|
A Momen Before
by:
dhann_cyranze
Disclaimer : This
character is belong to JK Rowling, and i just try to make a
strange story, before Harry arrive at Grimmauld Place 12th
Setting : Di
Grimmauld Place 12th, saat Harry masih di Privet Drive.
Tokoh : Orang-orang yang ada di Grimmauld Place 12th, saat
Harry masih di
Privet Drive
Genre : Ndak tahu, apaan ini termasuknya?
Fred, George, dan Ron berada dalam salah satu kamar di
Grimmauld Place 12th, mereka membereskan ruangan itu atas
perintah Mrs. Weasley yang sedang membereskan ruang lainnya
bersama Hermione
" Ron, masukkan ini ke dalam ember itu!" perintah Fred dan
melemparkan jubah penuh darah yang jatuh tepat di atas
kepala Ron.
" Kau ini apa-apan sih Fred?" tanya Ron berang, seraya
melemparkan jubah itu ke dalam ember biru, lemparan itu
luput dan mendarat 2 meter di sebelah kanan ember.
" Kau dengar aku kan? Masukkan jubah itu ke dalam ember!"
ulang Fred bosan, tanpa rasa bersalah.
" Apakah begitu caranya meminta tolong?" tanya Ron dengan
suara yang menandakan jika dia sedang marah besar.
" Baiklah, Ronnie kecil," Fred mengalihkan pandangannya dari
kolong meja kerja yang sedang dibersihkannya dan berjalan
mendekati Ron seraya menggosok-gosokkan tangannya yang
bersarung tangan kulit naga. " Tolong masukkan jubah penuh
darah ini ke dalam, ember di sana itu," kata Fred, sambil
memegang tangan Ron, seperti seorang wanita yang baru
menyatakan cintanya pada pujaan hatinya, kemudian Fred
meneruskan perkataannya, "tanganku tidak cukup panjang untuk
menaruhnya."
" Arghh!" Ron berteriak, melepaskan pegangan Fred. Ron
menatap tangannya yang sudah berlumuran cairan berwarna
hijau menjijikan.
" Kena, kau!" seru Fred memperlihatkan sarung tangan kulit
naganya yang juga berlumuran cairan hijau.
" Apa ini?" tanya Ron, mengerutkan keningnya.
" Hadiah untukmu yang telah bersedia membantuku untuk
memasukkan jubah itu ke dalam ember untukku," kata Fred
memasang wajah malaikat, tetapi setelah itu mengedip pada
George yang sedang menonton.
" Kau ini menyebalkan!" Ron keluar kamar untuk mencuci
tangannya di kamar mandi.
" Dasar Fred bodoh! Kurang ajar!" gumamnya sambil memandangi
tangannya yang mulai panas. " Ini apa sih? Mengapa tanganku
menjadi panas?" Ron berjalan cepat tanpa melihat apa yang
diinjaknya dan apa yang ada di hadapannya, tiba-tiba...
BRUK
Sesuatu menabraknya, dan cairan bau dan dingin mengguyur
tubuhnya. Ron menyeka cairan itu dari wajahnya dan bersiap
untuk meneriaki Fred akan apa yang dilakukannya padanya,
tetapi yang berdiri di depannya bukanlah Fred.
" Hermione?" seru Ron. " Kau ini apa-apaan?" Ron mengulang
pertanyaannya pada Hermione.
" Oh, Ron. Kau tidak apa-apa kan?" tanya Hermione panik. Dia
jongkok dan menaruh ember yang berisi entah apa yang telah
mengguyur tubuh Ron.
" Tidak apa-apa bagaimana? Tubuhku saja dipenuhi cairan bau
ini." kata Ron yang telah berdiri, dibantu oleh Hermione
yang kelihatan khawatir. " Ini apa sih?" tanya Ron lagi yang
otot-otot di kepalanya sudah membentuk sudut kemarahan.
" I, ini. Er... cairan yang di temukan oleh ibumu di kamar
Mrs. Black." kata Hermione tergagap, dengan wajah yang
terlihat ngeri.
