|
Valentine
by:
cicakgirl
Tipe: One Shot
Bahasa: Indonesia
Rating: PG-13
Pasangan: Remus/Tonks
Disclaimer: Harry Potter & it’s universe belong to JK
Rowling.
“Ayolah, Remus.. kau harus bertemu orangtuaku. Kau tahu kan,
aku sudah susah payah minta cuti dari kantor di hari
Valentine agar kita bisa makan malam bersama orangtuaku.
Kumohon.. kumohon.. ini akan jadi kejutan bagi mereka.
Mereka belum tahu bahwa aku punya pacar. Ayolah..” Tonks
menatap Remus penuh harap.
Remus menatapnya sejenak. Rasa enggan tersirat jelas di
matanya. Namun, Tonks terus memasang wajah memelas. Akhirnya
ia menghela napas dan mengangguk. Wajahnya pasrah. “Oh,
terima kasih.. terima kasih.. Remmy!” Tonks memeluknya.
Remus memejamkan matanya. Ekspresinya tidak dapat ditebak.
_____________________________________________________________
Remus dan Tonks berdiri di depan pintu sebuah rumah. Rumah
itu bergaya minimalis dan sangat khas muggle. Rumah Tonks.
“Rumahku sangat muggle. Ayah yang ingin rumah seperti ini.”
Kata Tonks ceria. “Aku akan masuk. Sebaiknya kau tunggu
disini dulu. Ini akan jadi kejutan, karena terakhir kali aku
pacaran adalah waktu aku umur 14 tahun..” Tonks
ber-Disapparate ke dalam rumah.
“Mengapa harus begini..” Desah Remus. Ia merasakan perutnya
mengejang. Sudah lama sekali sejak saat itu..
“Psst..” kepala Tonks muncul di pintu, membuat Remus
tersentak kaget. “Ayah belum pulang, hanya ada Ibu di rumah.
Ayo masuk, ia menunggu di dapur. Tahu, nggak Ibu sangat
antusias mendengar aku punya pacar.” Tonks terdengar girang.
“Eh, tapi begini ya.. Ibuku memang penyihir tapi, sudah lama
sekali ia tidak berhubungan dengan dunia sihir. Jadi, maklum
saja kalau ia kelihatan seperti ibu-ibu muggle biasa. Dan
juga..”
“Iya, iya.. santai saja, lah.” Potong Remus. “Kau tak perlu
berceramah begitu.”
Tonks nyengir. Ia menggandeng tangan Remus dan membawanya
masuk ke rumah itu. ‘Benar-benar tidak kelihatan seperti
rumah penyihir.’ Batin Remus. ‘Apa dia juga sudah berubah?’
“Remus Lupin.” Terdengar suara kaget saat mereka masuk ke
dapur.
Remus berusaha keras menenangkan dirinya dan perutnya yang
terasa melilit karena tegang. “Apa kabar, Andromeda?”
Senyum lebar Tonks memudar. Ia melepaskan gandengannya.
“Kalian sudah saling kenal?”
“Ya.” Jawab Remus pelan.
“Tidak.” Sahut Andromeda cepat.
Mata Tonks menyipit curiga. “Sebenarnya kalian sudah saling
kenal atau belum, sih?”
Remus berusaha menghindari tatapan mata Tonks. Andromeda
tiba-tiba sibuk mengamati renda taplak mejanya. “Kalian
menyembunyikan sesuatu dariku, ya?” Tonks menatap mereka
penuh selidik, namun mereka saling menghindari memandang
mata Tonks.
“Andromeda, sebaiknya jujur..”
“Berhenti bicara denganku.” Kata Andromeda ketus kepada
Remus. “Aku tidak mau mendengarmu lagi!”
“Sudah bertahun-tahun kau menghindar. Sekarang kau harus
dengarkan aku.” Kata Remus tegas.
“Aku tidak mau mendengar apa-apa darimu.” Andromeda menatap
Remus marah.
“Ada apa ini?” Tonks berusaha mencerna apa yang terjadi.
Namun, sebelum ia sempat bertanya, Remus telah menyambar
lengan Andromeda dan ber-Disapparate entah kemana.
“REMUS!! Kau bawa kemana Ibuku?!” Jerit Tonks.
_____________________________________________________________
Kesunyian malam di Hogsmeade dipecahkan oleh seruan-seruan
marah dari seorang wanita. Seorang lelaki di sampingnya
berusaha menenangkannya. “Andromeda, tolonglah dengar aku.”
Remus menarik tangan Andromeda dan mendudukkannya di sebuah
bangku taman.
