Setiap anggota Pasukan Baret Biru harus melalui penyaringan yang
ketat dan jadwal pendidikan yang cukup sulit dan berat. Hal ini
dapat dipahami mengingat pasukan ini mengandalkan kemampuan dan
keprofesionalan yang tinggi, dengan jumlah yang sedikit.
Setelah para calon diterima dalam kawah candradimuka pelatihan,
mereka diperkenalkan pada tata peraturan kemiliteran serta dibiasakan
dalam masyarakat tentara. Disiplin yang diterapkan selama pelatihan
dasar adalah khas AL, yang ketat dan tinggi. Pelatihan ini dilangsungkan
selama kira-kira 6 minggu.
Selanjutnya para siswa mendapatkan acara pelatihan lapangan,
termasuk baris berbaris serta pemahaman penggunaan snapan serta
perawatannya. Selama mas itu para pelatih akan mengamati bakat
dan kemampuan siswa, untuk digunakan dalam penempatan.
Pemilihan jurusan keahlian bagi para siswa dilakukan melalui
sebuah panitia pemilihan, untuk mendapatkan tenaga yang
profesional dalam bidangnya. Penyaringan terketat dilakukan pada
para calon yang akan ditempatkan di Kompi Intai. Mereka mendapatkan
gojlokan yang setara dengan para siswa Spetsnaz US dan SEAL AS.
Jika mereka berhasil, maka baret biru boleh mereka kenakan dengan
bangga. Namun ini baru awalnya, karena mereka akan langsung diikut
sertakan dalam latihan bersama sesama anggota Pakta. Acara pelatihan
ini sudah mulai diikuti sejak bulan Oktober 1967, saat dilakukan
latihan Order-67.
Para anggota pasukan dilatih untuk pertempuran antiinvasi dan
untuk bertempur melawan satuan tempur NATO, misalnya pasukan
khusus setingkat SAS, Ranger, di sepanjang laut Polandia.
Jenjang kenaikan tingkat di dalam korps ini tidaklah semudah
di pasukan lainnya. Namun justru di situlah letak kebanggaan
mereka: Menjadi bagian suatu korps yang mengawal bahari Polandia.
Pendidikan dan Pelatihan
Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ?
Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada
Dan Ksatrian