" Huh, sial benar aku hari ini, sudah jatuh tertimpa tangga
lagi." ucap Ron yang sedang menyeka cairan itu dari lengan
jubahnya. Tiba-tiba ia merasakan wajahnya panas dan serasa
ditusuk-tusuk, bukan hanya wajahnya, seluruh tubuhnya
sekarang serasa ditusuk-tusuk, dan Ron-pun berteriak.
" Ada apa Ron?" Hermione yang sedang mengambil embernya,
menjerit ketika melihat wajah Ron. Wajah itu berubah menjadi
tampan, tetapi tetap wajah Ron. Hanya saja bintik-bintik di
wajahnya hilang, dan hidung panjangnya melancip menjadi
mancung tajam. Wajahnya pun menjadi agak lonjong yang
membuatnya menjadi sempurna. Sakitnya mulai mereda.
" Ada apa, kenapa..." tanya Ron mendengar jeritan Hermione.
Hermione yang berdiri didepannya, memandang Ron dengan
pandangan campur, antara kagum, dan takut.
" Ron?" panggilnya takut-takut.
" Apa? Kenapa kau memandangku seperti itu?" tanya Ron
bertubi-tubi.
" Wajahmu..."
" Yeah, wajahku serasa ditusuk-tusuk, nah, minggir Hermione
aku mau lewat,"
Tetapi Hermione tidak minggir, dia malah bergerak maju dan
menaikkan tangannya. Tangan itu menuju wajah Ron yang telah
berubah menjadi tampan. Ron heran dan merasakan tangan
Hermione yang gemetar dan dingin menyentuh wajahnya yang
sudah berhenti sakit-sakit.
" Ron, wajahmu...berubah, men, menjadi tampan...," kata
Hermione pelan, tetapi dapat didengar Ron.
Telinga Ron memerah, ' tampan? apa yang dimaksud dengan
tampan?' Ron berpikir dalam hatinya.
" Apa maksudmu Hermione?" tanya Ron mengambil tangan
Hermione dari wajahnya, dan pada saat itu Fred dan George
keluar dari kamar.
" Kemana si Ronnie kecil itu, dia tidak membantu kita?" kata
Fred, dan dia berhenti, begitu pula George. Mereka melihat
Ron dan Hermione yang saling berpegangan tangan, dan
ternganga. Memang aneh pemandangan seperti itu, seperti
adegan-adegan romantis di drama televisi.
" Hoo, rupanya Ronnie kita sudah besar. Dia menyatakan
cintanya pada Miss. Perfect kita di koridor yang bisa
dilihat semua orang?" kata Fred.
" Yeah, dan dia berlumuran cairan kasih sayang dari Miss.
Perfect yang menerima cintanya.." George melanjutkan.
" Apa yang kalian bicarakan?" seru Ron melepaskan tangan
Hermione. Bukan hanya telinganya sekarang yang memerah,
pipinya pun merona merah.
" Waahh, Ron apa yang terjadi padamu? Kau menggunakan ramuan
tampan untuk menyatakan cintamu pada Hermione ya?" tanya
George mendekati Ron, dan mengamatinya lekat-lekat.
" Apa sih yang kau bicarakan?" tanya Ron bingung. Tapi
pertanyaan itu hanya akan bisa dijawab beberapa jam lagi,
karen kepala Ron pusing dan dia jatuh terjerembab di atas
lantai penuh cairan aneh.
" RON!" teriak Hermione, melempar embernya dan mendekati Ron
yang pingsan.
RON! Kau kenapa
kata Hermione histeris. Dia berlutut di samping Ron yang tak
sadarkan diri.
Hei, ada apa dengan Ronnie kita ini, dia pura-pura pingsan
untuk memperlihatkan kesenangannya sudah di terima oleh Miss
Granger ini? kata George mengernyit dan nyengir.
Dia tidak tidak pura-pura pingsan! kata Hermione yang
sudah amat sangat panik, dan dia juga tidak menyatakan
apa-apa padaku, aku juga tidak menerima apapun darinya.
Hermione mengatakannya dengan cepat, kemudian dia
melanjutkan sambil memgang tangan Ron yang mulai pucat.
A, aku tadi membawa cairan aneh yang ditemukan ibu kalian
di kamar Mrs. Black, dan, dan, aku menabraknya, cairan itu,
tu, tumpah ke tubuhnya, ke, kemudian dia berubah menjadi
Hermione tergagap, berhenti sejenak sebelum mengatakan,
tampan.
