
| Internasional | Kamis, 10 September 1998 |
Polisi Hanya Ingin Buat Malu AnwarKUALA LUMPUR - Mantan wakil PM Malaysia, Anwar Ibrahim, Rabu kemarin mengatakan, polisi yang menyidik dirinya tidak punya bukti dia pernah melakukan tindakan seksual tak senonoh.Menurutnya, penyidikan itu hanya bermaksud mempermalukan keluarga dan stafnya, dalam upaya polisi untuk membuat kasus terhadap dirinya. "Jelas mereka tidak punya kasus,'' kata Anwar kepada para wartawan di rumahnya, sepekan setelah dia dipecat sebagai wakil PM. "Itulah sebabnya penyidikan masih terus dilakukan.'' Dia mengatakan, orang-orang ditangkap dan diinterogasi untuk membuat pernyataan yang dikehendaki polisi. Dikatakan, setelah menangkap saudara angkatnya pada Minggu malam lalu, polisi menginterogasi salah seorang mantan sekretarisnya di Departemen Keuangan. Dalam kedua kasus itu, kata Anwar, polisi "kejam'' dan mengabaikan prosedur hukum. Katanya, ketika saudaranya ditangkap dan dibawa ke markas besar kepolisian di Kuala Lumpur, tak seorang pengacara pun diizinkan menjenguk dia. Mantan sekretarisnya tidak diizinkan memberitahu siapa pun kalau saudaranya diciduk untuk diinterogasi. "Ini bukan Malaysia yang saya kenal, karena saya tahu Malaysia berkewajiban melindungi warganya, menghormati keadikan,'' kata Anwar. "Ini bukan negara polisi. Orang harus menghormati hukum negara ini.'' Selasa lalu, PM Mahathir Mohamad mengatakan, dia memecat Anwar dari pemerintahan dan Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), karena alasan moral. Mahathir pernah memberikan jawaban yang samar-samar, ketika ditanya mengapa Anwar, yang tujuh tahun menjabat sebagai menkeu dan sudah sejak lima tahun lalu dikenal sebagai calon pengganti Mahathir, tiba-tiba dipecat. Katanya, Anwar "tidak cocok'' untuk jabatan itu. Sejak pemecatan itu, koran-koran mempublikasikan serangkaian dugaan yang menyebutkan Anwar pernah melakukan sodomi, tidur dengan pelacur, melakukan pengkhianatan, dan terlibat dalam pembunuhan. Anwar membantah semua sangkaan itu. (rtr-D17-30) |