|
Harry Potter Yang Hilang
by: Fahmi_Potter
Rating : PG
Genre : Mysterious, Drama
Disclaimer : About us
TANGISAN ANAK
----------------------
Terdengar suara anak kecil yang sedang menangis di kejauhan
saat brad sedang berjalan di sekitar jalan magnolia cressent
untuk menuju pulang ke rumah nya di privet drive,
sesaat dia mencari-cari dimana sumber suara itu berasal
sesaat, sampai matanya menuju taman di sebelah kirinya dan
ia bergegas untuk mendekat
"ada apa? kenapa kau menangis?" tanya brad pada anak kecil
yang ditemuinya
anak kecil itu tersentak kaget saat brad menanyainya dan ia
pun langsung terdiam saking shocknya
"apa kau tidak mendengarku?" tanya brad ketus dan anak itu
pun masih terdiam
"ayolah jangan bermain-main disaat yang tidak tepat" ucap
brad sambil melihat keadaan sekitar yang memang menunjukkan
bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk bermain-main
"bisakah kau mengatakan kepadaku apa yang membuatmu menangis
atau karena apa kau menangis?" tanya brad muram tetapi anak
itu masih diam seperti sebelumnya
Tetapi sebelum brad sempat mengucapkan sepatah kata
berikutnya anak itu berlari menuju ke privet drive dan brad
pun mengejarnya sayangnya anak itu mempunyai kaki yang
pendek tidak seperti brad yang mempunyai kaki kira-kira dua
kali kakinya
"hei, kenapa kau lari dariku?" tanya brad tersengal karena
kehabisan nafas
"baiklah jika kau tak mau mengatakannya padaku mungkin kau
bisa memberitahuku dimana rumahmu jadi aku bisa mengantarmu
pulang" tanya brad putus asa hening sejenak kemudian sebelum
brad sempat berkata apa-apa anak itu mulai menangis lagi dan
brad pun semakin bingung dibuatnya.
Oh kenapa kok jadi aku yang sewot memikirkan anak ini,
padahal aku harus mencemaskan bagaimana keadaanku jika aku
tidak pulang sekarang
"ayolah berhentilah menangis, katakan sesuatu agar aku bisa
membantumu" ucap brad sambil menarik napfas panjang-panjang
tetapi anak itu tak henti-hentinya menangis sampai brad
berpikir bahwa mungkin harus membiarkan anak itu
mengeluarkan semua luapan emosinya sampai ia siap untuk
mengatakan sesuatu dari mulutnya
Waktu terus berlalu dan anak itu pun menangis tanpa henti
dan brad pun semakin khawatir akan dirinya karena saat ia
sedang melihat jam ditangannya hatinya langsung mencelos
karena jam sudah menghantamkan tinjunya ke angka 12 yang
berarti ini adalah waktu yang tidak tepat untuk pulang dan
berarti ia harus dikunci digudang untuk yang kesekian
kalinya
"baiklah jika kau tidak mau mengatakan sesuatu padaku
sekarang, maka aku akan membiarkanmu sendiri disini" ucap
brad bijak tapi dia tak sampai hati mengatakannya
anak itu masih terus menangis dan ketika brad sudah berjalan
beberapa langkah keadaan sunyi senyap yang menandakan bahwa
sudah tidak ada lagi suara tangisan brad pun menoleh dan ia
benar-benar melihat kalau anak itu sudah berhenti menangis,
brad pun menghampirinya
"baiklah jika kau sudah puas menangis dan sudah bisa ngomong
lagi dan tentunya jika kau mau mengatakan apa yang
menyebabkan kau menangis maka aku akan membantu dan jika kau
bersi-keras untuk diam maka aku denagn sangat menyesal aku
harus pergi sebelum aku di damprat oleh bibiku" ucap brad
puas
"sebenarnya" ucap anak itu mengawali pembicaraan dan brad
pun bersemangat untuk mendengarkan omongan anak itu
"ya teruskan" ucap brad girang
"sebenarnya tadi aku menagis saat aku mengira aku telah
kehilangan seseorang dan sesaat kemudian aku menangis karena
tak percaya aku telah menemukan orang yang telah kuanggap
hilang itu" ucap anak itu
"mungkin kau bisa lebih menjelaskan apa tepatnya yang sedang
kau bicarakan?" tanya brad bingung karena anak itu dianggap
sedikit terganggu jiwanya oleh brad
"apa yang harus kujelaskan kepadamu? kurasa kau sudah cukup
mengerti" jawab anak itu puas
"aku cukup mengerti yang benar saja kau?" ucap brad yang
keheranan
"ya omonganku sangat lah jelas" jawab anak itu singkat
"jelas apanya? apa yang kau maksud dengan mengira telah
kehilangan seseorang dan mengira telah menemukannya
kembali?" tanya brad yang benar-benar bingung sekarang
"apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya anak itu dengan
sedikit senyum
"tidak, tapi bisakah kau mengatakan kepadaku siapa orang
yang kau maksud itu?" tanya brad cemas, wah kupikir dia
memang terganggu jiwanya
"ada apa denganmu?" tanya anak itu sambil terus memamerkan
senyumnya
"apa? ada apa denganmu apa? siapa orang yang kau maksud
itu?" tanya brad mulai sewot
"tentu saja yang kumaksud adalah kau" jawab anak itu singkat
dengan senyum masih tersungging di bibirnya
"memangnya apa hubunganku denganmu? memangnya aku siapa? dan
lagian aku tak pernah menghilang, selama ini aku hanya
pernah mencoba ingin menghilang satu kali tapi aku tak