Benarkah? Cairan apa itu? tanya Fred, tertarik pada
cerita Hermione yang memandang Ron dengan tatapan yang
pernah dilayangkannya pada Guru Pertahanan Terhadap Ilmu
Hitam mereka di kelas dua.
Hermione yang tersadar dari entah apa yang dipkirkannya,
memandang Fred dengan menghina dan mengatakan, kau ini
bagaimana? Adik pingsan tanpa sebab malah senang!
Tiba-tiba Lupin datang dengan jubah biru laut, dan wajah
penasaran.
Ada apa? Sepertinya aku mendengar teriakan, dan seruan,
dari bawah. Apa yang kalian lakukan? Dan, apa ini? Lupin
menunjuk cairan aneh yang mengalir kemana-mana.
Ron, dia pura-pura pingsan setelah mengatakannya pada
Hermione, kata George yang masih belum percaya bahwa Ron
pingsan.
Dia tidak pura-pura pingsan, dan tidak mengatakan apa-apa
padaku, Hermone sekarang berteriak pada si kembar, kemudian
setelah itu menengok pada Lupin.
Profesor! Ron pingsan setelah terkena cairan yang
ditemukan di kamar Mrs. Black, katanya tercekat, dan
bergeser untuk memberikan tempat agar Lupin bisa melihat
keadaan Ron.
Hermione! Kau masih memanggilku Profesor, kata Lupin
memperingatkan dan berjongkok di sebelah Hermione yang
ketakutan dan menghisap ingus.
Fred pinjam sarung tanganmu, kata Lupin pada Fred yang
masih mengamati cairan itu serta Ron. Fred memberikan sarung
tangan kulit naganya pada Lupin.
Lupin memakaikannya di tangannya, dan mengambil cairan di
lantai, kemudian membauinya.
Hmm, sepertinya ini ramuan aneh, aku harus menanyakannya
pada Severus, katanya dan melihat wajah Ron.
Kenapa wajahnya? tanya Lupin terpana.
Ya, itu. Setelah terkena cairan itu wajahnya berubah
menjadi seperti ini, dan ping, pingsan, Hermione
mengatakannya dengan air matanya membasahi pipi dan bibirnya.
Oh, ma, maafkan aku Ron, karena aku tidak hati-hati, kau
jadi
kata-kata Hermione terputus oleh Lupin.
Tenang dulu Hermione, aku akan benar-benar menanyakannya
pada Severus. Sekarang kau bawa dulu dia ke kamarnya, dan
bersihkan dia, kata Lupin yang sudah berdiri. Kalian
bantu Hermione, aku akan membawa sarung tangan ini pada
Severus. Tambahanya lagi, lalu pergi.
>>Hermione berusaha dengan susah payah mengangkat Ron yang
pingsan menyedihkan dari lantai. Dia terhuyung, mengingat
Ron yang lebih tinggi darinya, tentunya akan berat dan susah
disangga.
" Fred, George, bantu aku! Apa kalian menunggu sampai aku
ikut pingsan membawanya?" bentak Hermione yang menjadi galak
daripada biasanya.
Fred dan George yang tersadar dari tontonanya dan
kelihatannya sedang memikirkan sesuatu akhirnya menangkap
tangan Ron yang satunya dan membantu Hermione menggotongnya.
Wajah mereka sekarang juga diliputi kepanikan sama seperti
Hermione tadi. Rupanya mereka sudah mengerti bahwa Ron tidak
pura-pura pingsan dan sedang dalam keadaan gawat.
" Fred, kau ambil sedikit cairan itu, masukan ke dalam
ember, dan setelah itu hilangkan sisa cairannya," perintah
Hermione, dan dia serta George berjalan timpang menuju kamar
Ron.
Fred memasang wajah sebal karena Hermione membentak dan
memerintahnya, tetapi dia sadar ini bukan saatnya untuk
memikirkan itu, Ron, adiknya sedang kritis. Fred mengambil
sedikit cairan berwarna hitam-coklat itu menggunakan sarung
tangan kulit naganya yang satu lagi dan memasukannya ke
dalam ember yang tadi dilemparkan Hermione.
