Pasukan serbu AL Polandia juga disebut sebagai pasukan marinir,
atau lebih populer dengan sebutan
Pasukan Baret Biru.
Bersama dengan Brigade ke-36 Infantri AL Soviet yang bermarkas di
Leningrad, ia merupakan pasukan terdepan untuk menghadapi pasukan
NATO, yang berkedudukan di wilayah Baltik dan Selat Denmark dalam
masa genting.
Pertama kali kekuatan AL Polandia membentuk pasukan serbu antara
tahun 1920 dan 1930-an. Saat itu terjadi penutupan wilayah garis
pantai antara wilayah Jerman di barat dan kawasan pantai timur
Prusia di daerah timur. Saat itu belum terdapat pasukan marinir
yang khusus untuk penugasan tertentu. Kekuatan pasukan serbu AL
dibentuk dari 2 resimen senapan AL serta beberapa unit pasukan
pendukung pertahanan pantai. Setelah berakhirnya Perang Dunia II
dan terjadinya pengembangan wilayah garis pantai Polandia,
kekuatan pasukan serbu AL mulai ditingkatkan dan disempurnakan.
Pasukan baret Biru yang ada saat ini dibentuk dari pasukan tempur
AL Polandia
(Ludowa Marynarka Wojenna/LMW)
pada akhir tahun 1940. Untuk mendukung operasi pendaratan amfibi,
Pasukan Baret Biru didukung dengan beberapa perahu pendarat
peninggalan pasukan Jerman. Pada tahun 1950, AL Polandia menerima
kelebihan beberapa perahu pendarat Amerika Serikat (AS), termasuk
11 buah kapal pendarat tank LCT-5 dan 3 buah perahu pendarat LCM-3.
Dengan demikian pasukan ini dapat melakukan pelatihan pendaratan
dalam skala penuh di pantai Laut Baltik.
Pada tahun 1951, dibentuklah Resimen Infantri AL
(Piechoty Morskjej).
Peralatan tempur mereka sudah bertambah dengan keberadaan tank
T-34-85 serta senjata serbu mekanis ringan SU-76. Pihak LMW
mengacarakan pengembangan kelompok kecil pasukan marinir, namun
berkemampuan tinggi untuk penugasan pertahanan pantai dan laut,
serta mudah dikerahkan ke mana saja.
Pasukan marinir Polandia telah mengalami beberapa kali perubahan
bangun organisasi. Hal tersebut kadang kala disebabkan karena
mengikuti pola pasukan yang diterapkan US.
Pada tahun 1961, Menteri Pertahanan (Menhan) Polandia memutuskan untuk
mengubah Resimen Infantri AL menjadi menjadi formasi marinir gaya
baru di bawah komando pasukan Angkatan darat (AD). Bentukan baru
ini tersusun oleh :
Sementara sistem pola baru ini masih ngos-ngosan, pada tahun 1967
Jendral Edwin Rozlubirski menampilkan pola lain lagi. Ia
menggabungkan pasukan Lintas Udara (Linud) dan Marinir, sehingga
menjadi satuan pasukan khusus
(Wojska Specjalne)
yang berintikan :
Pada tahun 1968, Menhan. membatalkan konsep tersebut. Pembangunan
ulang yang berintikan pada Divsi ke-7 Infantri Lusatia menghasilkan
Divisi Serbu ke-7 AL Lusatia
(Luzycka Dywizya Desantnowa Morska;7 LDDM).
Dan sejak itulah Pasukan Baret Biru mulai akrab di telinga. Di
Polandia ia dikenal dengan sebagai Satuan Pertahanan Perairan.
Divisi baru ini bermarkas di kota Gdansk, bertetangga dengan satu
resimen serbu AL. Dua resimen lainnya bermarkas di Lebork dan
Slupsk.
Sekitar tahun 1960-an, komisi industri militer Polandia (Comecon)
-di bawah perintah US- memutuskan untuk melakukan pembuatan kapal
pendarat rancangan US di galangan kapal Polandia, bagi pemenuhan
kebutuhan pihak AL Polandia. Sebagai acara utama, yang pertama
kali dibuat adalah kapal serbu kelas menengah jenis SDK
(Srednly Desantniy Koralb).
Komisi Nasional Pertahanan Polandia (KOK)
menjatahkan acara ini kepada galangan Stocznia Polnocna im,
bohaterow Westerplatta. Di Polandia kapal serbu ini disebut
sebagai jenis ODS (Okret Desantowy Sredni), sedangkan pihak NATO
memilahnya ke dalam kelas "Polnocny". Setelah galangan kapal di
Gdansk ditepungtawari, di antara tahun 1963 dan 1973 telah
ditelurkan sejumlah 93 buah kapal kelas tersebut.
Dalam jajaran Angkatan Laut (AL) Polandia, terdapat 1 brigade
tempur amfibi yang diberi nama
7 Luzycka Brygada Morsko-Desantowa
atau Brigade Serbu ke-7 AL Lusatia, berpangkalan utama di kota
pelabuhan Gdansk. Sewaktu Pakta Warsawa masih ada, brigade ini
merupakan salah satu kekuatan terbesar marinir. Yang lainnya
adalah pasukan infantri AL -bekas- US.
Pola baru ini dipaksakan berjalan, dengan akibat terjadinya
kesulitan dalam pengkoordinasian dalam struktur komando.
Pasukan pola baru ini dibawahkan langsung oleh Menhan. Polandia.
Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ?
Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada
Dan Ksatrian