Pleiadians
Oleh : Armansyah
http://www.geocities.com/pentagon/quarters/1246

PLEIADIANS/PLEJARANS
Taken from : http://www.billymeier.com

Tahun 1942, di Swiss. Billy Meeier, 5 tahun, sedang berjalan-jalan bersama ayahnya, didaerah Schafhaussen. Mendadak, mata bocah ingusan itu melihat sebuah benda aneh melejit melewati menara gereja, "Apa itu, ayah ?" tanya Billy. "Itu hanya senjata rahasia milik Hitler." Kata ayahnya santai. Tapi, Billy, tak puas dengan jawaban itu. Ia merasa benda terbang itu berbeda sama sekali dengan pesawat yang biasa melintasi langit Swiss. Sejak itu, Billy berubah. Ia menjadi bocah pendiam, penyendiri dan sulit dimengerti.

Pada usia tujuh tahun, dia bahkan mengaku "diganggu" oleh suara ditelinganya yang berasal dari ruang angkasa yang minta berkomunikasi secara telepati. Ternyata katanya, bisikan itu berasal dari orang tua bernama Sfath. Konon Sfath menjadikan Billy sebagai gurunya dan akan menghubungkannya dengan makhluk hidup lainnya. Hubungan itu berlangsung hingga tahun 1953.

Masa remaja Billy, praktis tidak cerah. Dia pernah menginap dipenjara dan keluyuran sampai ke Asia Tengah dan Timur Jauh. Di India, ia malah mengaku pernah menerima hubungan lagi dengan seorang makhluk luar angkasa, kali ini seorang wanita bernama Asket yang mengaku datang dari Dal Universum, dunia yang letaknya sejajar dengan alam semesta kita.

Wanita ruang angkasa itu masuk kealam semesta bumi, katanya menggunakan teknologi canggih dan khusus. Menurut Billy, mereka bertemu pada tahun 1975, dalam Suasana menakjubkan di Swiss. Pada saat itu, Billy sendiri sudah menikah dengan wanita Yunani bernama Popi dan kehilangan tangannya akibat kecelakaan bis di Turki. Keluarga Billy tinggal didesa Hinwil, 50 Kilometer tenggara Zurich.

Disana Billy ditawari tatap muka dengan teman angkasa luarnya. Billy setuju.
Dengan menumpang sepeda motornya ia datang kelokasi yang dijanjikan. Dan, busyet, sebuah pesawat UFO konon mendarat dan seorang Ufonout wanita nongol dari dalam pesawat. Wanita tersebut memperkenalkan diri, namanya Semjase.

Adapun si Semjase ini seperti mansuia juga, cantik, berambut pirang.
Cewek ini mengaku berasal dari PLEIADIANS, kelompok bintang, dekat rasi banteng, Taurus, yaitu Planet yang bernama Erra. Penduduk PLEIADIANS, konon punya asal usul sama dengan manusia bumi dan manusia dari kelompok bintang Lyra, yang keadaannya juga sama dengan bumi. Sebenarnya mereka pun sudah pernah datang kebumi, 250.000 tahun yang lalu. Tapi karena di Planet bumi kita ini bencana sering datang silih berganti akibat ulah manusia, mereka menjadi enggan untuk tinggal dibumi ini dan mencari tempat pada planet bumi lainnya.

PLEIADIANS terletak sekitar 400 tahun cahaya dari susunan matahari dan planet-planetnya. Dengan kecepatan cahaya saja, untuk perjalanan pulang perginya memakan waktu 800 tahun. Tapi Semjase sendiri hanya menempuh perjalanan selama tujuh jam, tiga setengah jam untuk mengembalikannya kekecepatan normal.

Di Planet itu, hidup 5 juta orang yang berusia 1.000 tahun. Dan Semjase sendiri waktu itu berumur 330 tahun. Dan itu, tentu masih muda belia. Percaya atau tidak, sejak itu hingga 1985, Semjase sudah beratus kali kencan dengan Billy. Mereka menggunakan bahasa Jerman, yang dikuasai Billy. Semjase sendiri untuk bisa bercakap dalam bahasa Jerman harus belajar dulu selama 30 hari !

