Dalam rangka penyusunan organisasi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) maka pada bulan Desember 1945, dr. AK Gani -sebagai salah seorang tokoh perjuangan nasional yang berkedudukan di Palembang- ditunjuk oleh markas besar TKR di Yogyakarta sebagai koordinator pembentukan TKR seluruh pulau Sumatera. Dengan wewenang yang ada, kemudian dr. AK Gani membentuk TKR Komandemen Sumatera, berkedudukan di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Bertindak sebagai Panglima dan Kepala Staf adalah : Mayor Jendral Soehardjo Hardjowardojo dan M. Noeh.
Konferensi TKR di Bukit Tinggi pada tanggal 17 Mei 1946 memutuskan
bahwa kekuatan militer di Sumatera Selatan
(
Sumsel
)
adalah satu sub komandemen, yaitu Sub Komandemen Sumatera Selatan
(
Subkoss
)
yang membawahkan 2 divisi. Keputusan ini berlaku surut, yaitu sejak
tanggal 1 Januari 1946. Divisi I Garuda Bermarkas di Lahat berkekuatan 4
resimen, yang disebarkan di Bengkulu, Baturaja, Lahat dan Tanjung Karang.
Divisi II bermarkas di Palembang, Jambi dan Bangka.
Dengan demikian tanggal ini merupakan titik awal tersusunnya kesatuan-kesatuan
perjuangan bersenjata dalam wilayah Sumbagsel, sekaligus secara resmi menerima
panji-panji TKR sebagai ikatan korps di bawah naungan dan pengendalian satu
komando.
Pada tanggal 10 Januari 1947, Subkoss dihapuskan. Sebagai gantinya, semua
kekuatan bersenjata bergabung dalam Divisi Garuda VIII, yang membawahkan tiga
resimen dan satu brigade pertempuran Garuda Merah, ditambah satu batalyon
istimewa. Markas Divisi ditetapkan berkedudukan di Lahat.
Untuk perang gerilya, diperlukan kekuatan berstruktur bersenjata. Akibatnya,
Divisi VIII diubah lagi menjadi Subkoss, yang terdiri dari 3 sub teritorial.
Markas Subkoss ditetapkan di Muara Beliti, sementara markas sub-sub teritorial
di Jambi, Palembang dan Tanjung Karang.
Pada tanggal 17 Desember 1949, keberadaan sub-sub teritorial digantikan oleh
sebuah brigade yang membawahkan 5 batalyon infantri. Jambi dan Lampung
masing-masing ditempati oleh 1 batalyon, sementara Palembang dijatahkan 3.
Pada awal tahun 1952, brigade tersebut beralih rupa menjadi Teritorium II/
Sumatera, yang lebih dikenal dengan sebutan TT II/Sriwijaya.
Berdasarkan surat keputusan Kasad Nomor Skep/953/10/1959 tanggal 25 Oktober
1959 dan keputusan Panglima Nomor 222/1/1961 tanggal 19 November 1961,
Teritorium II/Sriwijaya berubah menjadi Kodam IV/Sriwijaya.
Dalam rangka reorganisasi ABRI, maka berdasarkan surat keputusan Kasad Nomor
346/II/1985 tanggal 12 Februari 1985, Kodam IV/Sriwijaya menjadi Kodam II/
Sriwijaya.
Perubahan ini diresmikan di Jakarta pada tanggal 9 April 1985, ditandai dengan
penyerahan pataka Komando, sedangkan daerah tanggung jawab meliputi wilayah
Kodam IV/Sriwijaya. Markas Kodam. ditetapkan berkedudukan di bekas Markas
Kodam IV/Sriwijaya.
Wilayah Kodam II/Sriwijaya meliputi 4 daerah provinsi, yaitu Sumsel, Bengkulu,
Jambi dan Lampung yang masing-masing dibawahkan oleh 1 Komando Resort Militer.
Strukturnya adalah sebagai berikut :