APAKAH             FESTIVAL           OWLERY

 

CHAPTER 2
IN THE WEDDING


Harry tidak sempat lagi menulis surat untuk kedua sahabatnya sejak dia mengikuti pendidikan dan pelatihan Auror. Dia bahkan sudah berhenti berlangganana Daily Prophet hanya gara-gara dia tidak mau bangun terlalu pagi untuk membayar si burung hantu. Setiap hari dia pergi sebelum jam tujuh pagi dan pulang lewat tengah malam. Ada saat dimana dia pulang dua atau tiga hari sekali setelah melakukan perjalanan membingungkan dalam pelatihannya, dan dia tidak tahu kalau dia sudah pergi selama itu, tidak makan, minum, apalagi tidur. Anehnya, dia tidak merasa lapar, haus ataupun mengantuk selama menjalani pelatihan. Tapi begitu pulang, seringkali dia mendapati dirinya terbangun setelah tidur sepanjang waktu di atas lantai kamarnya, bingung tentang hari, tanggal dan waktu. Keluarga Dursley kelihatannya tidak terlalu memusingkan hilangnya Harry dari rumah mereka.
Pagi itu Harry bangun dari tempat tidurnya, masih berpakaian lengkap, merasa letih dan mengantuk luar biasa meskipun dia yakin dia sudah tidur cukup lama. Sekali lagi kebingungan tentang waktu. Tumpukan surat diatas mejanya lebih tinggi dari ekmarin yang dilihatnya. Ada lebih banyak bulu dan kotoran burung hantu diatasnya. Sangkar Hedwig masih kosong. Rupanya burung hantu itu belum kembali sejak terakhir kali Harry melihatnya, entah berapa hari yang lalu.
Harry melepas jubahnya, kemudian turun ke dapur, yang ternyata kosong. Tidak ada tanda-tanda adanya keluarga Dursley. Harry membuka lemari es, menuang susu dan mengambil dua potong sandwich yang disisakan Bibi Petunia. Kemudian dia duduk di kursi dekat jendela, menikmati sarapannya sambil memandang hujan yang mengguyur halaman.
Telepon berdering.
Harry bangkit untuk menjawabnya.
"Halo?"
"Harry?"
"Hermione?"
"Oh, syukurlah, " Hermione terdengar lega. "Kemana saja kau? Kenapa kau tidak membalas surat-surat kami? Kami sangat mencemaskanmu,"
"Maaf, aku ..." tapi Harry tidak bisa menjawabnya.
"Oh, sudahlah. Apa kau sudah siap?"
"Siap?" Harry bingung. "Siap untuk apa?"
"Astaga, Harry! Kau lupa kalau hari ini hari pernikahan Bill dan Fleur?" jerit Hermione tidak percaya.
"Ap ... sekarang tanggal berapa?"
"Harry, apa kau baik-baik saja?" sekarang Hermione terdengar cemas.
"Aku baik hanya sedikit ..." Harry mengakuinya. "Aku bingung, Hermione,"
"Aku akan menyuruh seseorang menjemputmu kalau begitu,"
Dan telepon ditutup. Harry baru saja meletakkan gelasnya ketika dengan bunyi letupan keras seorang pria setengah baya, dengan jubah lusuhm berdiri di depannya.
"Hermione sangat cemas," kata Lupin. "Apa yang terjadi?"
"Aku sendiri tidak tahu," Harry berbohong.
Lupin mengawasinya dengan teliti.
"Kau kelihatan pucat dan tidak sehat, Harry," katanya jujur.
"Tapi aku baik-baik saja. Cuma lelah,"
Kelihatannya Lupin tidak percaya.
"Aku akan segera berkemas," Harry menghindari Lupin dan segera ke kamarnya untuk mengambil pakaian. Kemudian mereka ber-Disapparate ke The Burrow.

*******

Sebuah altar kecil berdiri di halaman depan The Burrow. Tampak Fred dan George sibuk memasang sesuatu di tepi halaman. Beberapa penyihir tampak duduk di kursi tamu di depan altar. Lupin membawa Harry masuk melalui halaman samping, langsung masuk ke dapur.
"Harry!" pekik Ron sambil berdiri. "Hermione bilang kau ..."
"Aku tidak apa-apa," kata Harry menenangkan.
"Ron, apa ...Harry," Ginny mendekatinya, tampak malu-malu.
"Oh, tidak usah sok, Ginny," tulas Ron. "Beri kekasihmu pelukan selamt datang,"
Dan Harry memeluknya sebentar. Ginny membelai bahunya.
"Cukup," kata Ron. "Nah, Ginny, silahkan pergi sementara kami ngobrol sebentar,"
Ginny menatapnya mencela sesaat, kemudian dengan dagu terangkat meninggalkan dapur.

Kembali      Next       Previous

Hosted by www.Geocities.ws

1