Kepada Billy, Semjase mengatakan bahwa diri Billy sudah terpilih sebagai perantara yang baik, yaitu ketika dia melihat UFO pertama kali di Swiss dahulu bersama ayahnya. Dan selama Billy melakukan kontak dengan Semjase itu, ia selalu naik motor kesuatu tempat dan tidak lupa menenteng kamera. Setiap kali Billy menjawab, orang tidak percaya. Tapi setelah melihat hasil foto Billy yang amat jelas tentang kedatangan pesawat ruang angkasa UFO itu, mereka mulai percaya.

Rumah Billy dikunjungi banyak orang, termasuk Shirley Mc. Laine.
Semua foto-foto Billy diteliti oleh Jim Delettoso, pakar fotografi yang tergabung dalam Tim Peneliti Kebenaran, juga oleh Wally Gentlement, pakar dalam hal tipuan (trik) foto Hollywood untuk film-film UFO.

Hasilnya, kedua pakar itu sepakat untuk mengatakan bahwa untuk dapat membuat foto yang dibidik oleh Billy, dibutuhkan uang sekitar 200.000 dollar AS dan setidak-tidaknya oleh sebuah tim yang terdiri dari 15 orang pakar. Namun kenyataannya, Billy adalah orang miskin.

Mereka percaya bahwa Billy telah memotret obyek yang benar. Apalagi Billy juga menyodorkan barang bukti berupa pita rekaman suara, baik ketika pesawat UFO mendarat maupun tinggal landas. Inipun ditambah adanya bukti dilokasi kejadian. Ditempat yang ditunjukkan oleh Billy, terdapat bentuk lingkaran dengan tekanan pada tiga tempat seperti kaki-kaki. Rumput disitupun sudah rubuh, meski masih tetap hidup. Setelah diselidiki secara seksama oleh para ahli, terbukti bahwa daerah itu mengandung radio aktif empat kali lebih banyak daripada sekelilingnya !

Bukti lainnya yang diajukan oleh Billy, tiga lempengan metal, bahan baku untuk membuat pesawat UFO dan film dokumenter yang dibuat oleh Billy ketika dia masuk keperut pesawat UFO. Dari penelitian, bahan metal ini terdiri dari struktur dan sub struktur rumit yang masih terdiri dari kristal-kristal besi.

Yang aneh, pemakaian elemen Thulium, produk limbah pada penyelidikan bom-bom atom. Ada dibumi, tapi harganya mahal dan sangat langka. Sedangkan dari penelitian film dokumenter, lambung pesawat UFO itu ternyata sistem yang digunakan perpaduan antara yang ada dalam satelit Soyuz dan Apollo.

Selanjutnya, demi ketenangannya, Billy pindah ke Schmidruti.
Tapi hubungannya dengan Semjase berlangsung terus. Semjase menceritakan tentang segala bencana dan peristiwa menyedihkan yang terjadi dimasa lalu yang terjadi diplanet bumi kita ini.

"Kita ini semua adalah manusia, alam semesta ini punya 300 jenis manusia yang berbeda ras. Manusia pertama dibumi ini bukan berasal dari monyet, tapi datang dari bagian alam semesta lain yang selama 250 ribu tahun bercampur terus dengan makhluk yang memang telah ada dibumi, sejenis kera. Di planet Erra, kandungan zat asamnya 32% sedangkan diplanet bumi ini hanya 20%", begitu kataSemjase.

Bagaimana komentar para ahli ? Dr. David Froning Jr, seorang ilmuwan dari Mc. Donell-Douglas, pabrik pesawat terbang mengomentari : "Kalau apa yang dikatakan Billy bohong, maka pasti dia dikirim oleh seorang intelektual luar biasa. Untuk saya, semua itu betul dan masuk akal"

Apakah Billy Meier seorang pembohong besar ?
Silahkan anda kaji dan pelajari sendiri....


Amatlah saya sadari bahwa saat ini saya tengah berhadapan dengan para ahli agama dari berbagai tingkat pengetahuan dan pemahaman yang saya percaya hampir semuanya akan menentang pendirian saya ini, karena dianggap njelimet dan menyimpang dari kebiasaan.

Dan saya tegaskan bahwa memang pemahaman saya ini diluar dari kebiasaan yang ada selama ini.
Sekarang kita sudah berada pada abad tekhnologi dan science modern, abad komputerisasi.
Apa yang kita pahami pada masa dahulu kala, itu tidak selamanya harus benar, sebab pemahaman itu tumbuh dan berkembang menurut peradaban jaman pada waktu itu.

