Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Palembang mengalami kekurangan alat dan orang.
Dengan penduduk kota "Kapal Selam" yang berjumlah sekitar 1,35 juta orang ini,
serta hanya tersedia 14 buah mobil pemadam dan 54 pelawan api, maka artinya
1 buah mobil dan 14 petugas untuk melayani 100.000 orang. Dalam keadaan ini,
setiap mobil pemadam hanya bisa diawaki oleh 3 orang, kecuali satu mobil utama
yang dimuati oleh 7 awak.
Saat ini DPK Palembang hanya memiliki satuan mobil besar dengan kapasitas
4-10 ton. Akibatnya mereka jadi puyeng jika terjadi kebakaran di Palembang,
yang umumnya berada di tempat yang berjalan kecil. Yang mereka miliki hanyalah
pompa jinjing (portable pump), yang daya pancarnya terbatas. Pada
jarak 200 meter, daya pancar airnya sudah kendor. Jelas peralatan ini letoy
jika menghadapi api yang besar.
Namun, saat ini hanya peralatan jingjing ini yang terandalkan. Untuk hal
tersebut, Pemda akan menambah pengadaan si mungil ini. Juga akan ditambahkan
1 lagi mobil komando berkapasitas 1 meter kubik air, untuk memperkuat 1 jenis
serupa yang sudah ada.
Namun penambahan ini bukan hal sederhana, karena terkait dengan fulus, alias
duit. Harga satu mobil saja berkisar di antara 0,5 dan 1,5 miliar rupiah,
dengan nilai tukar rupiah sekitar Rp. 2.500 untuk setiap 1 dollar AS.
Berkaitan dengan rasio, maka yang diidamkan adalah 1 mobil pemadam untuk setiap
10.000 penduduk. Selain itu, jumlah awak untuk setiap mobil adalah 7 orang.
...yang ada besar semuanya...
(Sumber : Sriwijaya Post)
Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ?
Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada
Pelola Ksatrian