APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

The Park At Night-



Waktu menunjukkan pukul setengah 8 malam, ketika seorang gadis dengan berpakaian jins 'tiga perempat' dipadukan dengan tank-top putih serta sweater merah muda, melewati sebuah taman kosong tak terawat. Gadis ini baru saja mengantarkan kue ke rumah temannya. Dia pulang kerumah dengan perasaan cemas, karena telah begitu lama berada dirumah temannya sepengantar kue tadi. Ibu gadis ini pasti akan sangat marah kepadanya. Untuk menghilangkan kecemasannya, dia mencoba bernyanyi sepanjang perjalanan, ketika dia mendengar seseorang merintih kesakitan dibalik semak-semak dalam taman yang tidak pernah di kunjungi oleh penduduk disana.

"Ha.. hallo.. ?", gumam gadis berambut ikal ini dengan perasaan cemas.

"Ada orang disini?", tanya gadis ini kembali sembari membuka pagar taman yang berkarat dan reyot.

Suara rintihan itu pun mulai terdengar kembali. "Apakah ada banshee di daerah muggle?", pikir gadis itu dalam hati, "Ah, tidak mungkin. Suaranya tidak mirip dengan banshee".

Dia mulai kembali mencari sumber suara itu. Dengan perasaan takut, dia menyelusuri sepanjang semak-semak di taman dan betapa kagetnya dia melihat seseorang tergeletak tak berdaya terlengkup di batasan semak-semak dengan sebuah kursi taman yang terbuat dari batu.

"Hei, kamu tidak apa-apa?", teriak gadis itu kaget sambil menghampirinya. Orang tersebut seorang laki-laki, seumuran dengannya. Pakaian pemuda itu tidak asing baginya, dengan celana panjang, serta jubah hitam-hijau.

"Hogwarts? Slytherin? Siapa dia..??", pikiran gadis ini berkecamuk di kepala, "Mana ada murid Hogwart di daerah rumahku, selain aku?".

"Kamu butuh bantuan?", tanyanya sambil memegang lengan pemuda itu. Dan seketika itu saja pemuda itu marah dan mengibaskan lengannya. Gadis ini kemudian panik melihat tangannya bebercak darah.

"Kamu terluka. Biarkan aku menolongmu, teman. Aku juga murid Hogwarts, sama denganmu. Jangan takut.."

"Aku tidak takut!!", bentak pemuda itu.

Gadis ini mengenali suara itu, tidak mungkin, tidak mungkin pemuda ini adalah.. "Ma.. Mal.. Malfoy??", tanya gadis itu kaget. Pemuda itu terdiam.

Gadis ini mencoba membangunkan tubuhnya dan menyandarkannya ke kursi taman. Dan cahaya lampu taman yang remang-remang menimpa wajah pemuda itu. "Kau.. Malfoy! Apa yang kau lakukan disini? Apa yang terjadi?", tanya gadis ini bertubi-tubi dan meringis melihat keadaan Malfoy. Hidungnya penuh dengan darah. Matanya bengkak, bagian dadanya penuh dengan darah.

"Tinggalkan aku," kata Malfoy dengan tidak sabar dan membuka matanya memandang gadis itu. "Granger?? Oh tidak..", kata Malfoy kasar sambil mencemooh.

"Itu tidak penting, aku Granger atau bukan. Kau harus segera di obati, Malfoy," kata Hermione sadar bahwa Malfoy tidak menyukainya karena dia keturunan muggle. Hermione menerima dengan pasrah.

Hermione kemudian mengangkat tubuh Malfoy dengan perlahan. Malfoy enggan membiarkan Hermione membawanya, tetapi dia diam saja. Hermione melepas jubah Malfoy dan melipatnya dengan satu tangan kemudian disandarkan di bahunya. Lalu dia mengangkat tangan Malfoy ke pundaknya dan membawa Malfoy kerumahnya.

Kembali     Next

Hosted by www.Geocities.ws

1