Pasukan baret Biru ini terdiri dari kekuatan tingkat brigade,
yang sebelumnya merupakan kekuatan tingkat divisi. Perubahan ini
dilakukan pada tahun 1986. Jumlah anggota satuan adalah 4.500-an
orang. Brigade ini dibentuk dari 3 resimen serbu AL
(PMD: Pulki Morsko Desantowe)
, yaitu Resimen ke-4, ke-34 dan ke-35.
Kekuatan tiap resimen terdiri dari :
Kompi serbu AL bertumpu pada kekuatan 2 jenis kendaraan tempur
amfibi OT-62 Topas buatan Cekoslowakia. Kendaraan ini merupakan
pemodernan BTR-50 Soviet. Setiap kompi dilengkapi dengan 14 Topas.
Jenis 2AP mempunyai kubah WAT, bersenjatakan senapan mesin
kaliber 14,5 mm, serta membawa 15 penumpang, yang terdiri dari 3
awak dan 12 penyerbu. Jenis 2AP Mortar dipersenjatai dengan 2
pucuk mortir kaliber 82 mm. serta membawa 11 penumpang, yang
terdiri dari 3 awak dan 8 pemortir.
Resimen Tank terdiri dari 3 kompi pasukan. Satu kompi dibekali
dengan tank T-55, sedangkan sisanya dengan tank amfibi PT-76B
buatan Soviet. Tiap kompi memiliki 13 tank. Di dalam resimen juga
terdapat kendaraan tempur pendukung, antara lain
Menurut sementara pihak, kendaraan tempur Topas memiliki beberapa
keunggulang dibandingkan BTR-60PB yang digunakan oleh pasukan
infantri AL Soviet.
Unsur utama lainnya di dalam Brigade Marinir Polandia ini, adalah
Batalyon ke-11 Tank serta Kompi ke-52 Intai. Kompi Intai ini
merupakan pasukan terdepan dalam gerakan operasi pasukan marinir.
Selain itu terdapat pula :
Batalyon Tank dilengkapi dengan 40 tank amfibi PT-76B, ditambah
beberapa kendaraan Topas sebagai pendukung.
Kompi Amfibi Intai, selain dlengkapi dengan kendaraan lapis baja
pengintai BRDM-2, juga memegang peran penting dalam mendukung
pelatihan.
Batalyon Artileri bertumpu pada peluncur roket balistik R-70 Luna M
Frog-7, yang terdiri dari 4 buah peluncur. Batalyon Pertahanan
Udara dipersenjatai dengan senjata utama ZU-23 dan 9M32M Strela 2
(SA-7 Grail) versi jinjing dan versi beroda 9M23M Strela 1
(SA-9 Gaskin). Untuk menunjang kecepatan pergerakan pendaratan,
pihak batalyon pertahanan udara meletakkan senjata ZU-23 pada
kendaraan traktor amfibi PTS-M milik Batalyon Zeni.
Anehnya, AL Polandia tidak mendapatkan kesempatan mendayagunakan
kapal pendarat tank kelas Robucha, seperti yang digunakan oleh
Soviet. Padahal pendaratan secepat mungkin merupakan salah satu
faktor utama dalam penguasaan pantai.
Struktur Pasukan
Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ?
Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada
Dan Ksatrian