Fred mengeluarkan tongkatnya dengan tangan yang bebas sarung
tangan, mengacungkannya pada cairan di lantai dan berseru,
" Scourgify," kemudian dia menyusul Hermione dan George ke
kamar Ron, sambil membawa ember berisi cairan hitam-coklat.
Hari berikutnya Ron
tidak bangun-bangun juga, Hermione menungguinya dengan alis
yang selalu bersatu. Mrs Weasley yang sudah mengetahui bahwa
anaknya terkena cairan aneh masuk kamar sambil membawa
nampan berisi makan pagi Hermione dan~Ron kalau sudah bangun,
tetapi Ron belum bangun. Mrs Weasley masih menggunakan
clemek putihnya yang dipakainya untuk memasak, dengan
noda-noda bumbu di dalamnya.
" Hermione, nak, kau harus makan dulu. Nanti kamu juga sakit
bila menunggui Ron tanpa henti..." kata Mrs Weasley, menaruh
nampan itu di meja di samping tempat tidur Ron.
" Tapi, aku yang menyebabkan Ron pingsan, Mrs Weasley. Aku
tidak ingin makan bila Ron belum bangun. Aku merasa sangat
bersalah." jawab Hermione, yang masih memandangi Ron.
" Jangan begitu Hermione, itu kejadian yang tidak disengaja..."
Mrs Weasley tak akan pernah menyelesaikan kalimatnya, karena
Hermione memotongnya,
" Mrs Weasley, apakah Profesor Snape belum datang?" tanya
Hermione, memalingkan wajah dari Ron dan memandang Mrs
Weasley.
" Belum, Remus masih menunggunya dari kemarin. Tapi Severus
belum datang juga," jawab Mrs Weasley balas memandang wajah
Hermione yang lesu dan khawatir. Persis seperti wajahnya
sekarang.
" Sebenarnya cairan apa itu, mengapa wajah Ron menjadi
seperti ini? mengapa dia tidak bangun-bangun?" kata Hermione
pelan memandang tangannya yang saling meremas.
Aku tidak tahu Hermione, tak ada yang tahu sampai Severus
dating dan memeriksanya. Tapi aku tahu nama dari cairan itu.
Ku lihat di botol besar tempat penyimpanannya, sudah berdebu,
dan tulisan di botolnya, Bloxerune
kata Mrs Weasley hampa.
Hermione kelihatan kaget dan memasang wajah serius, kemudian
berkata. Kenapa Anda tidak mengatakannya dari tadi?
Hermione berseru. Kemudian dia berlari ke keluar kamar dan
kembali beberapa menit lagi dengan membawa buku tebal,
berjudul Ramuan-ramuan yang menimbulkan efek samping
berbahaya.
Ada apa Hermione? Tanya Mrs Weasley keheranan.
Aku pernah membaca nama Bloxerune itu di buku ini, pasti
aku bisa mencari tahu apa itu, dan yang menyebabkan Ron
pingsan adalah
Hermione mengatakannya dengan cepat sembari
menelusuri halaman-halaman buku dengan jarinya yang gemetar,
saking tegangnya mencari.
Ini dia! serunya tiba-tiba, membuat Mrs Weasley terlonjak
kaget dan menyenggol nampan yang membuatnya bergoyang
mengerikan, hampir tumpah, tetapi Mrs Weasley berhasil
menangkapnya dan membenarkan posisinya, sebelum mengulang
pertanyaannya pada Hermione,
Ada apa Hermione? Mrs Weasley mengtatakannya dengan wajah
agak sebal sekaligus penasaran.
Aku menemukannya! kata Hermione senang . Bloxerune,
atau Pemuas-Sesaat adalah cairan yang menyesatkan. Seseorang
harus memikirkan apa yang diinginkannya dalam waktu satu
detik setelah meminumnya, kemudian permintaanya terkabulkan
selama waktu satu jam. Setelah waktu satu jam, sang peminum
akan menerima efek yang sangat berat, dia akan koma yang
mengakibatkan kematian dan akan bangun lagi dengan meminum
penawarnya. Hermione selesai membacanya dan lesu lagi.
