|
-Untitled-
by:
Blue Angel
Emma keluar dari rumahnya dan
berjalan - jalan di kompleks perumahannya. pagi itu masih
sepi. hanya ada burung - burung berkicau riang dan langit
yang masih berwarna keabu - abuan. Berusaha mencari ide agar
Daniel dan Tante Fitria tidak jadi datang ke rumahnya. Dari
te,patnya berdiri, ia dapat melihat rumah tua bekas tempat
tinggal keluarga Daniel dulu. Katanya, setiap keluarga yang
tinggal di situ pasti tidak bertahan lama. Emma memutuskan
untuk masuk ke dalam rumah tua itu. Pintu belakang rumah itu
sudah usang. Entah karena dimakan rayap atau memang kayunya
yang jelek yang pasti, hal itu memudahkan Emma untuk masuk
ke dalam rumah tersebut.
Saat Emma sedang menaiki tangga kayu yang berderak setiap
kali diinjak itu, tiba- tiba terdengar suara bersin seorang
pria. Keadaan di situ masih lumayan gelap dan berdebu
mengingat hari masih pagi. Bulu kuduk Emma merinding.
"Siapa di atas?!" teriak Ema dari bawah. tidak ada jawaban.
"Siapa di situ?!!! Jangan bercanda deh!"
Emma yang penasaran kemudian mengintip dari celah tangga.
Tampak sebuah kilatan cahaya yang diduganya adalah pisau!
Langsung saja Emma membekap mulutnya agar tidak menjerit. Ia
kemudian menuruni tangga sambil mencoba untuk tidak
menimbulkan bunyi yang dapat menarik perhatian pria berpisau
tadi. Namun, ternyata salah satu anak tangga yang telah
retak, patah setelah diinjak oleh Emma.
"Kyaaaaa....!!!!!!" jeritnya.
Emma mencoba menggapai pegangan tangga namun, terlambat! Ia
sudah terjatuh. Matanya terpejam bersiap menerima sakit yang
amat sangat. Namun, terdengar suara pria tadi.
"Wingardium Leviosa!"
Emma perlahan membuka matanya dan mendapati dirinya sedang
melayang - layang di udara. Emma menengokkan kepalanga ke
lantai atas melihat ke asal suara tersebut dan ia lihat
berdiri di sana,...
Kembali |