Sejarah Kebangkitan Marinir (II)
(Disalin dengan perbaikan dari majalah Teknologi dan Strategi Militer No. 33/III/1990)


Struktur Pasukan

Pasukan baret Biru ini terdiri dari kekuatan tingkat brigade, yang sebelumnya merupakan kekuatan tingkat divisi. Perubahan ini dilakukan pada tahun 1986. Jumlah anggota satuan adalah 4.500-an orang. Brigade ini dibentuk dari 3 resimen serbu AL (PMD: Pulki Morsko Desantowe) , yaitu Resimen ke-4, ke-34 dan ke-35.

Kekuatan tiap resimen terdiri dari :

Kompi serbu AL bertumpu pada kekuatan 2 jenis kendaraan tempur amfibi OT-62 Topas buatan Cekoslowakia. Kendaraan ini merupakan pemodernan BTR-50 Soviet. Setiap kompi dilengkapi dengan 14 Topas. Jenis 2AP mempunyai kubah WAT, bersenjatakan senapan mesin kaliber 14,5 mm, serta membawa 15 penumpang, yang terdiri dari 3 awak dan 12 penyerbu. Jenis 2AP Mortar dipersenjatai dengan 2 pucuk mortir kaliber 82 mm. serta membawa 11 penumpang, yang terdiri dari 3 awak dan 8 pemortir.

Resimen Tank terdiri dari 3 kompi pasukan. Satu kompi dibekali dengan tank T-55, sedangkan sisanya dengan tank amfibi PT-76B buatan Soviet. Tiap kompi memiliki 13 tank. Di dalam resimen juga terdapat kendaraan tempur pendukung, antara lain

  • kendaraan tempur sebagai pos komando/pusat telekomunikasi, jenis Topas D
  • dan
  • kendaraan bengkel jenis Topas WPT
  • .

Menurut sementara pihak, kendaraan tempur Topas memiliki beberapa keunggulang dibandingkan BTR-60PB yang digunakan oleh pasukan infantri AL Soviet.

Unsur utama lainnya di dalam Brigade Marinir Polandia ini, adalah Batalyon ke-11 Tank serta Kompi ke-52 Intai. Kompi Intai ini merupakan pasukan terdepan dalam gerakan operasi pasukan marinir. Selain itu terdapat pula :

  • Batalyon peluncur roket multi laras BM-21 Grad
  • ,
  • Batalyon Artileri
  • ,
  • Batalyon Pertahanan Udara
  • ,
  • Batalyon Sandi
  • dan
  • Kompi Pertahanan Perang Nubika

Batalyon Tank dilengkapi dengan 40 tank amfibi PT-76B, ditambah beberapa kendaraan Topas sebagai pendukung.

Kompi Amfibi Intai, selain dlengkapi dengan kendaraan lapis baja pengintai BRDM-2, juga memegang peran penting dalam mendukung pelatihan.

Batalyon Artileri bertumpu pada peluncur roket balistik R-70 Luna M Frog-7, yang terdiri dari 4 buah peluncur. Batalyon Pertahanan Udara dipersenjatai dengan senjata utama ZU-23 dan 9M32M Strela 2 (SA-7 Grail) versi jinjing dan versi beroda 9M23M Strela 1 (SA-9 Gaskin). Untuk menunjang kecepatan pergerakan pendaratan, pihak batalyon pertahanan udara meletakkan senjata ZU-23 pada kendaraan traktor amfibi PTS-M milik Batalyon Zeni.

Anehnya, AL Polandia tidak mendapatkan kesempatan mendayagunakan kapal pendarat tank kelas Robucha, seperti yang digunakan oleh Soviet. Padahal pendaratan secepat mungkin merupakan salah satu faktor utama dalam penguasaan pantai.


  • Pendidikan dan Pelatihan



    Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ? Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada Dan Ksatrian


    Mari berjiran di Milikilah Beranda Gratis


  • Kembali ke Penjaga Polandia

    Hosted by www.Geocities.ws

    1