Tetapi kau bilang hanya beberapa menit Ron langsung
pingsan, Hermione? kata Mrs Weasley akhirnya.
Mungkin cairannya sudah lama ditaruh disana dan tidak
digunakan, membuat durasi permintaanya berkurang., tapi
Hermione berpikir lagi, rupanya yang dipikirkan Ron saat
itu adalah menjadi tampan, hmmp aneh
dia cekikikan sendiri
dan berhenti saat melihat Mrs Weasley memandanginya dengan
alis terangkat.
Setelah hermione menguasai diri, Mrs Weasley bertanya,
apakah penawar dari cairan Bloxerune ini?
Er
Hermione menelusuri lagi buku itu dengan jarinya yang
sudah tidak gemetaran.
Ramuan Bloxetuerning. Bahan-bahannya aneh, tidak pernah
kami gunakan dalam pelajaran ramuan, katanya geleng-geleng.
Berikan saja itu pada Severus, mungkin dia memilikinya,
Mrs Weasley bangun dan berjalan menuju Hermione.
Kemarikan, biar aku saja yang memberikannya pada Severus,
nah, sekarang kau harus makan Hermione! katanya dengan
wajah dan nada tegas.
Hermione menggelengkan kepalanya lagi, tapi Ron belum
bangun, aku akan merasa bersalah padamu bila aku makan
sebelum Ron bangun
Aku akan membuatmu bersalah padaku jika kau tidak mau
memakan masakanku, timpal Mrs Weasley, mengambil buku
Ramuan-ramuan yang menimbulkan efek samping bernahaya dari
tangan Hermione.
Bukan aku tidak mau memakan masakanmu, Mrs Weasley, hanya
saja
Pokoknya kau harus makan Hermione!
Mrs Weasley-pun keluar, meninggalkan Hermione yang merengut
dan Ron yang masih tidur. Hermione memandang wajah Ron lagi
dan berjalan mengitari tempat tidur, menuju samping tempat
tidur lainnya yang dekat dengan meja yang di tempati nampan
makanan untuk duduk di samping Ron yang koma.
Apa yang kau lakukan Ron? Berpikir untuk menjadi tampan,
disaat seperti itu, katanya pelan, dan mangambil makanan
yang dibawakan Mrs Weasley untuknya lalu mulai makan, tanpa
meninggalkan sisi Ron.
Hari ketiga Ron koma,
Hermione masih menungguinya sambil membaca buku mantranya,
mencari mungkin ada mantra yang bisa menyembuhkan Ron
secepatnya. Di sampingnya buku-buku bertumpuk membentuk
gundukan yang berbentuk aneh. Judul-judul dari buku itu
bermacam-macam, semuanya berhubungan dengan cara-cara
menyembuhkan Ron yang masih tertidur koma menyedihkan.
Tiba-tiba Hermione ingat akan sesuatu karena matanya melebar.
Dia mengambil salah satu buku dari gundukan dengan kasar,
membuat buku-buku yang ada di atasnya menjatuhi tangannya.
Dia mengerang dan sedikit air mata keluar dari matanya yang
merah. Rupanya dia merasa bersalah pada Ron dan Mrs Weasley
dan menangis semalaman. Dia takut Ron tidak akan
bangun-bangun dan meninggalkannya dan Harry, karena ulahnya.
Karena itulah dia mengambil buku Ramuan-ramuan yang
menyebabkan efek samping berbahaya dengan tergesa-gesa.
Hermione ingin melihat sampai berapa lama Ron koma, dan
memastikan bahwa yang ada dihadapannya dan yang sedang
ditungguinya bukanlah orang yang sudah tak ada di dunia lagi.
Dia berharap Ron masih hidup.
Hermione membuka lagi halaman dua ratus lima dan tertampang
judulnya di atas, BLOXERUNE. Dia mencari efek samping dari
ramuan Bloxerune dan mendapatkan apa yang dicarinya,
waktunya akan berakhir di
hari kelima.Sang peminum akan berhenti koma dan menyusul
orang-orang yang telah mendahuluinya serta tidak akan pernah
bangun lagi.
