KEMBALI
Di tengah tanah mengering, yang menyeret langkah kaki
Di tengah terik mentari, menancap di muka kulit
Di tengah lapar melilit, membuatku muntah angin
Di tengah haus mencekik, ku mencari
Aku mencari-cari dalam gelap mencari, walaupun lelah, walaupun lelah ku mencari
Aku mencari-cari dalam sakit mencari, walaupun sesak, walaupun sesak ku mencari
Didalam tubuh melemah, yang mengering dan menggigil memaksaku menggeliat,
dunia hilangpun tersingkap Yang selama ini ku tuli, yang selama ini ku buta
yang lama ku tak perduli, dan kini….
* Kembali, kembali lahir lagi …..Kembali, kembali ku di sini…..
Dalam sepi, dan sejuk terlirik menyeretku, menyeretku dan menyeretku…
Di dalam hati yang mengembang tersingkapkan denyut nadi
Denyut nadi yang berhati membuka ruang sendiri
Ruang terang dan benderang, membuka dan menerawang Tak akan habis dipandang, Di sini..!
* Kembali, kembali lahir lagi Kembali, kembali ku di sini…..

REGULASI
Walau tak dilahirkan dari sebiji daging tapi riak ilalangpun tak pernah mengenalnya
takdir, pasti, regulasi lagi tapi apakah mungkin masih bisa kita tinggali?
 Pentingkah berlumuri  mencuci kutukan dengan caci?!
Rusakkan peradaban, membentangkan ubahan dingin pencaripun sulit untuk dipahami
takdir mungkin demonstrasi lagi apa mungkinkah harus masih terus begini?
**  Tidak cukupkah, tambah semua beban menggayuti  Cekik siksik, cekik siksik, dan semua tersisih?.
Tak ada yang sembunyi, dibawah satu matahari !!
Walaupun
  Aku tak bisa marah pada dirimu,  Tuan! Ku tak bisa-bisa marah pada dirimu, Tuan!
  Ku tak pernah bisa marah pada dirimu, Tuan ! Memang Ku tak bisa marah pada dirimu, Tuan!.
Hanya di pagi hari sibukkan kedamaian lalu di siang hari mengarak laut mati
Akhir hari dan tragedi lagi Apa mungkinkah masih terus harus begini?
(Kembali ke **)
         Tak ada yang bisa sembunyi !!  Kita di bawah satu matahari !!
walaupun
     Memang ku tak bisa marah pada dirimu, Tuan! Ku tak bisa-bisa marah pada dirimu, Tuan!
 Ku tak pernah bisa marah pada dirimu, Tuan! Memang kutak bisa marah pada dirimu, Tuan!

BOCAH
Lihatlah mereka disana, kais kais awan kuras airmata
burungpun tersenyum, bocah diam saja lewati hari dengan kecewa
hilang indahnya, mimpi legenda
lalui rumput kering kaku daun duri berbisik iringi langkahmu
langitpun tak biru hitam dan membisu
bocah diam saja tertunduk malu
tatapi luka, isi dunia
· apa yang ‘kan terungkap…!
Tuhan t’lah diganti uang dan penguasa gila, rakus, serakah, lahap Kurnia-Nya
cinta jadi sampah kasih makin murah maki injak sesama telah terbiasa
ludahi muka, telah terbiasa
· Terangilah semua Kurnia yang dulu ada
Tanyai pelangi adakah disana dunia penuh cerita, tawa dan canda
bocahpun meminta pintu kan terbuka bagi yang telah lupa, karna ulahnya

KUCINGKU
kucingku yang manis mengapa menangis pagi ini melihat alam rusak sekali
kucingku yang malas bulan mentari tertawa sedih akankah hutan indah kembali
       TERLELAP KITA TAK TERASA
       kucingku mengiba melihati semua punah tak tersisa
kucingku yang tolol lihat tipi nonton asap lagi menari sesaki alammu ini
kucingku yang bego hutan alami terlahap api ulah badut yang tak tahu diri
     TERLELAP KITA TAK TERASA
     kucingku mengiba /meronta melihati semua punah tak tersisa
kucingku telah mati tinggalkan salam harumi pagi salam mulia yang kau miliki
kucingku telah mati sampaikan salam bagimu bumi cantikkanlah hutanku kembali
      KUCINGKU YANG MANIS KUCINGKU TELAH MATI
 ( WHAT’S THE FUCK $$$$$$$$$$ MY FOREST )

