Setelah saat bersejarah itu, maka pada tanggal 19 Agustus 1945 kesatuan
Gyugun di seluruh Sumbagsel dibubarkan pemerintah pendudukan Jepang.
Berita Proklamasi Kemerdekaan baru diketahui penduduk pada tanggal 22
Agustus 1945, yang kemudian memicu semangat dan spontanitas masyarakat
Sumbagsel.
Para bekas perwira Gyugun yang telah dilucuti Jepang, kemudian
berkumpul di Palembang, menemui dr. Adnan Kapau Gani untuk membicarakan
pembentukan suatu badan resmi sebagai aparat negara untuk menjaga
keamanan dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan.
Pengantar
Cikal bakal Komando Daerah Militer II Sriwijaya (
Kodam II/Swj
) berakar dari perjuangan rakyat Sumatera bagian Selatan (
Sumbagsel
), sebagai bagian dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut,
mempertahankan dan membela kemerdekaan yang diproklamirkan pada 17
Agustus 1945.
Anda mempunyai pendapat atau saran tentang tulisan di atas ?
Ringankan tangan dan tuliskan hal itu pada
Penjaga Tanah Air