|
SAYA
DAN CITROËN
Saya mengetahui keberadaan mobil CITROËN sejak SD di kota saya di Balikpapan (Kalimantan Timur). Saat itu teman sekolah saya sering dijemput dengan mobil CITROËN GS Cottage (belakangan baru saya ketahui nama dan jenisnya). Saat itu banyak yang mengatakan bahwa mobil ini dapat ditinggikan dan direndahkan dengan mudahnya dan itu memang bisa saya saksikan sendiri. Timbul pertanyaan di benak, apakah gunanya mobil CITROËN dapat turun naik seperti itu ? Pertanyaan ini tidak terjawab dan saat itu saya memang tidak terlalu peduli untuk mencari jawabannya. Di Balikpapan adalah pemandangan yang biasa untuk melihat mobil-mobil buatan Perancis berkeliaran. Adalah suatu perusahaan minyak asing bernama Total Indonesie yang menggunakan mobil-mobil Perancis sebagai mobil dinas, seperti CITROËN, Renault dan Peugeot. Hal itu masih berlangsung sampai detik ini. Pun demikian
halnya dengan mobil saya ini adalah mobil eks dari Total Indonesie Balikpapan
yang di lelang pada tahun 1993.
|
|
Saat
itu bagi saya mobil CITROËN tidaklah terlalu menarik sama sekali,
layaknya mobil-mobil yang lain bagi saya CITROËN tidaklah istimewa.
Mungkin hal ini karena saya pada saat itu masih kecil dan tidak terlalu
mengerti soal mobil.
Memang banyak yang bilang bahwa mobil Eropa umumnya didesain untuk kenyamanan dan tidak seperti mobil Jepang. Selain itu, model mobil Eropa tidak cepat usang karena dari satu generasi ke generasi berikutnya berselang waktu yang cukup lama. Tapi akhirnya saya baru bisa (setelah sekian tahun cuman jadi penonton saja) membuktikan sendiri bahwa mobil CITROËN memang istimewa setelah saya memiliki mobil CITROËN. Saya memakai mobil CITROËN sejak Desember 1993 dan mobil CITROËN pertama yang saya punya adalah BX 16TRS ini. Sebelumnya saya lama memakai mobil Jepang yaitu Corolla DX 1982. Saya
menemukan keisitmewaan di mobil CITROËN yaitu: mobilnya berukuran
sedang tapi interiornya lega sekali, suspensinya sangat empuk dan nyaman,
perlengkapan dan fasilitasnya mewah, modelnya bagus dan harga mobilnya
terjangkau.
|
|
|
Populasi
mobil CITROËN di Bandung cukup banyak. Di Bandung bisa ditemukan mobil
CITROËN BX, GS, CX, Dyane 6, FAF, 2CV, DS (bangkai), Mehari,
tapi yang banyak jumlahnya adalah jenis BX dan GS.
Pada beberapa lokasi di Bandung bisa kita dapatkan bangkai Dyane 6, GS, DS. Mungkin oleh pemiliknya sudah tidak berharga lagi untuk dipertahankan. Salah
satu alasan kenapa demikian adalah karena kurangnya pengetahuan pemilik
CITROËN tentang bagaimana cara merawat dan memelihara mobil
CITROËN.
|
| Mobil
CITROËN memang memiliki keunikan, sehingga perlu pengetahuan yang
lebih tentang bagaimana merawat dan memeliharanya dan hal ini tidak banyak
yang mengetahui. Seringkali pengalaman dan pengetahuan terhadap mobil Jepang
diterapkan pada pemakaian mobil CITROËN. Hal ini yang sering menimbulkan
masalah.
Selain itu, alasan lain adalah karena suiltnya mencari onderdil mobil terutama untuk CITROËN jenis-jenis lama. Tetapi masih ada alternatif untuk berburu onderdil ke Jakarta sebagai jalan keluarnya. Perlu ketekunan dan kesabaran dalam proses pemeliharaan mobil CITROËN mengingat tidak banyak orang yang mengerti akan mobil ini. Tetapi justru karena inilah mobil CITROËN langsung dicap sebagai mobil yang merepotkan dan bermasalah. |
|
|
|
|
Tidak
semua orang mau menerima tantangan ini karena hanya mereka-mereka yang
mengetahui arti dari suatu karya seni dan teknologilah yang termasuk golongan
ini.
Mereka-mereka
ini sekarang tergabung dalam suatu klub otomotif yang bernama CITROËN
CLUB BANDUNG. Suatu wadah bagi para pecinta mobil CITROËN untuk menyalurkan
hobby dan kegemaran berkendara dengan cita rasa khas Perancis.
|
|
|
|