Mata Hermione melebar ngeri lagi, dia menatap wajah Ron lagi
yang bintik-bintiknya sudah mulai keluar, tetapi hidung dan
wajahnya masih sempurna. Kemudian Hermione memegang tangan
Ron, untuk memastikan bahwa Ron masih hidup. Kelihatannya
Ron masih hidup, hanya saja tangannya lebih dingin dari
terakhir kali Hermione memegangnya. Matanya mengeluarkan air
mata lagi. Bagaimana kalau Ron benar-benar meninggal karena
dirinya? Siapa yang akan mengeluarkan kata-kata lucu yang
membuat semua orang tertawa? Siapa yang menemaninya saat
Harry sedang bermain Quiditch? Siapa lagi yang akan mengisi
hidupnya?
Mrs Weasley pasti akan membencinya, bukan hanya Mrs Weasley,
semua keluarga Weasley dan Harry akan membencinya. Dan,
Harry, Ron adalah sahabat dekat Harry kalau dia tak ada,
Harry yang akan sangat membencinya.
Apalagi cairan Bloxerune ini sudah lama tak dipakai, pasti
durasi komanya juga akan berkurang, sedangkan ini sudah hari
ketiga
Hal-hal itu terus berputar-putar di kepalanya, membuatnya
menagis lebih masuk ke dalam tangannya. Semua salahnya,
semua salahnya, apa yang harus diperbuatnya? Apa?
Disaat dia memikirkan hal-hal itu, Snape datang dengan
rambut berminyaknya seperti biasa dan wajah aneh yang
diartikan oleh Hermione sebagai wajah khawatir campur dingin.
Dia datang bersama Mrs Weasley, Lupin, Fred, George, Ginny,
dan Sirius yang semua memasang wajah mengkerut karena
khawatir dan simpati.
Ron, kata Ginny pelan.
Anak bodoh, tak seharusnya kau menumpahkan cairan ini
padanya. Ini ramuan yang sangat berbahaya! semprot Snape
pada Hermione yang sedang duduk di samping Ron dan memegang
tangannya.
Minggir, Granger! kata Snape mendorong Hermione minggir
dan menyentuh denyut nadi Ron seperti dokter.
Dia masih hidup, tapi sebentar lagi dia akan meninggal
jika tidak segera diberikan ramuan penawarnya."
Mrs Weasley mulai
menangis, dan Hermione mengeluarkan air mata lebih banyak
lagi dari yang tadi. Mereka berdua mulai mengeluarkan suara
tangis seperti paduan suara menangis yang amat menyentuh.
Apakah tidak ada yang bisa kau lakukan Severus? tanya
Sirius akhirnya. Mengatasi bunyi tangisan yang dikeluarkan
oleh Mrs Weasley dan Hermione.
Tentu saja ada, apa yang tahu bahwa penawarnya adalah
Ramuan Bloxetuerning hanyalah aku? katanya sinis.
Aku tahu, kata Sirius yang hidungnya memercikan api,
saking bencinya pada Snape.
Sudahlah sobat, bukan saatnya untuk bertengkar, kata
Lupin memegang bahu Sirius yang sudah maju untuk mendekati
Snape. Sirius menurut dan kembali ke tempatnya.
Ginny yang sebelumnya berada di sebelah Sirius, mendekati
Ron yang sudah benar-benar kembali ke wajahnya yang semula.
Wajah ini lebih familiar dan enak dilihat daripada wajah
yang tadi. Wajah yang tampan buatan lebih mengerikan
dibandingkan wajah biasa-biasa saja tetapi natural. Ginny
memegang tangan Ron untuk merasakan suhu tubuhnya.
Ron, kami membutuhkanmu, jangan tinggalkan kami
katanya
dengan suara tercekat yang menandakan bahwa dia juga sedang
menangis. Lawanlah ramuan itu sampai kami bisa menemukan
penawarnya
tambahnya lagi.
Kau pikir, aku belum menemukan penawarnya? kata Snape
ketus pada Ginny, Aku bisa membuat ramuan apapun, hanya
saja ramuan Bloxetuerning adalah ramuan yang jarang dipakai
dan jarang dibuat, karena bahan-bahannya sangat langka, dan
sulit dicari, kau mengerti! katanya lagi mendelik pada
Ginny yang terisak.