begitu ingat apa itu" ucap brad sambil mencari-cari apa yang
menyebabkan dirinya pernah menghilang apa tidak
"ayolah jangan bergurau lagi denganku, banyak yang
menanti-nanti dirimu" ucap anak itu dengan nada memohon
"jangan bergurau apa? mungkin kau yang sebaiknya jangan
bergurau lagi denganku karena tak pernah ada yang menantiku
selama ini, yang menantiku mungkin hanyalah bibi dan pamanku
yang mungkin akan senang kalau aku benar-benar tidak akan
pernah kembali selama-lamanya" jawab brad dingin dan dengan
nada kesal saat ia menyebutkan kata bibi dan pamannya
"sudah cukup harry, saat ini kau sedang dibutuhkan oleh
banyak orang" kata anak itu tegas
brad kaget sekali
mendengar anak itu memanggilnya harry, perasaan namaku brad
degh pikirnya
"apa? kau memanggilku apa?" tanya brad cepat "harry, harry
potter" jawab anak itu
"harry potter? yang benar saja kau, namaku itu brad bukan
harry potter seperti yang kau bilang" kata brad cemas
waduh anak ini sudah gila ternyata
"brad? kau itu harry potter bukan brad dan saat ini banyak
yang sedang menanti-nanti dirimu, setelah mungkin kekecewaan
mu pada kami karena kami tak pernah benar-benar mematuhimu"
ucap anak itu sambil sedikit nyengir
"baikah kurasa waktu untuk bermain-main sudah habis anak
kecil dan sekarang aku harus pergi" kata brad dingin
"kau itu harry potter bukan brad, percayalah padaku, kau
adalah harry potter yang hilang" kata anak bersemangat
"ah sudahlah" ucap brad sambil mulai berjalan menyusuri
privet drive dan ia sangat cemas sekarang karena waktu sudah
menunjukkan pukul 1 malam dan itu adalah waktu yang sangat
tidak tepat untuk pulang
"tunggu" ucap anak itu
"apalagi sekarang" ucap brad atau harry potter atau sapa
ajalah sambil menghentikan langkahnya
"bagaimana dengan bekas lukamu yang berbentuk sambaran petir?"
tanya anak itu
Brad atau harry potter seketika hatinya langsung mencelos
baru saja sadar kalau ia mempunyai bekas luka yang mirip
dengan garis zig-zag yang dianggapnya mirip sambaran petir
karena ia tak melihatnya sendiri
bagaimana aku bisa mempunyai bekas luka seperti ini? padahal
sebelumnya aku tidak pernah mempunyainya pikir brad sambil
terus mengucek-ucek dahinya
"lalu bagaimana dengan mimpi-mimpi burukmu selama ini?"
lanjut anak itu sejenak ia berpikir bagaimana ia bisa tau
kalau dirinya selalu bermimpi buruk
"dan bagaimana dengan keinginanmu untuk kabur saat kau
benar-benar marah pada kami karena sudah mengecewakanmu"
tambah anak itu pasti hening sejenak kemudian
"jadi apa benar yang kau katakan itu?" ucapnya ragu-ragu
"pasti" kata anak itu yakin sekali "memangnya apa yang
kalian lakukan sampai membuatku menghilang?" tanyanya ingin
tahu
"emmm kami tak pernah menganggap aturanmu serius, yah kami
tahu itu demi kebaikan kami tapi kami sudah menyadarinya
sekarang, tolong maafkan kami dan kami yakin kami tak akan
mengecewakanmu lagi" jawab anak itu sambil sedikti nyengir
"emm aku tak tau aku harus ngapain tapi ya sudahlah aku
harus pulang karena ini sudah jam 2 kurang se-per-empat"
ucapnya sambil menunjuk ke jam tangan yang dikenakannya
"kau tak usah khawatir kau tak perlu kembali ke rumah bibi
dan pamanmu lagi, kami tahu kalau kau tak pernah akur dengan
mereka atau lebih tepatnya mereka yang tidak mau akur
denganmu" kata anak itu maklum
"emm baiklah, tapi aku harus pergi kemana agar aku bisa
menemui kalian?" tanyanya bingung
"tidak kau tak perlu menemui kami karena kami yang akan
menemui mu" jawab anak itu sambil mengedipkan matanya
"tapi bagaimana caranya agar kalian bisa menemuiku?" ucapnya
heran
"kami hanya tinggal masuk menjelajah ke dunia maya dan kami
akan menemukanmu ada disana jika kami menambahkan beberapa
kata dalam pencarian kami" ucap anak itu senang
"apa beberapa kata?" katanya bingung
"yup" kata anak itu pasti
"lalu apa kata yang harus kalian tambahkan untuk menemukanku?"
tanya nya agak tidak yakin
"yah kami tinggal menambahkan beberapa kata seperti kami
merapalkan sebuah mantra saat kami ingin memantrai sesuatu"
jawab anak itu sambil tersenyum
"yah tapi apa kata yang harus kalian tambahkan?" tanyanya
yang mulai tidak sabar
"saat kami menyebutkan kata itu maka kami akan memasuki
duniamu yang sungguh mengasyikkan dan tentunya semua orang
akan puas setelah memasuki duniamu itu" jawab anak itu
sesaat susana hening sejenak tetapi sebelum harry potter
ingin mengucapkan sesuatu
"kata itu adalah
http://www.harrypotterindonesia.com/" lanjut anak itu
"selamat tinggal" anak itu menambahkan tetapi saat harry
potter ingin bertanya lagi dirinya anak itu sudah menghilang
dan tiba-tiba ia berada di suatu dunia dimana ia yang
memegang semua kekuasaan
"mungkin benar kalau aku adalah harry potter yang hilang itu"
ucapnya sambil mengawasi berbagai macam forums yang ada
FIN
Kembali |