logo SUARA MERDEKA
Line
 Internasional Sabtu, 19 September 1998  
Line
 

Anwar Tuntut PM Mahathir Mundur

BERSEMANGAT: Anwar Ibrahim dengan bersemangat berpidato di hadapan para pendukungnya, di sebuah masjid di Kuala Trengganu, Jumat kemarin. (Foto: Suara Merdeka/rtr-30)
KUALA TRENGGANU - Mantan menkeu Malaysia, Anwar Ibrahim, Jumat kemarin secara terang-terangan mendesak PM Mahathir Mohamad untuk mundur. "Saya secara resmi minta kepada Dr Mahathir Mohamad agar mundur,'' katanya di depan sekitar 3.000 pendukungnya, di sebuah pantai di kota Kuala Trengganu, pantai timur Malaysia.

Pertama kali inilah Anwar mendesak Mahathir untuk mundur, sejak mantan menteri kabinet itu dipecat 2 September lalu. Sehari kemudian, pada September, dia juga dipecat dari Partai UMNO.

Anwar, yang sedang mengadakan safari tiga hari di Kuala Trengganu, yakni basis oposisi Islam, mengatakan kediaman resmi baru perdana menteri di kompleks pemerintahan berteknologi tinggi, yang dijuluki "Putrajaya'', bernilai 200 juta ringgit (Rp 550 miliar lebih).

"Apakah rakyat rela perdana menteri tinggal di sebuah rumah bernilai 200 juta ringgit?'' tanya Anwar. Massa menjawab, "Tidak''.

Anwar masih dalam penyidikan polisi, berkaitan dengan sangkaan melakukan perbuatan seks tidak pantas dan pengkhianatan terhadap negara. Namun dia membantah sangkaan tersebut.

Dia mengatakan, dirinya menjadi korban konspirasi tingkat tinggi dari lawan-lawan politiknya, yang bertekad mengganjal karier politiknya.

Meskipun tidak mengantongi izin polisi untuk mengadakan rapat umum, dia tetap bertekad menyerukan reformasi politik.

Anwar tiba di Kuala Trengganu, ibu kota Negara Bagian Trengganu, di pantai timur Malaysia, kemarin pagi. Menurut para asistennya, kemarin siang Anwar menghadiri salat Jumat di sebuah masjid yang dibangun di atas danau.

Dia selanjutnya berencana menyampaikan orasi di depan ribuan pendukung dan simpatisan di sebuah rumah di tepi pantai di Kuala Trengganu.

Ditegur Polisi

Menurut para asistennya, polisi belum memberikan izin. Di Malaysia, untuk pertemuan-pertemuan lebih dari tiga orang diperlukan izin polisi.

Anwar masih terus mengadakan pertemuan-pertemuan di kediamannya di pinggiran Kuala Lumpur, yang dihadiri ribuan orang. Karena dia berbicara di rumahnya sendiri, tidak diperlukan izin polisi.

Namun, massa memenuhi jalan-jalan di kompleks permukiman itu, sehingga polisi menegur Anwar dengan dalih pertemuan-pertemuan tersebut mulai mengganggu ketertiban umum.

Semalam, Anwar menurut rencana berkunjung ke Negara Bagian Kelantan, di utara Trengganu, untuk menemui para pendukungnya. Kelantan adalah satu-satunya dari 13 negara bagian di Malaysia yang diperintah oleh oposisi, yakni Partai Islam Se-Malaysia (PAS).

Koran-koran lokal edisi Jumat kemarin mengutip para pejabat polisi, yang mengatakan Anwar takkan diberi izin untuk berbicara di depan massa di Kota Baru, ibu kota Negara Bagian Kelantan, karena permohonan izin diajukan dalam waktu yang terlalu mepet.

Kepala Kepolisin Kota Baru, Muhammad Muda, menyarankan masyarakat agar tidak menghadiri pertemuan itu. Mereka bisa ditangkap jika menghadiri pertemuan ilegal tersebut.

Mahathir Menantang

Sementara itu, PM Mahathir Mohamad kemarin menantang Anwar Ibrahim untuk menunjukkan bukti yang dapat membuatnya bersih dari segala tuduhan, berkisar dari berperilaku seks tidak pantas hingga menghasut. Demikian laporan sejumlah media Kuala Lumpur, Jumat kemarin.

"Jika benar dia punya bukti penting atas ketidakbersalahannya, dia patut menunjukkannya sebelum proses pengadilan berlangsung,'' kata Mahathir, sebagaimana dikutip harian New Straits Times.

Pada Kamis malam lalu, seorang wartawan koran itu menanyani Mahathir mengenai pernyataan Anwar bahwa mantan wakil PM/menkeu tersebut dapat membuktikan dirinya tidak bersalah.

Sejumlah tuduhan miring mengakibatkan pemecatan Anwar, diikuti dengan dikeluarkannya dia dari partai berkuasa UMNO dua pekan lalu. Dia memperkirakan akan ditangkap kapan saja, setelah Pesta Olah Raga Persemakmuran berakhir pekan depan. Mahathir mengkritik Anwar, yang memimpin sejumlah aksi protes dalam upaya menghindari proses hukum.

"Dia membuat orang-orang melindunginya, dan berpikir polisi tidak akan dapat menangkapnya sebelum proses pengadilan berlangsung,'' kata Mahathir, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Bernama.

Mahathir juga keberatan atas komentar Anwar, yang membandingkan aktivitas polisi Malaysia sama dengan strategi yang dipakai agen intelijen Israel, Mossad.

"Jika kita punya kesatuan polisi seperti itu, rakyat pasti menderita. Namun, bukankah dapat kita saksikan hingga kini tidak ada masalah? Rakyat bebas bergerak,'' katanya.

Menurutnya, tidak perlu menunjuk wakil PM baru untuk mengisi pos yang ditinggalkan Anwar, mengingat pemilihan anggota UMNO akan berlangsung tahun depan.(rtr-D17-ed-30)


Berita Utama | Semarang | Sala & DIY | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Opini | Ekonomi | Suplemen | Fokus | English | Menu Utama 
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA
Hosted by www.Geocities.ws

1