Severus, aku akan sangat menghormatimu jika kau tidak
memperlakukan anakku seperti selama ini kau memperlakukannya,
kata Mrs Weasley yang sengau, tapi matanya tegas.
Snape memandang Mrs Weasley yang membalas memandangnya
dengan berani, kemudian menoleh pada Ron, wajahnya tampak
memikirkan sesuatu.
Baiklah, aku akan ke sekolah sebentar untuk membuatnya di
sana, karena bahan-bahannya ada di ruang pribadiku yang tak
akan pernah ditemukan oleh murid-murid usil, sesaat dia
mengerling Hermione. Padahal aku mempunyai tugas yang
lebih penting, daripada ini, kata Snape dingin.
Snape keluar kamar, melangkah dengan kaki kurusnya yang
dilapisi jubah hitam seperti biasa. Jubahnya berkelebatan
menaungi lantai yang dipijaknya. Setelah Snape sudah berada
kira-kira 5 meter dari kamar, George berkata,
Memangnya siapa yang butuh bantuanmu? Kami bisa
menyembuhkan adik kami sendiri! Sok sekali! kata George
yang tidak berusaha untuk memelankan volume suaranya.
Oh, kau tidak bisa, dan tidak akan pernah bisa. Karena
Molly tidak akan pernah mengizinkan kalian. Severus
memberitahuku kalau bahan-bahannya dan proses pembuatannya
juga melibatkan nyawa, kata Lupin segera.
Dan dia mengatakan dengan sangat tersirat bahwa dia dapat
melakukan hal-hal yang membahayakan dibanding kami begitu?
balas Fred.
Tapi itu memang benar kan? Dia pembuat ramuan yang handal.,
jawab Lupin lagi, dan mendekati Hermione yang masih terisak
tak terkendali dari tadi.
Hermione, kami tidak menyalahkanmu, itu bukan sesuatu yang
disengaja. Tenanglah, Lupin mengelus kepala Hermione yang
bergetar karena menangis.
A, aku, tetap merasa bersalah, pa, padanya, Hermione
menunjuk kecil pada Ron. Dan pa-da Mrs Weasley, kata
Hermione penuh harap.
Aku tidak menyalahkanmu, Hermione, nak, kata Mrs Weasley
keibuan, mendatangi Hermione dan memeluknya. Aku
benar-benar tak menyalahkanmu, Ron pasti akan sembuh dan
memanggil namamu lagi, ujar Mrs Weasley tersenyum sambil
melepaskan pelukannya dari Hermione.
Te, terima kasih Mrs Weasley, Hermione ikut tersenyum
dengan butir-butir air mata yang meleleh di pipinya yang
berubah merah jambu karena kebanyakan menangis.
Hermione bangkit dan mendekati Ron yang terbujur kaku dan
dingin, memegang tangannya seperti yang dilakukan Ginny.
Kami benar-benar membutuhkanmu Ron, katanya mengulang
perkataan Ginny dengan sungguh-sungguh, kemudian
mengeluarkan air mata lagi.
Herminoe terbangun
keesokan harinya karena goyangan-goyangan yang sangat
menggangu tidurnya.
Hermione, Hermione! Bangun kenapa kau ada di sini? kata
suara seseorang yang paling ingin di dengar Hermione saat
ini.
Hermione mendongak dengan matanya yang masih tidak beres
karena baru bangun tidur. Dia tak yakin dengan apa yang baru
saja baru didengarnya, dan sekarang dia tidak percaya dengan
matanya
RON! serunya. Hatinya sangat bahagia melihat Ron yang
sudah tidak terpejam dan tidak pucat lagi. Karena itu dia
bangkit dan memeluk Ron tanpa sadar.
Ron, yang tidak menyangka akan mendapatkan respon seperti
ini , malu, dan telinganya kembali memerah.
Hermione apa yang kau lakukan? tanya Ron gugup, seperti
saat Hermione memeluknya sewaktu mengetahui bahwa Buckbeak
si Hippogrif akan dipenggal.
Ron! Akhirnya kau bangun juga, aku sangat merindukan
suaramu, Ron mendengar Hermione mengatakannya dari balik
kepalanya dengan suara sengau.
