Riwayat
Pendirian
Citroën
Club Bandung
Mobil Citroën produksi Perancis ini di Indonesia telah lama ada. Di Bandung misalnya, ada tipe mobil penumpang kecil hingga model truck. Mobil ini diakui oleh banyak pemakai kendaraan yang telah pernah mencoba mengendarai tentang kenyamanannya. Hal yang membedakannya dengan mobil lain adalah suspensinya yang menganut simtem hydro-pneumatic. Walaupun akhirnya karena kelebihannya inilah mobil ini dianggap sebagai mobil murah namun mahal dan rewel dalam pemeliharaannya hingga hanya segelintir orang yang mau menikmati.
Berawal dari tipe GS yang dirasakan banyak sekali gangguan dari mesin dan sitem hidro-pneumatic-nya, hingga timbulnya “pengkanibalan” tipe ini karena banyak yang ditinggal begitu saja oleh pemiliknya di Bandung ini, adalah bukti bahwa mobil ini mengalami kemerosotan jumlah penggemar.
Timbul ide dalam benak Oco.S (ketua CCB pertama) untuk membuat suatu wadah pemilik mobil Citroën, walaupun sudah pernah terdengar sebelumnya bahwa klub ini telah berdiri namun hilang begitu saja. Akhirnya Oco.S mengajak rekan-rekan pemilik Citroën yang lain untuk mendirikan klub ini untuk semua tipe, pada hari Sabtu tanggal 5 Juli 1997 bertempat di Jl.Samarinda 51 Bandung. Mereka adalah:
1. Oco Santoso
2. Anjar
3. Maman H.
4. Tjetjep
dengan nama : “Citroën Club Bandung” (CCB) dan memiliki tujuan:
1. Untuk meningkatkan
citra mobil Citroën
2. Mengatasi permasalahan
yang dihadapi mobil Citroën,
yaitu
masalah suku cadang dan pemeliharaan/perbaikan.
3. Sebagai ajang
kreativitas para pemilik mobil Citroën.
Setelah berdiri anggota CCB bertambah terus dan pada akhirnya pada bulan November 1997 CCB menggelar tour ke Pangandaran yang diikuti oleh 11 mobil terdiri dari 10 unit GS dan 1 unit BX dengan jumlah perserta kira-kira 40 orang.
Sampai pada akhirnya
karena komunikasi yang dilakukan oleh sekretaris CCB, terjalin hubungan
dengan klub Citroën
di Jakarta. Kedua klub ini pernah mengadakan kegiatan bersama yang pertama
yaitu “Jambore Citroën
Club I 1998” pada tanggal 10 Mei 1998 yang diikuti oleh 33 unit mobil,
di daerah wisata Waduk Jatiluhur, Jawa Barat.