Selendang sutra, tanda mata darimuTelah kutrima, sebulan yang laluSelendang sutra, mulai di saat ituTurut serentak, di dalam hatiku
Ketika lenganku terluka parahSelendang sutramu turut berjasa
Selendang sutra, kini pembalut lukaCabik semata, tercapai tujuannya