" Ada apa ini Hermione? Kenapa kau..." sebelum Ron
menyelesaikan pertanyaannya, Mrs Weasley dan Ginny yang
masih menggunakan celemek dan tudung kepala agar terhindar
dari debu, datang dengan tergesa-gesa. Mrs Weasley yang
menyeka keringatnya berseru,
" RON!" dan segera saja Ron merasakan tubrukan dari sana
sini yang ingin memeluknya. Hermione masih bergelayut di
lehernya dan terisak-isak. Ginny menyedot ingusnya, memeluk
Ron dan Hermione sambil menepuk-nepuk bahu Hermione. Mrs
Weasley memeluk mereka bertiga dan berkata,
" Ron, akhirnya... Kami sudah menungguimu dengan cemas
selama berhari-hari..." katanya tak jelas.
" Mum, apa yang kau bicarakan? Apa yang kalian lakukan? Apa
yang terjadi padaku..." Ron berusaha bicara di dalam dekapan
Hermione, Ginny, dan Ibunya yang membuatnya agak sesak,
terutama Hermione, yang mendekapnya dari depan.
Setelah ketiganya menguasai diri dan menyelamatkan Ron yang
sudah kehabisan napas dengan melepaskannya, mereka
terisak-isak bersama, seperti paduan suara burung perkutut.
Hermione, Ginny, dan Mrs Weasley tidak mengatakan apapun
selama 5 menit yang membuat Ron bingung.
Tak lama setelah itu, Fred, George, dan Mr Weasley datang
dengan tergesa-gesa. Mr Weasley kebetulan sedang ada di
rumah hari ini,karena hari ini dia pergi siang ke Kementrian.
Mereka juga langsung menyerbu Ron dari sana-sini, tapi tidak
se-antusias yang Hermione, Ginny, dan Mrs Weasley. Mereka
hanya menepu-nepuk bahu Ron, mengatakan selamat dan
memberinya senyuman lebar yang mengerikan.
Setelah melepaskan rindu dengan Ron yang sudah kembali dari
keadaan kritis, Mrs Weasley memecah keheningan dengan
berkata,
" Baiklah, kita harus kembali membereskan rumah tua ini, aku
dan Ginny tadi baru saja membersihkan kamar Mrs Black yang
entah mengapa menjadi kotor kembali. Mungkin Kreacher
biangnya. Aku malah menemukan cairan Bloxerune lainnya yang
kira-kira ada lebih dari 10 botol besar-besar." Mrs Weasley
bergidik ngeri, kemudian melanjutkan,
" Ron, kau sudah sehat bukan, bisa berdiri dengan baik?
Kalau begitu kau dan Hermione harus makan. Makan pagi kalian
sudah menjadi dingin dari tadi." kata Mrs Weasley dengan
suara serak setelah menangis.
Mrs Weasley memimpin menuju pintu keluar kamar Ron, dan
menutup pintunya, meninggalkan Ron dan Hermione sendirian di
kamar yang suram.
" Hermione," kata Ron akhirnya, menoleh pada Hermione yang
mengeluarkan air mata dari matanya yang merah dan berkantung
karena kebanyakan menangis dan tidur paling malam dari semua
orang yang ada di Grimmauld Place 12th.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanyanya mengernyitkan
kening. Dia tidak bisa bertanya dari tadi karena semua orang
tidak memberikan waktu baginya untuk bertanya.
" Ron, aku senang kau kembali,"
FIN
Akhirnya Hermione
menceritakan kejadiannya pada Ron, tetapi tidak secara
detail, hanya intinya saja. Seperti sewaktu Ron pingsan
karena terkena cairan Bloxerune, dan Snape yang membuatkan
ramuan Bloxetuerning untuknya ( Hermione tidak mungkin
mengatakan bahwa dia menangis terus untuk Ron, dia
membiarkan Ron mengerti sendiri tentang itu suatu saat.)
Hermione, Ron, dan seluruh orang yang ada di Grimmauld Place
12th, yang mengetahui kejadian ini tidak memberitahu Harry
setelah dia datang, karena banyak kejadian-kejadian lebih
gawat yang melewati hidup mereka.
...Thanx...
Kembali
|