Acara ini sendiri memang lebih dititikberatkan pada usaha untuk meningkatkan keakraban antar sesama anggota sebagaimana peribahasa bilang: “tak kenal maka tak sayang”. Nampaknya tujuan tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh anggota hingga tercipta suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.
Acara dimulai dengan kehadiran rombongan pertama yaitu Stephen dan Thamrin beserta keluarga, Jumat sore. Tidak lama kemudian datang “utusan” dari Bandung, Richard, dengan mengendarai 16TRS nya kurang lebih pukul 17.35 WIB. Diskusi dan perbincangan telah dimulai saat ini, saling berbagi cerita sesama anggota baik yang berhubungan dengan Citroën atau pun tidak.
Tidak lama setelah itu bergabung pula Nurhidayat dengan mengendarai 16TRS hijau. Suasana semakin semarak karena cerita yang dibawa oleh setiap anggota bervariasi dan menarik.
Malam itu para peserta menikmati makan malam bersama di Villa sambil diselimuti udara Puncak yang terkenal dingin. Obrolan yang senantiasa berlanjut dapat mengubah suasana dingin malam menjadi lebih hangat dan bersahabat. Malam itu pula para peserta sempat keluar bareng dan bergabung dengan keramaian malam di Cipanas sambil menikmati kopi dan bandrek hangat. Hingga pagi harinya, tidak ada anggota lain yang datang.
Segarnya udara pagi di seputar villa menyambut setiap peserta untuk bangun dari peraduannya. Bagi ibu-ibu dan kaum wanita, pagi adalah saat yang tepat bagi mereka untuk mengambil bagian dalam urusan sarapan pagi. Sementara kaum pria lebih tertarik dengan kendaraannya masing-masing. Stephen sibuk mencuci BX GTi nya, sementara Thamrin sedang memanaskan mesin 16TRS nya, Tidak jauh dari mereka, Nurhidayat terlihat sedang mengamati mesin 16 TRS nya yang konon bikin sang istri dag dig dug dalam perjalanan ke villa.
“Mesin 16TRS saya mengalami gangguan karburator”, cetusnya. Tanpa ragu-ragu dengan dukungan rekan yang lain, karburator langsung di”bedah”. Dasar penggemar utak atik, tidak pandang bulu, acara week end pun dihiasi dengan bongkar pasang bagian mesin. Tapi justru inilah yang membuat week end tadi lebih enak untuk dikenang. Apalagi setelah “operasi” tersebut persoalan jadi langsung terjawab. Yang ada adalah rasa puas dan percaya diri untuk pulang nantinya.
Santoso dan rombongan datang pagi hari itu dengan mengendarai BX GTi hitamnya yang konon merupakan mobil termuda dari semua mobil peserta. Kali ini diskusi dan perbincangan seputar Citroën semakin semarak, bagaimana tidak, semua memang adalah kumpulan orang-orang penggemar Citroën . Majalah dan buku yang berhubungan dengan Citroën dan yang mengandung informasi Citroën dibeberkan saat itu. Tukar menukar informasi berjalan sangat menarik.
Kaum wanita asyik ngobrol dengan sesamanya demikian juga halnya dengan anak-anak kecil, asyik bermain. Siang harinya, datang rombongan Djoni dengan GTi merahnya. “ Wah, jalanan macet banget,” ungkapnya sesampai di villa. Hal yang menjadi perhatian saat itu adalah karena master rem mobil ybs bocor. Awalnya hal ini membuat ybs bingung, tapi akhirnya toh dia bisa “pura-pura” tidak tahu, mungkin karena ia sudah mengantisipasi hal itu dengan minyak goreng di bagasinya.
Rombongan berikutnya adalah Leo dan kawan-kawan yang diantar oleh BX GTi kuning pisang. Konon mobil ini sangat unik dibandingkan dengan yang lainnya karena sunroof built up yang melekat di atap mobil. Keluhan yang sama adalah karena terjebak macet.
Sore harinya mereka
semua mengabadikan beberapa event dengan membidikkan kamera. Foto-foto
itu bisa jadi saksi dan bukti acara week end.
Saat pengambilan
gambar, rombongan telah lengkap yaitu dengan kehadiran Jantje beserta keluarga.
Perbincangan dan suara tawa semakin semarak terdengar bukti bahwa tiap
anggota punya cerita tersendiri yang ingin dibagikan.
Malam harinya diselenggarakan rapat kecil dari peserta mengupas masalah intern organisasi. Rapat ini cukup menarik karena banyak mengungkap hal-hal yang penting untuk kelangsungan organisasi.
Setelah berlangsung kurang lebih 1,5 jam rapat ditutup dan malam itu juga Leo dan kawan-kawan pamit lebih dahulu.
Keesokan harinya, 28 Juni 1998, pagi-pagi sekali beberapa orang peserta pergi berjalan-jalan menikmati segarnya udara pagi hari, mungkin karena hari ini adalah hari terakhir acara week end ini.
Hari ini sebagian peserta pulang meninggalkan villa, mereka adalah Nurhidayat, Jantje dan Thamrin beserta keluarga. Sedangkan Stephen, Richard dan Djoni masih tinggal untuk beberapa saat. Namun secara keseluruhan acara week end telah berakhir dengan meninggalkan kesan yang baik dan mendalam pada tiap peserta.
Suatu kegiatan klub
yang patut untuk dikembangkan dan ditingkatkan dimasa yang akan datang.
