(Gambar belum tersedia. Mohon bantuan para wira dan purnawira !)



Makna 7 unsur lambang :

Perisai Segidelapan
Keteguhan sikap setiap wira, yang dalam setiap langkah dan tindakannya selalu berpedoman pada 8 wajib ABRI.

Sayap burung sebanyak 7 lembar di tiap sisi
Menggambarkan tingginya cita-cita setiap wira Resimen Mahawijaya, baik untuk mencapai kesempurnaan di dalam berbakti di dalam berbakti pada nusa dan bangsa atau pun dalam penyempurnaan keluhuran budi. Tujuh lembar saya mengggambarkan 7 marga yang juga dipergunakan sebagai pedoman dalam menjalankan tugasnya.

Keris
Senjata ini telah digunakan sejak dulu kala, melambangkan pertahanan yang kokoh kuat dalam menghadapi tantangan, hambatan atau pun serangan dari luar mau pun dalam. Sembilan liuk menunjukkan 9 aliran sungai di Sumatera Selatan, yang dikenal dengan nama Batanghari Sembilan.

Buku Tulis
Tujuan mulia wira Resimen Mahawijaya adalah belajar, walau pun tugas-tugas kemenwaan selalu menanti untuk dilaksanakan.

Bunga Melati (Jasminum Species)
Kesucian, kemurnian hati, kewibawaan dan kesetiaan pada Dasar Negara Pancasila ditunjukkan oleh 5 kelopak bunga.

Bintang Kejora
Setiap wira Resimen Mahawijaya mendapatkan penerangan hati agar untuk mencapai tujuan luhur bangsa..

Senapan dan Bulu angsa
Menggambarkan persaudaraan sesama wira di Indonesia.

Semboyan: "Patah Tumbuh Hilang Berganti"
Pergantian generasi selalu terjadi di dalam tubuh Resimen Mahawijaya, dengan tetap membawa tujuan semula.


Makna 5 unsur warna :

Merah
Berani menghadapi segala permasalahan yang timbul.

Biru
Kesederhanaan dalam setiap tindakan yang diambil.

Putih
Kesucian.

Kuning
Kemakmuran.

Hitam
Keuletan dalam meghadapi tantangan dan menjalankan tugas.


(Sumber: Komando Resimen Mahawijaya Sumatera Selatan)


Mari berjiran di Milikilah Beranda Gratis

  • Kembali ke Ksatrian Resimen Mahawijaya
  • Hosted by www.Geocities.ws

    1