“Aku benci kau, bodoh!” Jerit Andromeda. Suaranya berubah
menjadi serak dan terdengar isak perlahan. “Kenapa kau
muncul lagi? Aku sudah berusaha keras menghindarimu.. aku..
aku benci kau!!”
“Maafkan aku..” Kata Remus penuh sesal. “Aku ingin
menjelaskan dari dulu tapi, kau tak pernah mau mendengarkan.”
“Aku membencimu..” Air mata Andromeda mengalir deras. “Kau
cinta pertamaku dan kau mencampakkanku tepat di hari ini,
hari Valentine saat pesta dansa sekolah. Kau menolak coklat
yang telah kubuat dengan susah payah. Kau bilang kau tidak..
tidak pernah.. menyayangiku..” Isak Andromeda.
Remus termangu. Hatinya pedih sekali mengenang bahwa ia
pernah menyakiti Andromeda, wanita yang pernah ia cintai. “Aku..”
“Sejak itu,” Kata Andromeda keras, ia ingin menumpahkan
segala yang ada di hatinya. “Aku sangat menghindarimu.. aku
tak pernah ingin bertemu dirimu lagi!”
“Aku tahu,” Kata Remus. “Setelah lulus Hogwarts, kau
langsung menikah dengan Ted Tonks, kan? Dan aku tak pernah
punya kesempatan mengatakan alasanku memutuskan hubungan
kita.”
“Alasanmu sudah cukup jelas.” Jerit Andromeda. “Kau tak
pernah mencintaiku! Kau dipaksa Sirius agar pacaran denganku.
Yah, karena aku tidak secantik Narcissa ataupun seberani
Bellatrix aku tidak pernah punya pacar. Sirius iba padaku,
jadi dia menjodohkanmu denganku. Begitu, kan yang terjadi?!”
Remus menggeleng lemah. “Kau salah paham. Aku dulu
benar-benar menyayangimu. Aku terpaksa memutuskan hubungan
kita karena aku adalah.. aku.. manusia serigala..”
“AAAAAHH!!!” Jeritan keras Andromeda membuat beberapa burung
terbang ketakutan. “KAU?!”
“Iya,” kata Remus. “Karena itulah aku memutuskanmu. Aku
dengar dari sepupumu tercinta Sirius bahwa kau sangat takut
dengan manusia serigala. Kau pernah hampir digigit manusia
serigala. Jadi, aku terpaksa melakukan itu. Aku yakin kau
tak akan mau berpacaran dengan manusia serigala..”
Hening merayapi mereka. Akhirnya Andromeda menghapus air
matanya. “Aku bisa menerima alasanmu,” katanya. “Dan
bahagiakanlah Nymphadora. Jagalah dia, Remus. Itu saja yang
bisa kubilang.”
“Terima kasih kau mau mendengarkan.” Kata Remus. “Sebaiknya
kita kembali saja. Kau bisa ber-Disapparate sendiri?”
“Tidak, sejak tidak lulus ujian Apparition waktu kelas tujuh,
aku tidak pernah mencoba lagi.” Kata Andromeda.
Remus tersenyum. “Baiklah. Pegangan.” Dan mereka menghilang
dengan bunyi letupan keras.
_____________________________________________________________
“Kemana saja kalian?” Tonks duduk di ruang tamu dengan wajah
penuh kecurigaan ketika Remus dan Andromeda ber-Apparate
kembali. “Dan apa maksud kata-kata kalian tadi?”
“Begini Sayang, aku dan Remus dulu pernah bermain drama
sekolah di hari Valentine dan tadi itu dialognya. Kami hanya
mengenang masa lalu, kok.” Andromeda beralasan. “Sudah lama
sekali kami tak bertemu.”
“Lalu kalian menghilang kemana?” tanya Tonks tajam.
“Ke Hogsmeade.” Sambar Andromeda lagi. “Aku hanya
menasehatinya untuk menjagamu dan membahagiakanmu. Aku tak
mau kau disakiti atau disia-siakan, Dora.”
“Mom..” wajah Tonks menjadi pink, seperti warna rambutnya.
“Jangan panggil aku Dora. Dan sepertinya Mom tak perlu
menasehatinya,” Tonks tersenyum pada Remus. “Dia takkan
menyakitiku, iya kan?”
Remus tersenyum kepada Tonks. “Tentu saja.”
Bel rumah berbunyi. “Itu pasti Ayahmu. Tunggu, ya akan
kubukakan pintunya.” Kata Andromeda. Ia beranjak ke ruang
depan.
“Selamat hari Valentine..” Remus memberikan cokelat
berbentuk hati yang berkelap-kelip kepada Tonks. “Aku
menyayangimu..”
“Aku juga..” bisik Tonks pelan. “Kau manusia serigalaku
tercinta..”
Kembali |