SUBLIM
Hujan deras bahagia, hujani aku di pagi hari seakan ingin timpaku, atas semua-semua mimpiku
Begitu sublim cintaMu, tak mampu kuucapkan walau dengan seribu kata, hanya licin semakin licin
terguyur air mata, karena hanya ini yang kumampu
 Berlebih bahagiaku Kini, karena Takdirku yang Kau beri
Gemerincik air dihatiku, begitu menyentak sesaat, lalu menyergap
Dari ikuti waktu bagiku, sampai di saat ini baru pernah kutemui
 Berlebih bahagiaku Kini, karena Takdirku yang Kau beri
Begitu agung hangat yang Kau berikan hangat yang Kau teteskan dalam tiap
langkahku Semenjak kini bagiku, mengkoyak keinginan berontak dari diam..!!
 Berlebih bahagiaku Kini, karena Takdirku yang Kau beri

TAK SUDI (Kumaha Aing…!!!!!)
Di sini ku menepi, di sini ku meringis, tapi di sini kau menari
 Hitung-menghitung dari sulur ke sulur Rambatan ingatan bangun mimpi
 langkah-selangkah apa yang ku cari  selama ini aku di tepi.
    Suka tak suka sudah ku ada di sini Aku tak bisa pergi dan pilih memilih mau tak mau harus akupun atasi
    suka tak suka ini yang ku miliki walaupun apabila mungkin ku tidak perduli
 Buruk-memburuk dari hari ke hari Rabaan cengkraman makin tersisih
 minggu-perminggu makin landai berangin lambat merangkak tak sampai di hilir
Tak sudi [ sudi anjing!! ] ku harus merintih   Tak sudi [ Kumaha Aing, aing, aing….!! ] basa-basi
Tak sudi [ sudi anjing!! ] ku harus merintih   Tak sudi [ Kumaha Aing, aing, aing, aing, aing..!! ] basa-basi
Dan sekarang :
di sini ku meringis busuk-membusuk, disini kaupun menepi busuk-membusuk, di sini kaupun meringis busuk-membusuk
 Bahkan padipun tak bisa menguning Apapun tercekal tercabik-cabik
Seakan petani berhenti bertani Bukanlah Surga pasti di sini.!!
Tak sudi (Sudi) ku harus merintih, dan tak sudi (sudi) ku harus basa-basi…!!!

BLIND MAJESTY
you got the dime you keep the ace
you place your bet honey, you roll the dice
you play the game, we take the blame
you got the dime honet, we lost a live

farewell my majesty
farewell to my blind majesty

Yob-Eagger
Hari sangat pagi, dengar suara menderit dan jerit pekik anak-anak lari Memaksaku terbit dan terus berlari
tanpa alas kaki, bahkan kaki berdaki jalan-jalan kecil kumasuki, sambil berlari tanpa lihat kanan kiri
Terus berlari, karena hanya ini yang kumiliki
Warung kumasuki, tak bisa basa-basi karena perut mulai terus bernyanyi memaksaku tanpa tunggu nanti lagi
Dan secangkir kopi dorong sepotong roti ganjal perut yang belum terisi sejak ku bermimpi buruk malam tadi
Dan terus berlari, hanya ini…….
Ku Ingin Terus Berlari.!!!! Tanpa Perlu Perduli Lagi!!!
Jalan kumasuki dan simpang kuseberangi, tangga-tangga tinggi terus kudaki impian baru terus membayangi
Lengkap sudah harapan untuk menyeberangi  Lengkap juga harapan,
berani untuk membuka, untuk mencela Dinding Lapuk yang terus merintangi
WALAU Hanya ini yang kumiliki
Kuingin Berlari….!!! Tanpa Perduli Lagi….!!! Kuingin Hanya Berlari-Lari…!!! Tanpa Perduli Lagi-lagi….!!!!!!

