Sejarah Kebangkitan Marinir
(Disalin dengan perbaikan dari majalah Teknologi dan Strategi Militer No. 33/III/1990)



Dalam jajaran Angkatan Laut (AL) Polandia, terdapat 1 brigade tempur amfibi yang diberi nama 7 Luzycka Brygada Morsko-Desantowa atau Brigade Serbu ke-7 AL Lusatia, berpangkalan utama di kota pelabuhan Gdansk. Sewaktu Pakta Warsawa masih ada, brigade ini merupakan salah satu kekuatan terbesar marinir. Yang lainnya adalah pasukan infantri AL -bekas- US.

Pasukan serbu AL Polandia juga disebut sebagai pasukan marinir, atau lebih populer dengan sebutan Pasukan Baret Biru. Bersama dengan Brigade ke-36 Infantri AL Soviet yang bermarkas di Leningrad, ia merupakan pasukan terdepan untuk menghadapi pasukan NATO, yang berkedudukan di wilayah Baltik dan Selat Denmark dalam masa genting.

Pertama kali kekuatan AL Polandia membentuk pasukan serbu antara tahun 1920 dan 1930-an. Saat itu terjadi penutupan wilayah garis pantai antara wilayah Jerman di barat dan kawasan pantai timur Prusia di daerah timur. Saat itu belum terdapat pasukan marinir yang khusus untuk penugasan tertentu. Kekuatan pasukan serbu AL dibentuk dari 2 resimen senapan AL serta beberapa unit pasukan pendukung pertahanan pantai. Setelah berakhirnya Perang Dunia II dan terjadinya pengembangan wilayah garis pantai Polandia, kekuatan pasukan serbu AL mulai ditingkatkan dan disempurnakan.

Pasukan baret Biru yang ada saat ini dibentuk dari pasukan tempur AL Polandia (Ludowa Marynarka Wojenna/LMW) pada akhir tahun 1940. Untuk mendukung operasi pendaratan amfibi, Pasukan Baret Biru didukung dengan beberapa perahu pendarat peninggalan pasukan Jerman. Pada tahun 1950, AL Polandia menerima kelebihan beberapa perahu pendarat Amerika Serikat (AS), termasuk 11 buah kapal pendarat tank LCT-5 dan 3 buah perahu pendarat LCM-3. Dengan demikian pasukan ini dapat melakukan pelatihan pendaratan dalam skala penuh di pantai Laut Baltik.

Pada tahun 1951, dibentuklah Resimen Infantri AL (Piechoty Morskjej). Peralatan tempur mereka sudah bertambah dengan keberadaan tank T-34-85 serta senjata serbu mekanis ringan SU-76. Pihak LMW mengacarakan pengembangan kelompok kecil pasukan marinir, namun berkemampuan tinggi untuk penugasan pertahanan pantai dan laut, serta mudah dikerahkan ke mana saja.

Pasukan marinir Polandia telah mengalami beberapa kali perubahan bangun organisasi. Hal tersebut kadang kala disebabkan karena mengikuti pola pasukan yang diterapkan US.

Pada tahun 1961, Menteri Pertahanan (Menhan) Polandia memutuskan untuk mengubah Resimen Infantri AL menjadi menjadi formasi marinir gaya baru di bawah komando pasukan Angkatan darat (AD). Bentukan baru ini tersusun oleh :

Pola baru ini dipaksakan berjalan, dengan akibat terjadinya kesulitan dalam pengkoordinasian dalam struktur komando.

Sementara sistem pola baru ini masih ngos-ngosan, pada tahun 1967 Jendral Edwin Rozlubirski menampilkan pola lain lagi. Ia menggabungkan pasukan Lintas Udara (Linud) dan Marinir, sehingga menjadi satuan pasukan khusus (Wojska Specjalne) yang berintikan :

  • pasukan pendarat AL dengan perahu pendaratnya
  • ,
  • kelompok serbu AL marinir
  • dan
  • kelompok Linud dengan pesawat-pesawatnya
Pasukan pola baru ini dibawahkan langsung oleh Menhan. Polandia.

Pada tahun 1968, Menhan. membatalkan konsep tersebut. Pembangunan ulang yang berintikan pada Divsi ke-7 Infantri Lusatia menghasilkan Divisi Serbu ke-7 AL Lusatia (Luzycka Dywizya Desantnowa Morska;7 LDDM). Dan sejak itulah Pasukan Baret Biru mulai akrab di telinga. Di Polandia ia dikenal dengan sebagai Satuan Pertahanan Perairan. Divisi baru ini bermarkas di kota Gdansk, bertetangga dengan satu resimen serbu AL. Dua resimen lainnya bermarkas di Lebork dan Slupsk.

Sekitar tahun 1960-an, komisi industri militer Polandia (Comecon) -di bawah perintah US- memutuskan untuk melakukan pembuatan kapal pendarat rancangan US di galangan kapal Polandia, bagi pemenuhan kebutuhan pihak AL Polandia. Sebagai acara utama, yang pertama kali dibuat adalah kapal serbu kelas menengah jenis SDK (Srednly Desantniy Koralb). Komisi Nasional Pertahanan Polandia (KOK) menjatahkan acara ini kepada galangan Stocznia Polnocna im, bohaterow Westerplatta. Di Polandia kapal serbu ini disebut sebagai jenis ODS (Okret Desantowy Sredni), sedangkan pihak NATO memilahnya ke dalam kelas "Polnocny". Setelah galangan kapal di Gdansk ditepungtawari, di antara tahun 1963 dan 1973 telah ditelurkan sejumlah 93 buah kapal kelas tersebut.


  • Struktur Pasukan



    Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ? Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada Dan Ksatrian


    Mari berjiran di Milikilah Beranda Gratis


  • Kembali ke Penjaga Polandia

    Hosted by www.Geocities.ws

    1