SUARA PEMBARUAN DAILY

AP

 ANWAR IBRAHIM DIPECAT - (Kiri) Deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim ketika berbicara dalam suatu jumpa pers di Japan National Press Club, Tokyo, 10 Februari lalu. Anwar dipecat oleh PM Mahathir Mohamad hari Rabu. (Kanan) Masyarakat antre di sebuah tempat penukaran uang di Kuala Lumpur, Rabu (2/9). Hari Selasa bank sentral mengumumkan pembatasan pembelian mata uang asing dan larangan transfer ringgit ke luar negeri.

 

Anwar Ibrahim Mungkin Dikenai

 Tuduhan Tindak Kriminal

Kuala Lumpur, 3 September

 Deputi Perdana Menteri (PM) Malaysia yang dipecat, Anwar Ibrahim, hari Kamis tetap mengurung diri di rumah menanti kemungkinan dikenai tuduhan tindak kriminal.

Anwar, yang juga menteri keuangan dipecat hari Rabu setelah beberapa bulan terjadi perberdaan politik dengan PM Mahathir Mohamad. Kantor Perdana Menteri Rabu (2/9) sore mengumumkan Anwar dipecat dari jabatannya di pemerintahan. Anwar (51) menjadi Deputi PM tahun 1993 dan menjadi Menkeu dua tahun sebelumnya.

 Belasan wartawan dihadang polisi di depan gedung pengadilan kriminal di pusat kota Kuala Lumpur ketika beredar spekulasi Anwar akan dikenai pasal-pasal Internal Security Act (ISA), di mana tersangka bisa ditahan tanpa diadili bila terbukti mengancam keselamatan negara.

 Kepala Polisi Diraja Malaysia, Rahim Noor, mengatakan Kamis pagi Anwar diselidiki dalam kaitan sebuah buku yang menuduh dia melakukan penyelewengan seksual dan kriminal. Rahim Noor mengatakan tidak benar kalau Anwar ditangkap atau dikenai tahanan rumah, beberapa jam setelah dia dipecat dari jabatannya.

 ''Tidak benar. Tidak ada penahanan di bawah ISA. Sejauh ini belum ada penahanan,'' katanya pada jumpa pers.

 Rahim membenarkan Anwar tengah diselidiki polisi dalam kaitan tuduhan-tuduhan yang ada dalam buku 50 Reasons Why Anwar Should not Be Prime Minister yang ditulis seorang mantan wartawan berisi tuduhan bahwa Anwar melakukan penyelewengan seksual dan kriminal. Penulis buku itu kini tengah disidang atas tuduhan pencemaran nama baik.

Anwar yang menikah dan mempunyai enam anak dengan keras membantah tuduhan penyelewengan itu. Sejumlah pengamat politik menilai buku itu merupakan bagian dari kampanye untuk menjatuhkan Anwar dan mendesak dia mundur.

 Polisi anti huru-hara berjaga-jaga di kawasan tempat Mahathir dan Anwar tinggal. Ratusan pendukung Anwar ramia-ramai mendatangi rumahnya untuk menunjukkan solidaritas. Anwar sendiri tidak meninggalkan rumahnya sejak Rabu malam.

 Seorang pembantu perdana menteri mengatakan Majelis Tertinggi UMNO akan bertemu Kamis ini mendiskusikan posisi Anwar dalam partai. Anwar adalah wakil ketua UMNO dan tampaknya dia juga akan dipecat dari jabatan itu.

 Orang yang selama ini dianggap sebagai putra mahkota itu tidak lagi terlibat dalam keputusan ekonomi berbulan-bulan setelah dia bersilang pendapat dengan Mahathir mengenai cara mengatasi krisis.

 Anwar dan Bank Sentral lebih condong menerapkan suku bunga tinggi dan langkah hati-hati untuk mengendalikan nilai tukar ringgit. Sementara Mahathir dan pembantu ekonominya, Daim Zainuddin, malah mendorong belanja pemerintah yang lebih besar dan menurunkan suku bunga untuk menggairahkan ekonomi.

 Seorang analis pasar menilai pemecatan deputi PM merangkap menteri keuangan itu kemungkinan akan merupakan pukulan bagi pemerintah Malaysia yang belakangan ini dianggap menerapkan sistem pasar bebas.

 Selalu Membantah

 Anwar, sebagaimana dikutip kantor berita Bernama, belakangan ini selalu membantah dugaan bahwa hubungannya dengan Mahathir yang berusia 72 mulai memburuk. Penyebabnya, konon, adalah perbedaan dalam hal mengatasi resesi ekonomi negara tersebut.

 Namun pernyataan yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri itu tidak menyebutkan alasan pemecatan Anwar.

 Pemecatan Anwar, yang dikenal sebagai tokoh yang mengkampanyekan pasar bebas, terjadi lima hari setelah adanya perbedaan pandangan yang tajam antara Gubernur Bank Sentral dan wakilnya dalam soal mengontrol permodalan yang disimpan bank dan sehari setelah pemerintah mengeluarkan kebijakan radikal di bidang keuangan.

