logo SUARA MERDEKA
Line
 Internasional Jumat, 11 September 1998  
Line
 

100 Pengacara Siap Bela Anwar Ibrahim

REFORMASI: Mantan Menteri Keuangan dan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pidato di depan para pendukungnya yang membanjiri rumahnya di Kuala Lumpur, Kamis kemarin untuk mendukung gerakan reformasi di Malaysia. (Foto: Suara Merdeka/rtr-52)
KUALA LUMPUR - Mantan wakil perdana menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kuala Lumpur Kamis kemarin mengumumkan, 100 pengacara di seluruh Malaysia telah siap untuk membela dirinya secara sukarela.

Ia menambahkan, para pengacara itu juga menyatakan kesanggupan mereka untuk mendapatkan dukungan dari 1.000 pengacara lainnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad yang juga ketua UMNO, Kamis kemarin mengajak para anggota UMNO melakukan shalat Hajat guna menentukan kebenaran atas perkara pemecatan Anwar Ibrahim.

''Kalau saya betul, oke-lah. Kalau dia yang betul, ya tak apa-apa,'' ujar Mahathir kepada para wartawan.

Mahathir ketika ditanya kemungkinan mengenai penangkapan Anwar, menyatakan, polisi sedang melakukan pengusutan dan ia percaya apabila mereka memiliki cukup bukti, mereka akan mengambil tindakan.

''Masalah ini tidak akan menurunkan persepsi dunia terhadap Malaysia dalam jangka panjang,'' kata Mahathir.

Menurut Anwar, para pengacara itu juga telah memberikan tawaran untuk membela secara sukarela para pendukungnya yang menghadapi tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Ketika berbicara di hadapan 100 orang pendukungnya di kediaman pribadinya di Bukit Damansara, ia menyatakan, ''kalau anda ada masalah seperti mendapat tekanan, silakan datangi para pengacara itu yang akan menolong anda tanpa meminta bayaran.''

Pencemaran

Ditambahkan, pihaknya kemungkinan akan mengajukan media lokal ke pengadilan karena menyiarkan pernyataan yang mencemarkan nama baiknya. ''Para pengacara saya sedang mengkaji perkara itu.''

Ketika pengadilan mengajukan ''kasus Nalla'' yang dituduh menyimpan beberapa ratus butir peluru aktif, sebuah surat sumpah (afidavit) telah dibacakan oleh pejabat negara di depan pengadilan.

Surat sumpah itu menyangkut sesuatu yang merugikan diri Anwar Ibrahim, di antaranya skandal seks, penerimaan uang suap, dan homoseksual yang kesemuanya itu telah dibantah.

Namun, ia tidak menyebutkan surat-kabar atau media televisi mana yang akan diajukan ke pengadilan itu. ''Pengacara saya sedang menelitinya,'' ujarnya.

Menurut Anwar, pihak berkuasa yang sedang mengusut berbagai tuduhan terhadapnya telah menggunakan kekerasan untuk mendapatkan bukti dari para saksi. Beberapa anggota keluarganya serta kenalannya telah dipanggil untuk ditanyai, didera dan dipaksa untuk membuat pernyataan yang memberatkan dirinya.

Anwar juga mengemukakan, dia sampai Kamis siang belum menerima surat pemecatannya dari keanggotaan Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). ''Semangat UMNO masih melekat, karena saya ikut membina kekuatan partai itu,'' tambahnya.

Para pendukungnya semalam melakukan doa dan salat Hajat di rumah Anwar bagi keselamatan dan kemenangan Anwar. Acara doa ini dimulai pukul 21.00 sampai subuh. (rtr-gn-52) 


Berita Utama | Semarang | Sala & DIY | Jawa Tengah | Budaya | Olahraga
Internasional | Opini | Ekonomi | Suplemen | Fokus | English | Menu Utama 
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA
Hosted by www.Geocities.ws

1