NYAMUK YANG BINGUNG
Lesu waktu berlalu, mataharipun seakan malu bagai bulan yang ragu,
ataukah hanya malas menunggu "Perlukah aku esok terbit, untuk menyinari ?
Hari-hari kelabu. Mungkinkah tetap sama berlalu?"
Tolong rubahkanlah! Tolong geserkanlah!
Dan minyakpun mengering, lampu reduppun iringi aku
yang terduduk terkunci, di sela lapuknya kursi kayu
   "Bagiku semua hari minggu. Masih tetap lalu!"
Bagai nyamuk yang bingung, apa yang masih mungkin kubangunkan
Tolong rubahlah! Tolong geserkanlah!
Hari-hari memanjang, sedang langkah tak ikut memuai. Tubuh tak dapat meregang,
bagai terpanggang di sudut palang Dan bidukpun masih menunggu, tapi hidup harus laju
Apa yang kusambung? Apa yang masih dapat kusambung kembali!!??
Terdengar naif memang tak punya pilihan!  Terdengar naif memang di luar sana!

DIMANA PARA BESTARI...?!
Ayo lihat di tepian di pinggir jalan para bestari tidak disini
dan lihat pegunungan di atas hutan bengawan lari tidak perduli lagi
Lihatlah perempatan penari kecil asyik bernyanyi, Atau lihat di tepian yang berserakan pujangga lari asyik sendiri
    Bisakah kau lihat arakan tak terkendali Bisakah kau lihat, dan kemana sembunyi?
    Apa yang terjadi sudah bersemi Apa yang terjadi tidak sendiri
 Jalang bisakah mengerti apa yang terjadi di sini? Jalang bisakah mengerti batas persoalan di sini?
Mungkin kaupun sudah tuli untuk bisa mengakui, dan mungkin sudah tak perduli untuk bisa mengakui
 Akui…Akui….Lah..!!!
Apa yang terjadi tidak sendiri?! Dan apa yang terjadi sudah bersemi! Mengerti…mengerti….kah..??!!
Apa yang terjadi ini?? Apa yang terjadi bisa terjadi disini! Apa yang terjadi tidak sendiri! Dan biang keladi dirimu lagi!

SIMALA-KARMA
  Aku terjepit kaupun terhimpit  bila aku terjepit, maka kaupun terhimpit maka pastikanlah
  kepastian!  Pastikanlah kepastian!   Kita tak pernah memastikan kepastian, kepastian Pasti
   Lihatlah pada yoyo !  Yang naik turun-naik turun tapi pasti, tidak seperti kita,  yg pusing hingga hari,
   berpikir dan berpikir tapi dengan otak tak berisi mencoba membalas sakit hati, sakit hati, sakit hati
karena
Kau sudah khianati mata pagi yang kau isi untuk melingkari seluruh tanah ini
Dan kitapun disini terbungkam bubuk nasi dengan gayamu yang simpati tapi busuk dari hati
akibatnya
relung kata-kata bertumpuk di derita kini cerita di tiap ruang baca jadi berita
dan jadi pembukaan dari rebutan singgasana yang kini beraroma tak dipercaya lagi-lagi,
tapi
Tak ada pilihan yang bisa kupilih  tak ada pilihan yang layak dipilih
tak ada pilihan yang bisa terpilih tak ada pilihan yang layak dipilih
Dan
Inilah waktunya, inilah waktu, inilah waktu waktu, waktu, waktu, waktu, waktu !!!!
Inilah waktu kita melesak ya ! Di tengah jaman mendesak ya !  Buat kita makin tersedak ya !
bahkan untuk nafaspun sulit sesak  Tiada hari tanpa propaganda menghasut massa,
buntung, tak juntung, tak bukti bikin hari-hari seakan mati, bobrok goblok !!
Dan sialnya kau hanya
Terangkat alis, seakan tak pahami pertanyaan kami, yang sering terulangi,
padahal kau tak mungkin lari, tak mungkin kau mencuci
sebab mataharipun tak mungkin sembunyi Karena engkau warisi…..
Hari-hari mati, hari-hari tak berisi  tidak pulang lagi ke atas tanah ini
tidak perlu lagi armada nan peringgi untuk melindungi diri-diri yang sembunyi yang tergila-gila materi.
Akibatnya
      mati, mati, mengejutkan kau mati, mati, mengejutkan,mengejutkan, mengejutkan
Gamang, gamang, gamang gamang, gamang, gamang tanahku
gamang, gamang, gamang diriku gamang, gamang, gamang tanahku  mendidih, merintih, dan meringis

CODA
Akankah bulan bernyanyi di siang hari Ataukah bintang bertebar di tengah hari
Karena mentari, di barat terbit menangisi hari-hari Akhir hidupnya berakhir dalam luka yang menganga
Aku ingin menguburnya dalam-dalam semua….
Kebusukan yang telah kita terima
 

Hosted by www.Geocities.ws

1