 Hari Rabu, pemerintah Mahathir kembali menerapkan nilai tukar tetap terhadap mata uang ringgit. ''Kepergiannya akan menghancurkan wajah pasar Malaysia yang belakangan ini dinilai menarik,'' jelas seorang konsultan pasar, IDEA di Singapura.

 ''Pemecatan ini akan membuat orang sadar bahwa politik di Malaysia ternyata bisa kejam,'' kata seorang kepala lembaga riset tentang perdagangan yang berbasis di Singapura.

 ''Sebelumnya pasar menduga bahwa Anwar akan mengundurkan diri berkaitan dengan adanya perbedaan pandangan dalam soal kebijakan. Namun pemecatan ini membuat banyak orang bertanya-tanya, apakah ia melakukan suatu kesalahan? Tapi, sebenarnya pemecatan ini hanya memperlihatkan bagaimana Mahathir bisa sangat radikal. Mahathir memperlihatkan karakternya yang berkaitan dengan kontrol terhadap nilai tukar mata uang,'' jelasnya.

Para analis pasar menduga akan munculnya kepanikan yang membuat masyarakat melakukan penjualan saham di bursa yang bisa menambah pukulan bagi bursa saham pada hari ini (3/9).

 ''Kalau pengunduran diri, tak masalah, bisa kita terima. Tapi, ini kan pemecatan. Pasti hari Kamis ini akan terjadi kepanikan dalam aksi jual untuk beberapa saat,'' jelas seorang dealer bursa lokal.

 ''Apa yang dikatakan Mahathir sejak saat ini (maksudnya Rabu sore, Red.) hingga besok pasti akan menentukan pasar. Pasar ingin tahu, misalnya, mengapa Anwar dipecat. Mungkin juga

akan muncul sejumlah reaksi pada perusahaan-perusahaan yang dikontrol oleh para konco Anwar,'' katanya.

Bursa saham Malaysia jatuh hari Selasa setelah adanya kebijakan uang ketat, sebelum membaik lagi hari Rabu.

Kantor Berita DPA menulis, Anwar -- salah satu bintang UMNO yang dipimpin Mahathir -- menggugat sebuah penerbit buku yang menuduhnya melakukan tindakan seksual yang tak pantas.

 Anwar dengan tegas membantah tuduhan tersebut yang disebutnya sebagai upaya untuk merusak reputasinya. Pihak kepolisian sendiri mendakwa penulis buku dengan tuduhan menerbitkan berita yang salah. Polisi juga menahan seorang pengusaha terkenal yang ada kaitannya dengan tuduhan di dalam buku tersebut.

Mempersulit Ekonomi

Pemecatan Anwar Ibrahim diperkirakan bakal mempersulit upaya Malaysia untuk segera keluar dari belitan krisis ekonomi.

Kalangan ekonom di Negeri Jiran itu mengatakan, pemecatan akan berdampak terhadap sentimen pasar yang akhir-akhir ini sebenarnya menunjukkan arah positif, terlebih setelah Pemerintah Malaysia menetapkan sistem devisa kontrol secara ketat serta sistem nilai tukar tetap terhadap mata uang ringgit (fixed exchange rate), yang mulai Rabu kemarin dipatok pada posisi 3,8 ringgit per dolar AS.

 ''Kepergian Anwar akan memupuskan harapan Pemerintah Malaysia untuk mendapatkan sentimen positif dari pasar,'' ungkap seorang analis dari lembaga konsultasi IDEA Singapura. ''Hal itu menyadarkan anda bahwa persoalan politik di Malaysia sangat pelik dari yang sebelumnya kita bayangkan,'' sambungnya.

 ''Pasar mengharapkan dia (Anwar Ibrahim) untuk mengundurkan diri akibat perbedaan politis, namun hal itu akan membuat anda heran jika dia melakukan suatu kesalahan. Tampak bagaimana radikalnya Mahathir. Dia (Mahathir) telah menunjukkan karakternya dengan sistem devisa kontrolnya,'' ungkapnya.

 Red),'' ujar seorang analis dari sebuah perusahaan broker lokal.

Hingga pukul 09.45 WIB Kamis pagi, data yang berhasil dipantau melalui AP Dow Jones Telerate, Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Kuala Lumpur untuk sementara melemah 4,27 poin ke posisi 290,32, dari penutupan kemarin di posisi 294,59. Sementara ringgit di pasar uang Singapura di posisi 3,8003 per dolar AS.

 ''Apa yang dikatakan Mahathir antara saat ini dan besok akan menjadi penting dan menentukan pasar. Pasar perlu tahu alasan mengapa Anwar dipecat. Kemungkinan akan muncul reaksi dalam perusahaan-perusahaan yang dikendalikan kelompok Anwar,'' sambungnya. (Rtr/DPA/AP/ALD/S-23/K-6)

(Baca juga berita di halaman 7)

 


Last modified: 9/3/98 
Hosted by www.Geocities.ws

1