Sekarang jaman sudah berubah, umat Islam tidak bisa menutup mata dengan segala kenyataan yang terpampang dihadapan kita sekarang ini. AlQur-an adalah wahyu dari Allah, Tuhan penguasa alam raya, Yang Maha Esa dan Maha Bijaksana, yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul pilihan yang karenanya menjadikan Rahmat bagi seluruh alam.

Rahmat Allah itu tidak terbatas hanya kepada pengertian limpahan kasih sayang dan curahan kekuasaanNya semata-mata, tetapi juga dapat diartikan sebagai contoh ataupun patokan bagi seluruh makhluk dimayapada ini.
Nabi Muhammad Saw adalah suri teladan yang mesti kita jadikan panutan dalam setiap langkah dan kehidupannya.

Marilah kita buktikan, bahwa memang Rasul Allah yang terakhir ini benar-benar sebagai pembawa rahmat, pemberi contoh, satu-satunya patokan dan kepribadian untuk alam semesta dan apa yang ada didalamnya.

Disaat orang diributkan dengan kemajuan tehnologi ruang angkasa Amerika dan Rusia, disaat semua orang menjadi gempar karena misteri UFO yang kecepatan terbangnya sangat dahsyat dan sampai hari ini (1998) belum juga terpecahkan, maka AlQur'an sudah lebih dulu menunjukkan kepada kita semua akan kebesaran technologi Allah Swt.

Diperjalankannya Nabi Muhammad Saw dari bumi (Masjidil Haraam) menuju ke Masjidil Aqsha atau tempat sujud yang terjauh, yaitu di Muntaha yang letaknya sangat jauh diluar tata surya dan galaksi kita (sekian ratus ribu atau juta? tahun cahaya) dalam waktu tempuh hanya satu malam tidak hanya menjadi suatu penghibur bagi diri Nabi yang saat itu dilanda kesedihan yang amat sangat setelah meninggalnya Istri pertama beliau yang amat dicintai dan dikasihi, yang telah menyatakan kebenaran kenabian beliau, menjadi pendorong perjuangan dakwah Rasul selama ini, yaitu Siti Khadijah r.a. serta paman beliau, Abu Thalib melainkan lebih jauh dari itu adalah untuk menjadi contoh kepada manusia dari berbagai buminya dan Jin dari berbagai dimensinya agar bisa berkarya dan melakukan seperti apa yang beliau Saw tempuh, paling tidaklah mendekati.

Hai jema'ah Jin dan Manusia ! jika kamu sanggup melintas keluar dari penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan Sulthan. (QS. 55:33)
Allah sudah dengan tegas berseru dengan mengatakan : Jema'ah atau golongan Jin dan Manusia, jadi tidak hanya kepada manusia dan Jin yang berada diplanet bumi kita ini saja, melainkan semua jenis manusia dan Jin yang berada dalam buminya masing-masing.

Kata Sulthan pada ayat diatas sengaja tidak saya terjemahkan, karena masing-masing orang bisa berbeda dalam memberikan penafsirannya, saya pribadi menterjemahkan kata Sulthan sebagai ilmu pengetahuan dan tekhnologi atau kekuatan, atau kekuasaan atau gabungan dari kesemuanya tersebut.

Tekhnologi Allah yang amat sangat hebat ini telah beberapa kali kita baca dan kita kumandangkan dalam AlQur'an, namun selama ini kita lebih banyak mengadakan pendekatan dengan dunia mistik dan ghaib, seolah-olah semua itu memang harus terjadi secara ajaib dengan selalu mengutarakan alasan :Jika Allah berkehendak, maka semuanya dapat terjadi.

Sesungguhnya saya katakan, bahwa Allah memang Maha Kuasa, Dia memang Maha segala-galanya, tetapi Allah sendiri seringkali menjadikan segala sesuatu itu melalui proses-proses atau tahapan tertentu.

Misal Allah menghendaki akan kelahiran Nabi Isa as atau Nabi Muhammad Saw, Allah berkehendak dan dengan mengatakan :"KUL" (jadilah!), maka terjadilah proses kehamilan Siti Maryam dan juga proses kehamilan Siti Aminah, ibunda Nabi Muhammad Saw.

