pada dirimu, Tuan!
Ku tak pernah bisa marah pada dirimu,
Tuan ! Memang Ku tak bisa marah pada dirimu, Tuan!.
Hanya di pagi hari sibukkan kedamaian
lalu di siang hari mengarak laut mati
Akhir hari dan tragedi lagi Apa mungkinkah
masih terus harus begini?
(Kembali ke **)
Tak ada yang bisa sembunyi !! Kita di bawah satu matahari !!
walaupun
Memang ku tak
bisa marah pada dirimu, Tuan! Ku tak bisa-bisa marah pada dirimu, Tuan!
Ku tak pernah bisa marah pada dirimu,
Tuan! Memang kutak bisa marah pada dirimu, Tuan!
BOCAH
Lihatlah mereka disana, kais kais awan
kuras airmata
burungpun tersenyum, bocah diam saja lewati
hari dengan kecewa
hilang indahnya, mimpi legenda
lalui rumput kering kaku daun duri berbisik
iringi langkahmu
langitpun tak biru hitam dan membisu
bocah diam saja tertunduk malu
tatapi luka, isi dunia
· apa yang ‘kan terungkap…!
Tuhan t’lah diganti uang dan penguasa
gila, rakus, serakah, lahap Kurnia-Nya
cinta jadi sampah kasih makin murah maki
injak sesama telah terbiasa
ludahi muka, telah terbiasa
· Terangilah semua Kurnia yang
dulu ada
Tanyai pelangi adakah disana dunia penuh
cerita, tawa dan canda
bocahpun meminta pintu kan terbuka bagi
yang telah lupa, karna ulahnya
KUCINGKU
kucingku yang manis mengapa menangis pagi
ini melihat alam rusak sekali
kucingku yang malas bulan mentari tertawa
sedih akankah hutan indah kembali
TERLELAP
KITA TAK TERASA
kucingku
mengiba melihati semua punah tak tersisa
kucingku yang tolol lihat tipi nonton
asap lagi menari sesaki alammu ini
kucingku yang bego hutan alami terlahap
api ulah badut yang tak tahu diri
TERLELAP KITA
TAK TERASA
kucingku mengiba
/meronta melihati semua punah tak tersisa
kucingku telah mati tinggalkan salam harumi
pagi salam mulia yang kau miliki
kucingku telah mati sampaikan salam bagimu
bumi cantikkanlah hutanku kembali
KUCINGKU
YANG MANIS KUCINGKU TELAH MATI
( WHAT’S THE FUCK $$$$$$$$$$ MY
FOREST )
SUBLIM
Hujan deras bahagia, hujani aku di pagi
hari seakan ingin timpaku, atas semua-semua mimpiku
Begitu sublim cintaMu, tak mampu kuucapkan
walau dengan seribu kata, hanya licin semakin licin
terguyur air mata, karena hanya ini yang
kumampu
Berlebih bahagiaku Kini, karena
Takdirku yang Kau beri
Gemerincik air dihatiku, begitu menyentak
sesaat, lalu menyergap
Dari ikuti waktu bagiku, sampai di saat
ini baru pernah kutemui
Berlebih bahagiaku Kini, karena
Takdirku yang Kau beri
Begitu agung hangat yang Kau berikan hangat
yang Kau teteskan dalam tiap
langkahku Semenjak kini bagiku, mengkoyak
keinginan berontak dari diam..!!
Berlebih bahagiaku Kini, karena
Takdirku yang Kau beri
TAK SUDI (Kumaha
Aing…!!!!!)
Di sini ku menepi, di sini ku meringis,
tapi di sini kau menari
Hitung-menghitung dari sulur ke
sulur Rambatan ingatan bangun mimpi
langkah-selangkah apa yang ku cari
selama ini aku di tepi.
Suka tak suka sudah
ku ada di sini Aku tak bisa pergi dan pilih memilih mau tak mau harus akupun
atasi
suka tak suka ini yang
ku miliki walaupun apabila mungkin ku tidak perduli
Buruk-memburuk dari hari ke hari
Rabaan cengkraman makin tersisih
minggu-perminggu makin landai berangin
lambat merangkak tak sampai di hilir
Tak sudi [ sudi anjing!! ] ku harus merintih
Tak sudi [ Kumaha Aing, aing, aing….!! ] basa-basi
Tak sudi [ sudi anjing!! ] ku harus merintih
Tak sudi [ Kumaha Aing, aing, aing, aing, aing..!! ] basa-basi
Dan sekarang :
di sini ku meringis busuk-membusuk, disini
kaupun menepi busuk-membusuk, di sini kaupun meringis busuk-membusuk
Bahkan padipun tak bisa menguning
Apapun tercekal tercabik-cabik
Seakan petani berhenti bertani Bukanlah
Surga pasti di sini.!!
Tak sudi (Sudi) ku harus merintih, dan
tak sudi (sudi) ku harus basa-basi…!!!
BLIND MAJESTY
you got the dime you keep the ace
you place your bet honey, you roll the
dice
you play the game, we take the blame
you got the dime honet, we lost a live
farewell my majesty
farewell to my blind majesty
Yob-Eagger
Hari sangat pagi, dengar suara menderit
dan jerit pekik anak-anak lari Memaksaku terbit dan terus berlari
tanpa alas kaki, bahkan kaki berdaki jalan-jalan
kecil kumasuki, sambil berlari tanpa lihat kanan kiri
Terus berlari, karena hanya ini yang kumiliki
Warung kumasuki, tak bisa basa-basi karena
perut mulai terus bernyanyi memaksaku tanpa tunggu nanti lagi
Dan secangkir kopi dorong sepotong roti
ganjal perut yang belum terisi sejak ku bermimpi buruk malam tadi
Dan terus berlari, hanya ini…….
