Upaya penganugerahan panji itu berlangsung di bekas landasan udara Jepang di
daerah 3 ilir, Sungai Buah, Palembang. Upacara ini dihadiri oleh Mayjen.
Suhardjo Hardjowardojo sebagai Panglima Sumatera, serta Kolonel Simbolon
sebagai Panglima Sub Komandemen Sumatera Selatan. Pemberian lambang, selain
untuk memberikan kebanggan kepada Kesatuan, juga dimaksudkan untuk mempersatukan
seluruh kesatuan bersenjata yang ada di daerah ini, sebagai suatu kekuatan
yang terpadu.
Kemudian, Lambang Garuda disempurnakan pada tahun 1954 menjadi Panji Tentara
Teritorium II/Sriwijaya. Akhirnya pada tahun 1972 Panji ini diresmikan sebagai
Pataka Kodam IV/Sriwijaya.
Motto Kodam II/Sriwijaya adalah: "
Patah tumbuh hilang berganti
" yang menunjukkan bahwa warga korps berjuang dengan gagah berani, rela dan
ikhlas gugur untuk tanah air.
Lambang dan Motto Kodam II/Sriwijaya
Pada tanggal 5 Oktober 1946, Kepala Staf Umum Markas Besar Tentara Republik
Indonesia telah datang di Palembang untuk menyerahkan Lambang atau Panji
"Burung Garuda" kepada Divisi I dan Divisi II TRI di Sumsel. Masing-masing
diberikan kepada komandan divisi Letkol. Burlian dan Letkol. Bambang Utoyo.
Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ?
Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada
Penjaga Tanah Air