Semuanya melalui tahapan-tahapan sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah :

"Hai manusia, jika kamu ragu tentang kebangkitan nanti; maka Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari nutfah (setetes mani), kemudian dari segumpal darah ('alaqah), kemudian dari segumpal daging (mudgah) yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu.

Dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian kamu sampai pada kedewasaanmu, dan diantara kamu ada yang diwafatkan (sebelumnya) dan diantara kamu ada yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya.

Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila Kami turunkan air diatasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dengan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (QS. 22:5)

Selain itu dalam peristiwa turunya hujan kebumi, Allah juga melakukannya melalui proses-proses pengawanan tertentu, begitupun pada proses pembentukan alam semesta, tidak asal berkehendak semata-mata, dan tahu-tahu jadi, meskipun Allah dapat dan sudah menjadi hakNya untuk melakukannya.
"Sebagai sunnah Allah yang berlaku atas orang-orang yang telah terdahulu, dan kamu tiada akan mendapati perubahan pada sunnah Allah." (QS. 33:62)
Semuanya terjadi dan dijadikan oleh Allah secara logis dan penuh keilmiahan, hanya saja cara kita berpikir belumlah sampai pada taraf yang demikian, ini bukan karena keterbatasan pemikiran kita, tetapi peradaban tekhnologilah yang membawa kesimpulan tersebut.

Contoh lainnya, dulu Astronom purba mengira bahwa bumi kita ini datar, lalu Aristoteles sekitar tahun 300 s.M. muncul dengan gagasan bahwa bumi kita ini melengkung atau berwujud seperti bola dengan benda-benda langit yang berputar mengelilingi bumi. Tetapi hal ini dibantah oleh Nicolaus Copernicus pada tahun 1500-an dengan konsep yang menyatakan bahwa benda-benda langit, termasuk didalamnya planet bumi itulah yang mengitari matahari, bukan sebaliknya.

Semuanya menunjukkan akan pengaruh peradaban dan tekhnologi yang mendukung, bukan keterbatasan daya pikir manusia. Sebab jika kita selalu saja memakai dalil keterbatasan daya pikir ini, maka dunia tidak akan pernah berkembang dan tidak akan pernah ada revolusi tekhnologi, termasuk reformasi. Kita selalu berada dan terkungkung oleh kebodohan dan ketidak-tahuan.

Inilah yang harus diberantas oleh umat Islam, bukankah dunia barat dahulunya pernah berhutang ilmu pengetahuan terhadap dunia Islam ? Ini menunjukkan kemajuan dan keintelekan para pemikir Islam waktu itu.

Janganlah sekarang kita memperbodoh diri dengan selalu mengkambing hitamkan keterbatasan daya pikir dan menghubungkannya dengan dunia ghaib. Alam ghaib itu memang ada dan berlainan dimensi dengan manusia, namun kita toh tidak mesti harus melulu mengaitkan semua pemahaman dan kisah yang ada didalam Qur'an dengannya.

Manusia sudah sering membuktikan bahwa dirinya jauh lebih baik daripada Jin.
Pada jaman Nabi Sulaiman, orang sudah mampu menundukkan Jin terbaik dengan tekhnologinya, disusul kemudian pada jaman Nabi Muhammad Saw, beliau sendiri mampu berada diatas semua keterbatasan manusia dan Jin secara keseluruhan, dari masanya hingga masa yang akan datang. Apakah sekarang kita pun harus kalah bersaing dengan makhluk halus tersebut ? Sungguh, kita tidak hanya bersaing dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi alias Sulthan semata, tapi juga bersaing dalam ketakwaan kepada Tuhan, agar dapat terhindar dari apa yang dinubuatkan oleh Surah 7:179 berikut.

Dan sungguh, Kami jadikan untuk isi Neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia yang mempunyai hati namun tidak dipergunakannya dan mempunyai mata tidak untuk melihat dengannya serta mempunyai telinga tidak untuk mendengar. Mereka itu bagaikan binatang, bahkan mereka lebih sesat. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)
Semoga kita semua dapat terhindar dari siksa api neraka, walaupun memang sesungguhnya secara jujur kita tidak akan dapat mengelakkan siksaan tersebut karena banyaknya dosa-dosa yang telah kita buat, setidaknya kita bisa mengurangi beban siksaan tersebut dengan memahami agama Allah ini dengan sebaik-baiknya dan menyebarkannya kepada umat.


Hosted by www.Geocities.ws

1