Ku Ingin Terus Berlari.!!!! Tanpa Perlu
Perduli Lagi!!!
Jalan kumasuki dan simpang kuseberangi,
tangga-tangga tinggi terus kudaki impian baru terus membayangi
Lengkap sudah harapan untuk menyeberangi
Lengkap juga harapan,
berani untuk membuka, untuk mencela Dinding
Lapuk yang terus merintangi
WALAU Hanya ini yang kumiliki
Kuingin Berlari….!!! Tanpa Perduli Lagi….!!!
Kuingin Hanya Berlari-Lari…!!! Tanpa Perduli Lagi-lagi….!!!!!!
NYAMUK YANG BINGUNG
Lesu waktu berlalu, mataharipun seakan
malu bagai bulan yang ragu,
ataukah hanya malas menunggu "Perlukah
aku esok terbit, untuk menyinari ?
Hari-hari kelabu. Mungkinkah tetap sama
berlalu?"
Tolong rubahkanlah! Tolong geserkanlah!
Dan minyakpun mengering, lampu reduppun
iringi aku
yang terduduk terkunci, di sela lapuknya
kursi kayu
"Bagiku semua hari minggu.
Masih tetap lalu!"
Bagai nyamuk yang bingung, apa yang masih
mungkin kubangunkan
Tolong rubahlah! Tolong geserkanlah!
Hari-hari memanjang, sedang langkah tak
ikut memuai. Tubuh tak dapat meregang,
bagai terpanggang di sudut palang Dan
bidukpun masih menunggu, tapi hidup harus laju
Apa yang kusambung? Apa yang masih dapat
kusambung kembali!!??
Terdengar naif memang tak punya pilihan!
Terdengar naif memang di luar sana!
DIMANA PARA BESTARI...?!
Ayo lihat di tepian di pinggir jalan para
bestari tidak disini
dan lihat pegunungan di atas hutan bengawan
lari tidak perduli lagi
Lihatlah perempatan penari kecil asyik
bernyanyi, Atau lihat di tepian yang berserakan pujangga lari asyik sendiri
Bisakah kau lihat arakan
tak terkendali Bisakah kau lihat, dan kemana sembunyi?
Apa yang terjadi sudah
bersemi Apa yang terjadi tidak sendiri
Jalang bisakah mengerti apa yang
terjadi di sini? Jalang bisakah mengerti batas persoalan di sini?
Mungkin kaupun sudah tuli untuk bisa mengakui,
dan mungkin sudah tak perduli untuk bisa mengakui
Akui…Akui….Lah..!!!
Apa yang terjadi tidak sendiri?! Dan apa
yang terjadi sudah bersemi! Mengerti…mengerti….kah..??!!
Apa yang terjadi ini?? Apa yang terjadi
bisa terjadi disini! Apa yang terjadi tidak sendiri! Dan biang keladi dirimu
lagi!
SIMALA-KARMA
Aku terjepit kaupun terhimpit
bila aku terjepit, maka kaupun terhimpit maka pastikanlah
kepastian! Pastikanlah kepastian!
Kita tak pernah memastikan kepastian, kepastian Pasti
Lihatlah pada yoyo !
Yang naik turun-naik turun tapi pasti, tidak seperti kita, yg pusing
hingga hari,
berpikir dan berpikir tapi
dengan otak tak berisi mencoba membalas sakit hati, sakit hati, sakit hati
karena
Kau sudah khianati mata pagi yang kau
isi untuk melingkari seluruh tanah ini
Dan kitapun disini terbungkam bubuk nasi
dengan gayamu yang simpati tapi busuk dari hati
akibatnya
relung kata-kata bertumpuk di derita kini
cerita di tiap ruang baca jadi berita
dan jadi pembukaan dari rebutan singgasana
yang kini beraroma tak dipercaya lagi-lagi,
tapi
Tak ada pilihan yang bisa kupilih
tak ada pilihan yang layak dipilih
tak ada pilihan yang bisa terpilih tak
ada pilihan yang layak dipilih
Dan
Inilah waktunya, inilah waktu, inilah
waktu waktu, waktu, waktu, waktu, waktu !!!!
Inilah waktu kita melesak ya ! Di tengah
jaman mendesak ya ! Buat kita makin tersedak ya !
bahkan untuk nafaspun sulit sesak
Tiada hari tanpa propaganda menghasut massa,
buntung, tak juntung, tak bukti bikin
hari-hari seakan mati, bobrok goblok !!
Dan sialnya kau hanya
Terangkat alis, seakan tak pahami pertanyaan
kami, yang sering terulangi,
padahal kau tak mungkin lari, tak mungkin
kau mencuci
sebab mataharipun tak mungkin sembunyi
Karena engkau warisi…..
Hari-hari mati, hari-hari tak berisi
tidak pulang lagi ke atas tanah ini
tidak perlu lagi armada nan peringgi untuk
melindungi diri-diri yang sembunyi yang tergila-gila materi.
Akibatnya
mati, mati,
mengejutkan kau mati, mati, mengejutkan,mengejutkan, mengejutkan
Gamang, gamang, gamang gamang, gamang,
gamang tanahku
gamang, gamang, gamang diriku gamang,
gamang, gamang tanahku mendidih, merintih, dan meringis
CODA
Akankah bulan bernyanyi di siang hari
Ataukah bintang bertebar di tengah hari
Karena mentari, di barat terbit menangisi
hari-hari Akhir hidupnya berakhir dalam luka yang menganga
Aku ingin menguburnya dalam-dalam semua….
Kebusukan yang telah kita terima